Airmata Dendam

Airmata Dendam
Suara dari dalam lemari


__ADS_3

Nadya senyum-senyum sendiri di dalam ruangan kerjanya. Dia sedang mengingat pembicaraannya bersama dengan orangtuanya Jimmy tadi siang.


  #flasback


" Sayang, kalian berdua harus secepatnya menikah " ucap ibunya Jimmy.


 


" Iya Ma. Jimmy pasti akan segera menikahi Nadya " jawab Jimmy.


" Iya Jimmy, yg di katakan Mamamu benar. Kalian sudah sama-sama dewasa. Papa dan Mama juga sudah semakin tua, ingin segera menimang cucu. Bukankah lebih cepat itu lebih baik "?? tanya ayah Jimmy yg memang sudah sadar saat itu.


" Kamu mau kan sayang menikah dengan Jimmy "?? tanya ibunya pada Nadya.


" Iya Tante,, Nadya mau " jawab Nadya sambil tersenyum malu.


" *Eyy, Tante apa. Panggil Mama saja seperti Jimmy. Sebentar lagi kan kalian akan menikah. Anggap Mama seperti orangtuamu sendiri sayang "!! .


" Baiklah Ma".


Ibunya Jimmy lalu memeluk Nadya. Sedangkan Jimmy dan ayahnya tersenyum sambil melihat kebahagyaan diwajah wanita yg barusaja menangis sedih*.


#backtostory


 


" Ya Tuhan, aku tidak menyangka Jimmy akan seserius ini padaku. Orangtuanya juga menerimaku dengan sangat baik " ucap Nadya.


Nadya lalu berjalan kearah jendela ruangannya. Dia menatap pantulan wajahnya di kaca jendela. Bibirnya lagi-lagi tersenyum lebar. Bahkan sekarang dia mulai tertawa karena merasa sangat bahagya telah diakui sebagai calon menantu keluarga Anderkson.


" Astaga, kenapa aku seperti orang tidak waras. Sadar Nadya, kamu sedang di kantor sekarang "!! ucap Nadya sambil menepuk-nepuk wajahnya.


dakkkk... daakkkkk.... dakkkkk


Nadya melihat kearah lemari diruangannya yg tiba-tiba berbunyi. Dia mengernyitkan keningnya heran.


" Suara apa itu "??.


dakk.. daakkk... daakkk


Lemari itu kembali berbunyi. Nadya lalu mendatangi sumber suara tersebut. Dia menempelkan telinganya pada lemari itu. Terdengar suara dari dalam lemari. Nadya berjalan kearah mejanya lalu menekan tombol telephone.


" Elsa, tolong panggilkan OB ke ruangan saya. Ada tikus di dalam lemari. Minta mereka untuk mengambil tikus itu keluar ".


Setelah menelfon sekertarisnya, Nadya duduk dikursi kerjanya. Senyum manisnya kembali merekah.


Lalu tiba-tiba...


 

__ADS_1


daaakkkkk..... daaakkkk..... daakkkkkkk


 


gggrrrrrrrrrrrrr.....


Nadya terkejut saat lemari itu kembali mengeluarkan suara. Bahkan kali ini lebih keras di sertai suara geraman.


" Apa sebenarnya yg ada didalam lemari itu. Jangan-jangan ada binatang yg terkunci di sana "!! pikir Nadya lagi.


Karena OB yg dia minta belum juga datang, akhirnya Nadya memutuskan untuk membuka lemari itu. Dia khawatir ada binatang yg tidak sengaja masuk lalu terkunci.


" Aaaaaaaaaaaaaa...... "!!!!!!.


Nadya berteriak kencang begitu dia membuka lemari. Dia syok melihat apa yg ada didalam sana.


Bukan binatang seperti yg dia pikirkan, melainkan sebuah kepala manusia yg berlumuran darah. Kepala itu menatap Nadya dengan tatapan yg sangat mengerikan. Matanya melotot dan lidahnya menjulur keluar.


"El,, Elsaaa...... to,, tolonggggg "!!! teriak Nadya ketakutan.


Kepala itu tampak menyeringai kearah Nadya. Membuat seluruh tubuh Nadya bergetar.


 


" hihihihiihihhhhh.... hhhiihihihihihihi ". 


 


Dia terus berusaha sekuat mungkin untuk menggerakkan kakinya dan akhirnya usahanya berhasil. Nadya pun segera berlari kearah pintu.


 


grrrkkkk.... ggrrrkkkk...


" Ahh, kenapa pintunya tidak bisa dibuka. Elsa,, Elsa... Buka pintunya. Tolong saya El... Elsaaaaa "!!!!!!.


Nadya terus menggedor pintu sambil berteriak memanggil sekertarisnya. Dia beberapa kali menengok kearah lemari dimana kepala itu berada.


" Elsa tolong buka pintunya.. Ada kepala disini. Cepat buka, saya takut "!! teriak Nadya frustasi sambil menangis ketakutan.


Tubuh Nadya membeku saat dia menyadari kepala itu berada di belakang tubuhnya.


Dengan memberanikan diri, Nadya memutar badannya kearah belakang.


" Aaakkakkhhhhhhhhhh... toloooonnggg "!!!!!.


Tubuh Nadya lemas hingga akhirnya jatuh terduduk di lantai saat melihat kepala itu melayang di belakangnya. Dia memejamkan matanya kuat-kuat saat sosok kepala itu terbang mendekati wajahnya.


tokk.. tokkk.. tookkkk

__ADS_1


Nadya tidak berani membuka matanya saat pintu di ketuk dari luar. Dia hanya bisa duduk sambil menangis ketakutan di lantai.


" Bu Nadya, apa yg terjadi di dalam Bu"??!.


" Bu, tolong buka pintunya "!! teriak sekertarisnya panik.


" Sudah dobrak saja pintunya "!!.


" Bu Nadya menjauh dari pintu. Kami akan mendobraknya "!!!.


Nadya hanya diam sambil terus menangis. Matanya masih terpejam kuat sambil menunggu sekertarisnya datang menolongnya.


Brrraaaakkkkkkkkkkk


Pintu akhirnya berhasil di dobrak oleh karyawannya. Mereka semua terkejut melihat kondisi bosnya saat ini. Elsa segera berlari membantu bosnya yg menangis di lantai.


" Astaga Bu Nadya, apa yg terjadi??? Kenapa Ibu berteriak kencang tadi "??? tanyanya.


Nadya langsung memeluk tubuh sekertarisnya. Kemudian sekertarisnya membantunya berdiri dan mengajaknya duduk. Dia segera mengambil air putih untuk bosnya lalu meminta OB untuk memeriksa seluruh ruangan bosnya.


" Saya sudah memeriksa seluruh ruangan Bu Nadya tetapi tidak ada apa-apa disini Bu Elsa ".


" Kalian sudah memeriksa lemari ruangan ini belum??? Bu Nadya tadi bilang ada tikus di lemari ".


" Sudah Bu. Tidak ada tikus disini ".


" Ya sudah kalian boleh keluar ".


Elsa lalu menatap kearah bosnya yg masih terlihat ketakutan. Dia sangat bingung melihat kondisi bosnya.


" Lebih baik sekarang Bu Nadya pulang dan istirahat. Wajah ibu sangat pucat.


Saya akan mengantarkan Ibu ke rumah ".


Nadya tidak memberikan respon apapun pada sekertarisnya. Dia masih sangat syok dan ketakutan pada sosok kepala yg datang mengganggunya tadi.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2