
Nadya duduk sambil memegangi tangan Jimmy.
Dia menatap sedih wajah kekasihnya yg terlihat kosong.
Ya,, beberapa saat lalu Jimmy telah terbangun dari komanya.
Tapi sejak dia membuka mata, dia tidak mengeluarkan sepatah katapun.
Matanya hanya menatap kosong ke arah langit-langit ruangan ini.
" Jim,, kenapa kamu diam saja?? Bicaralah sedikit, jangan membuatku takut seperti ini " bisik Nadya sambil meneteskan airmata.
Nadya kembali teringat kejadian beberapa jam lalu yg membuat nafasnya bergerak naik turun seperti sedang menaiki rollcoster.
" Nadya, Jimmy masih perlu istirahat. Dia seperti ini karena baru tersadar dari tidur panjangnya ".
Ibu Nadya tampak menghibur putrinya yg sedang bersedih.
Tangannya terus mengelus puncak kepala putrinya.
" Nadya takut sekali Ma. Takut Jimmy pergi meninggalkan Nadya seperti tadi ".
" Sttt, sudah jangan menangis. Jimmy tidak akan kemana-mana Nad.
Dia akan baik-baik saja disini " sahut ibunya lagi.
Nadya lalu memeluk ibunya sambil menangis sesenggukan.
Bayangan kejadian tadi benar-benar membuatnya merasa sangat takut akan kehilangan kekasihnya untuk selama-lamanya.
Flashback
Nadya duduk di sebelah Jimmy sambil menyelesaikan pekerjaan kantornya. Beberapa kali matanya terus melirik kearah kekasihnya yg masih setia dengan tidur panjangnya.
" Apa kamu tidak lelah selalu menutup mata, Jim "?? ucap Nadya.
Nadya tersenyum sedih lalu membelai pipi pucat Jimmy.
Ini sudah dua bulan lebih. Tapi Jimmy masih belum mau membuka matanya.
Para dokter juga merasa heran dengan kondisi ini.
Semua alat vital di tubuh Jimmy dalam keadaan sangat normal. Seharusnya Jimmy sudah sadar dan baik-baik saja sekarang.
" Apa benar yg di katakan ayahnya Dewi kalau ruh-mu sedang tersesat "?? ucap Nadya yg sampai saat ini belum mendapatkan kabar dari mereka semua.
" Kalau memang benar seperti itu, ingatlah untuk pulang Jimmy.
Masih ada aku di sini. Bukankah kau berjanji untuk menikahiku "??.
__ADS_1
Airmata Nadya menetes saat mengingat lamaran tidak romantis dari kekasihnya ini. Dia tersenyum sedih saat membayangkan dirinya yg begitu bahagya saat di lamar di dalam mobil meskipun tanpa bunga dan cincin berlian di jarinya.
Saat Nadya sedang mengenang lamaran mereka, tiba-tiba tubuh Jimmy mengejang.
Nadya yg terkejut melihat Jimmy yg bergerak tidak wajar, segera menekan tombol intercom di samping ranjang.
" Jimmy,, kamu kenapa Jim "?? tanya Nadya sambil memegangi tubuh Jimmy yg terus bergerak.
Nadya panik melihat Jimmy tiba-tiba seperti kesulitan bernafas. Bahkan bola matanya terbalik keatas.
" Dokktteerrrr "!!! teriak Nadya panik dari dalam ruangan.
Tangannya terus memencet tombol intercom berulang-ulang sambil menatap kearah Jimmy.
Tak lama kemudian, para dokter berdatangan masuk ke ruangan dimana Jimmy di rawat.
" Dokter, cepat tolong Jimmy. Tubuhnya terus kejang-kejang "! ucap Nadya dengan bibir bergetar ketakutan.
" Baik, silahkan Nona Nadya keluar. Biar para dokter yg akan mengurusnya ".
" Tolong selamatkan calon suami saya Dok "ucap Nadya sambil menangis.
" Kami akan melakukan yg terbaik untuk Tuan Jimmy.
Silahkan Nona menunggu di luar ".
Dengan perasaan kalut, Nadya pergi meninggalkan Jimmy yg masih terus mengejang.
" Ya Tuhan, tolong jangan biarkan terjadi hal buruk pada Jimmy. Aku mohon ".
Tak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan Jimmy dengan wajah yg tidak baik. Dokter itu segera menyampaikan kondisi Jimmy kepada Nadya.
" Nona, dimana anggota keluarga Tuan Jimmy yg lain "?!.
" Orangtua Jimmy sedang pergi mengurus sesuatu Dok.
Bagaimana keadaan Jimmy sekarang "??.
" Tuan Jimmy kritis Nona. Tolong hubungi keluarganya untuk segera datang ke rumah sakit. Waktunya sepertinya tidak banyak lagi ".
Setelah berkata seperti itu, dokter kembali masuk ke dalam ruangan meninggalkan Nadya yg sedang duduk di lantai dengan kondisi yg begitu syok.
" Tidak,, Jimmy akan baik-baik saja. Aku harus segera menghubungi Keanu ".
Dengan berderai airmata, Nadya menelfon Keanu dan meminta mereka semua segera kembali ke rumah sakit sekarang juga. Dia juga mengatakan kalau saat ini Jimmy sedang dalam keadaan kritis.
Setelah menelfon Keanu, Nadya kemudian menelfon ibunya sambil terisak-isak.
Tak berapa lama, ibunya pun datang ke rumah sakit.
__ADS_1
Mereka berdua berdiri dengan sangat cemas di depan pintu kamar Jimmy.
Saat Nadya dan ibunya sedang panik di luar ruangan, para dokter akhirnya keluar dari kamar Jimmy.
Mereka menatap Nadya dan ibunya yg juga sedang menatap cemas ke arah mereka.
" Maafkan kami Nona, kami sudah berusaha melakukan yg terbaik untuk menyelamatkan Tuan Jimmy.
Tapi Tuhan berkata lain. Tuan Jimmy telah meninggal dunia ".
Tubuh Nadya menegang saat dokter mengatakan kalau Jimmy meninggal. Dia segera berlari masuk ke dalam ruangan Jimmy sambil menahan rasa sakit di dadanya.
" Jimmy "!!!!!.
Nadya memeluk tubuh Jimmy yg sudah tertutup kain putih. Perawat yg tadi sedang melepaskan alat-alat medis di tubuh Jimmy, hanya berdiri diam melihat Nadya menangis.
" Jimmy, jangan tinggalkan aku. Kamu pasti sedang bercanda saja kan??.
" Jimmy buka matamu. Aku mohon ".
Nadya kemudian mengguncang-guncang tubuh Jimmy sambil terus berteriak dan menangis.
Dia tidak memperdulikan suara ibunya dan juga dokter yg melarangnya melakukan itu pada Jimmy.
Satu keajaiban datang menghampiri Jimmy. Jari tangannya tiba-tiba bergerak.
Dokter yg tidak sengaja melihat hal itu segera berteriak meminta perawat untuk memasang kembali alat-alat yg tadi dia lepas.
Para dokter kemudian segera memeriksa denyut nadi di tubuh Jimmy dengan Nadya yg masih berdiri mematung di samping Jimmy.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, vvoottee, vvvooottteee, like, comments, rate dan share novel ini ya.
Follow juga akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Mohon dukungannya juga untuk novel terbaru author.
Jangan lupa vote, like, comment dan kasih bintang lima ya..
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan selalu rajin cuci tangan ya "!!.
__ADS_1