Airmata Dendam

Airmata Dendam
Keluarga Anderkson


__ADS_3

Seorang lelaki yg berperawakan tinggi baru saja keluar dari sebuah perusahaan.


Matanya yg tajam tampak sedang melihat jam yg melingkar ditangannya.


Tak lama, sebuah mobil berhenti. Seseorang keluar dari dalam mobil lalu membungkukkan tubuhnya dihadapan lelaki itu.


Kemudian memberikan kunci mobil pada orang yg berdiri di sebelah lelaki tersebut.


"Silahkan Tuan Jimmy " ucapnya sambil membuka pintu mobil.


Jimmy Anderkson. Putra tunggal dari pasangan Dave Anderkson & Anita Tjhen. Pewaris sah dari Anderkson Group. Bisnis yg merajai dunia persahaman dan properti terbesar di kota ini.


Lelaki tampan yg memiliki darah campuran Belanda dan Tionghoa dari kedua orangtuanya.


"Terima kasih " jawabnya ramah.


Mobil segera melaju meninggalkan perusahaan besar miliknya. Meskipun Jimmy adalah anak seorang bos pemilik perusahaan besar, tidak membuatnya tumbuh menjadi seorang yg sombong dan arogan. Sifat lembut dan ramah milik ibunya menurun padanya.


"Setelah ini kamu langsung pulang saja Ken. Bawa mobil ini bersamamu ".


Orang yg dia panggil Ken tampak terkekeh saat mendengar ucapan Jimmy.


Keanu adalah teman sekaligus sekertaris pribadi Jimmy. Jika sedang berdua, mereka selalu bersikap seperti seorang saudara karena memang Jimmy tidak menetapkan batasan diantara mereka.


"Cihhh,, apa kamu takut aku mengacau dirumahmu Jim "?? ledek Ken.


" Mama dan Papa memintaku untuk tidur dirumah mereka " jawab Jimmi malas.


Jimmy tidak tinggal di kediaman orangtuanya. Dia memilih untuk menetap di salah satu apartment mewah miliknya.


"Dasar anak mami " ledek Ken lagi.


"Aku memang anak mami " jawab Jimmy lalu tertawa.


"Para gadis pasti akan segera melarikan diri saat tau jika seorang JIMMY ANDERKSON, CEO tampan yg memiliki harta yg tak habis dimakan tujuh turunan adalah seorang anak mami "..


" Bukankah hal itu akan memudahkan semua urusanmu Ken????


Tanpa harus susah payah lagi mencari alasan, semua wanita itu akan menyingkir dari hadapanku " jawab Jimmy sambil tersenyum puas melihat wajah kesal Ken.

__ADS_1


"Tidak semudah itu menyingkirkan wanita yg terus saja mendatangimu Jim. Mereka tidak sebodoh itu melepaskan tambang emas mereka ".


" Sialan kau !!" umpat Jimmy.


Keanu tertawa senang berhasil membuat bos sekaligus temannya ini jengkel.


" Jimmy, kamu ingat Laura tidak "?? tanya Ken.


" Tidak ingat ".


" Ku beritahu padamu kalau begitu. Laura adalah salah satu wanita teraneh yg pernah kuhadapi. Tau tidak apa yg dia katakan saat terakhir kali aku mencoba menghalanginya untuk menemuimu "?? tanya Keanu.


" Mana aku tau Ken. Itu adalah urusanmu dan para wanita itu ".


" Wanita yg menggilaimu lebih tepatnya " omel Keanu.


"Ya ya ya baiklah " sahut Jimmy malas.


" Laura bilang padaku jika sekalipun kamu adalah seorang gay, dia masih mau menjadi wanita milikmu. Aku benar-benar salut dengan kegigihannya dalam mempertahankan tambang emas miliknya "!!ucap Keanu sambil menahan tawanya.


"Terus saja bicara seenaknya.


Gajimu akan kupotong habis bulan ini "!! ancam Jimmy kesal saat Keanu terus saja meledeknya.


"Aku dengar ucapanmu Keanu " sahut Jimmy sambil merebahkan kepalanya pada kursi mobil.


Ujung bibirnya berkedut.


"Anda sangat menyebalkan Tuan Jimmy yg terhormat "!!!.


" Terima kasih atas pujiannya " jawab Jimmy lalu memejamkan matanya.


Jimmy mengabaikan Keanu yg masih terus mengomel.


Hari ini jadwalnya lumayan padat. Mulai dari meeting lalu meninjau langsung pembangunan hotel miliknya.


Karena lelah, tak terasa Jimmy akhirnya terlelap.


Antara sadar dan tidak sadar didalam tidurnya, Jimmy tiba-tiba mencium aroma wangi di dalam mobilnya.

__ADS_1


Jimmy merasakan sebuah tangan yg dingin membelai pipinya. Dia berusaha untuk membuka matanya akan tetapi tidak bisa.


Setelah berusaha sekuat mungkin akhirnya matanya terbuka.


Jimmy segera menoleh kearah belakang kursi mobilnya.


"Apakah aku baru saja bermimpi "?? gumam Jimmy heran.


" Ada apa Jim "?? tanya Keanu yg melihat Jimmy sedang kebingungan.


" Tidak apa-apa " jawab Jimmy sambil meraba pipinya.


Sentuhan dingin itu masih terasa di wajahnya.


"Mungkin aku hanya kelelahan jadi tadi aku berhalusinasi " batin Jimmy.


Meskipun masih penasaran, Jimmy mencoba untuk berfikir positif.


Dia kembali berbincang dengan Keanu untuk mengusir rasa kantuk dan rasa penasarannya.


Hingga akhirnya mereka sampai di depan gedung apartment milik Jimmy.


"Hati-hati Ken "!! ucap Jimmy setelah keluar dari mobilnya. Dia lalu berjalan memasuki apartmentnya.


Saat melewati lorong, tengkuk Jimmy tiba-tiba merinding. Tubuhnya merasa dingin seketika.


Jimmy menatap sekeliling lorong bangunan gedung ini. Tidak ada siapapun selain dirinya.


"Aneh sekali " bisik Jimmy sambil mengusap tengkuknya lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani

__ADS_1


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2