
Jimmy berpegangan pada dinding rumah ini saat ingin berjalan keluar.
Dia ingin pergi ke kamar mandi. Beberapa kali dia berhenti melangkah sambil memegangi kepalanya yg terasa pusing.
ceklekk
Jimmy menatap kearah pintu yg terbuka. Seorang gadis melangkah masuk sambil membawa sebuah mangkok di tangannya. Matanya melebar begitu melihat Jimmy yg sedang berdiri sambil memegangi kepala.
" Astagfirulloh,, kenapa aa' berdiri disitu "?? tanya gadis itu lalu meletakkan mangkok yg dia bawa diatas ranjang.
Dia segera menghampiri Jimmy untuk membantunya duduk. Jimmy yg sedang terpesona melihat kecantikan gadis itu terkejut saat tangan lembut gadis itu menyentuh lengannya.
" Ayo sini eneng bantu a' "!! ucap gadis itu.
Jimmy hanya diam menurut saat gadis itu mendudukkannya di ranjang.
" Kamu siapa "?? tanya Jimmy sambil menatap gadis itu.
" Namaku Melati a'. Tapi penduduk sini lebih suka memanggilku eneng " jawab gadis bernama Melati itu sambil tersenyum.
Jimmy ikut tersenyum saat melihat senyum manis Melati. Ada rasa yg tiba-tiba merekah di dadanya.
" Kalau boleh tau, nama aa' siapa "??.
" Namaku Jimmy.
Apa ini rumahmu "??.
__ADS_1
" Iya a', gubuk ini peninggalan almarhum orangtua eneng ".
" Maaf, aku tidak tau kalau orangtuamu sudah meninggal " ucap Jimmy tak enak.
" Nggak apa-apa a', eneng sudah ikhlas kok ".
Jimmy dan Melati kemudian sama-sama terdiam. Sebenarnya banyak hal yg ingin Jimmy tanyakan padanya. Tapi dia merasa tidak enak hati setelah menyinggung tentang orangtuanya tadi.
" Oh ya, aa' tadi mau pergi kemana "?? tanya Melati memecah kebisuan diantara mereka.
" Itu,, aku mau pergi ke kamar mandi. Tapi aku tidak tau dimana kamar mandinya ".
" Oh,, mari eneng bantu aa' pergi ke kamar mandi. Tapi maaf sekali a' kalau kamar mandinya sangat sederhana dan berada di luar rumah "!!.
" Tidak apa-apa, yg penting kamar mandinya masih bisa di gunakan " jawab Jimmy sambil tersenyum lembut.
Melati kemudian membantu Jimmy berjalan keluar ke kamar mandi. Kamar mandi itu terlihat sangat sederhana. Hanya sebuah tempat kecil berbentuk kotak yg di kelilingi terpal berwarna hitam. Didalamnya terdapat kloset jongkok dan air di sebuah ember besar yg terisi penuh.
" Iya, terima kasih ".
Jimmy kemudian segera masuk ke kamar mandi untuk menyelesaikan hajatnya. Sementara Melati masuk ke dalam rumah untuk memasak.
Melati kembali ke tempat Jimmy setelah hampir lima menit meninggalkannya di kamar mandi. Dia segera berlari cepat saat melihat Jimmy yg hampir terjatuh.
" Pelan-pelan atuh a' "!! ucap Melati cemas sambil memapah Jimmy.
" Ahh, maaf merepotkanmu. Kepalaku tiba-tiba pusing tadi ".
__ADS_1
" Eneng tidak merasa di repotkan aa' sama sekali. Eneng malah senang bisa membantu orang ".
Hati Jimmy menghangat mendengar ucapan Melati yg tulus membantunya.
Mereka berjalan masuk kedalam rumah kemudian Melati membantunya duduk di kursi.
" Aa tunggu disini sebentar ya. Eneng mau mengambil makanan dulu " ucap Melati lalu pergi kearah dapur.
Jimmy memperhatikan rumah ini yg sederhana tapi membuatnya merasa nyaman. Berbeda dengan rumahnya yg sangat besar di kota dengan berbagai furnitur mahal yg menghiasi sudut rumah. Tiba-tiba dia merindukan kedua orangtua, sahabat dan kekasihnya.
" Maaf a' eneng cuma masak bubur pagi ini " ucap Melati sambil memberikan semangkok bubur yg masih mengepul asapnya.
Jimmy menerimanya dengan senang hati. Dia kemudian mencicipi bubur buatan Melati.
" Bubur ini enak. Terima kasih " ucap Jimmy lalu melanjutkan makannya kembali.
Melati tersenyum mendengar pujian Jimmy. Dia juga ikut menikmati semangkok bubur di depannya. Mereka makan dalam diam, hanya suara dentingan sendok yg terdengar di rumah itu.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk vote akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
__ADS_1
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308