Airmata Dendam

Airmata Dendam
Tangis di pemakaman


__ADS_3

Pukul tiga dinihari jenazah Amira tiba di pemakaman.


Hampir semua warga desa ikut mengantarkannya ke peristirahatan terakhir.


Amira adalah sesosok gadis yg sangat baik dan lembut di mata warga desa.


Senyum manisnya selalu terukir saat menyapa warga.


Dan sekarang, mereka telah kehilangan gadis cantik itu. Semua warga bersedih saat mengetahui kepergian Amira yg begitu tragis.


" Pak Dave, apa bapak ingin turun ke liang lahat "??.


Pak Burhan yg mengetahui bagaimana ayahnya Amira menyesali perbuatannya, ingin memberinya kesempatan untuk memberi sedikit waktu sebelum jenazah Amira tertutup tanah.


" Apa boleh "??.


" Tentu saja boleh. Pak Dave adalah orang yg paling di rindukan almarhumah sebelum meninggal.


Siapa tau dengan bapak yg mengantarkannya langsung ke tempatnya istirahat bisa meringankan beban hati almarhumah di sana " jawab Pak Burhan.


Bibir Dave bergetar mendengar perkataan Pak Burhan.


Di bantu beberapa warga, akhirnya Dave turun ke liang lahat.


" Hen,, tolong temani Pak Dave turun ke bawah ".


Hendi lalu ikut turun ke liang lahat bersama ayahnya Amira.


Di samping makam,Keanu berdiri sambil memeluk ibunya Jimmy.


Sementara Bu Fatimah berdiri di sisi sebelah makam di dampingi warga yg lainnya.


Dewi tampak membawa bungkusan bunga melati untuk di taburkan di atas makam Amira nanti.


Pandangan mata Bu Fatimah sangat kosong. Dia tidak menangis, hanya diam melamun sambil menggendong bungkusan tulang berisik jenazah Amira.


" Bu Fatimah, sudah saatnya almarhumah Amira di kuburkan " ucap Pak Burhan.


Bu Fatimah menatap lama bungkusan di tangannya.


" Amira, kamu baik-baik ya di sana.


Kamu jangan khawatir, Bunda dan Miko akan selalu merindukanmu di sini.


Maafkan bunda tidak bisa menemanimu pergi nak.


Bunda sangat mencintaimu, kamu adalah belahan jiwa bunda ".


Setelah mengucapkan kata perpisahan, Bu Fatimah dengan berat hati menyerahkan bungkusan itu kepada Pak Burhan.


" Amira akan baik-baik saja kan Pak disana "?? tanya Bu Fatimah sesaat setelah menyerahkan bungkusan itu pada Pak Burhan.


" Insyaalloh Amira baik-baik saja Bu.


Alloh pasti akan menempatkan gadis baik seperti Amira di tempat yg sangat indah ".

__ADS_1


" Kalau begitu sekarang saya ikhlas melepaskan kepergian Amira " ucap Bu Fatimah lirih.


Semua orang yg berada di pemakaman itu tidak tau harus merasa lega atau sedih.


Bu Fatimah mengikhlaskan kepergian Amira dengan tatapan mata kosong.


Tidak ada raut sedih atau airmata saat Bu Fatimah mengatakan hal itu pada Pak Burhan.


Pak Burhan kemudian berjongkok di pinggir makam untuk menyerahkan jenazah Amira pada ayahnya.


" Pak Dave,, silahkan hantarkan almarhumah ke tempat pembaringan terakhirnya ".


Seluruh tubuh Dave terasa sangat kaku saat Pak Burhan memberikan jenazah Amira padanya.


" Pak Dave "?? panggil Hendi.


" S,, saya tidak sang,, ggup " jawab Dave terbata-bata.


" Pak,, berilah kebahagyaan terakhir untuk Amira.


Terima dia dengan kedua tangan bapak, jangan menolaknya lagi " ucap Hendi lalu mengusap bahu ayahnya Amira.


" Tangan ini kotor. Apa pantas "?? tanya Dave sambil melihat kedua tangannya.


Dia ingat bagaimana dulu kedua tanganny mendorong putrinya saat memaksa menyentuhnya.


Kedua tangan ini juga pernah menolak uluran tangan putrinya yg sangat ingin berada di pelukannya.


" Pak Dave,, arwah Amira saat ini pasti sedang menyaksikan pemakamannya di sini.


Kuatkan hati Pak Dave,, bahagyakanlah dia untuk yg terakhir kali ".


Dave menangkupkan kedua tangan di wajahnya.


Dia benar-benar tidak sanggup melakukannya.


" Hen,, kalau begitu kamu saja yg melakukannya.


Kasihan Amira,, jangan di tunda-tunda terus perjalanannya " ingat Pak Burhan.


" Jangan !!!.


Biarkan, biarkan saya yg melakukan semuanya untuk Amira.


Saya sendiri yg akan mengantarkannya menuju surga " cegah Dave.


Dengan tangan bergetar, Dave menerima jenazah putrinya.


Dengan sangat hati-hati dia meletakkan jenazah putrinya di tanah. Kemudian Dave berjongkok di sebelahnya, dia ingin mengucapkan kata terakhir sebelum tubuh putrinya tertutup tanah.


" Amira,, semoga arwahmu tenang di alam sana.


Hanya ini yg bisa ayah lakukan untukmu. Maafkan semua kesalahan ayah selama ini. Ayah sangat menyesal telah menyia-nyiakan kamu.


Jika nanti kamu bertemu dengan ibumu di surga,, katakan padanya kalau ayah minta maaf.

__ADS_1


Karena ayah telah gagal menjadi ayah yg baik untukmu.


Selamat jalan putriku sayang, ayah menyayangimu ".


Dengan mata berkaca-kaca, Dave melihat kearah Hendi.


Dia sudah siap untuk melakukan proses pemakaman Amira selanjutnya.


" Pak Dave bisa mengumandangkan adzan "?? tanya Hendi.


" Saya bisa " jawab Dave lirih.


" Silahkan kumandangkan adzan di sebelah almarhumah Pak ".


Dave lalu meletakkan sebelah tangannya di telinga.


Menarik nafasnya yg terasa sesak sebelum mulai mengumandangkan adzan untuk putrinya.


" Putriku Amira " ucap Anita lirih.


Hatinya seperti tersayat-sayat mendengar suara adzan yg di kumandangkan Dave di samping jenazah putrinya.


Suara Dave yg mendayu-dayu membuat suasana pemakaman terasa begitu menyedihkan.


Setelah meng-adzani putrinya, Dave mulai menutup jenazah putrinya dengan papan.


Saat akan menutupkan papan yg terakhir, Dave seperti tidak bisa bernafas.


Ini terakhir kalinya dia bisa melihat jenazah putrinya.


Dadanya terasa sangat sakit, seperti ada batu besar yg menimpa tubuhnya.


" Pak Dave ".


Dave tersadar saat mendengar panggilan Hendi.


Dengan sangat berat akhirnya dia meletakkan papan tersebut.


Dave dan Hendi naik ke atas kemudian warga mulai meninbun jenazah Amira dengan tanah.


" Selamat jalan putriku sayang " bisik Dave lirih menahan tangis.


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


**Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk selalu vote, like dan comment di novel ini ya.


Saran dan kritik dari para reader's sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos milik author.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


Wa: 0857-5844-6308**


__ADS_2