
Di dalam mobil, Nadya berusaha menenangkan Jimmy yg masih terlihat marah.
Mereka bahkan membatalkan makan siang mereka karena sudah tak berselera lagi setelah bertemu Dewi.
"Jim tolong tenanglah. Kalau kamu terus seperti ini, kita bisa celaka ".
Jimmy tersentak mendengar peringatan Nadya. Karena marah, dia mengemudikan mobilnya dengan sangat cepat.
" Astaga, maafkan aku sayang " ucap Jimmy lalu memelankan laju mobilnya.
"Lebih baik kita berhenti dulu. Kamu tidak boleh menyetir dengan kondisi seperti ini " bujuk Nadya sambil memegang tangan Jimmy.
Jimmy mengangguk lalu segera mencari tempat untuk berhenti.
Dia menepikan mobilnya dibawah sebuah pohon.
"Terima kasih sudah mengingatkan aku. Aku sedang sangat kesal tadi " ucap Jimmy sambil mengusap wajahnya.
"Aku tau Jim. Lain kali jangan seperti ini lagi ya.
Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu padamu "?? ucap Nadya pelan.
" Iya sayang aku janji. Maaf ya gara-gara aku kita tidak jadi pergi makan siang ".
" Kita bisa melakukannya lain hari. Yg paling penting sekarang kamu harus tenang. Aku pergi beli minuman dulu buat kamu " ucap Nadya lalu keluar dari mobil.
Dia berlari kearah supermarket yg tidak jauh dari mobil mereka.
Jimmy menarik nafas pelan. Perkataan Dewi sangat mempengaruhi pikirannya.
Biasanya dia selalu bisa mengontrol emosi. Tapi entah kenapa sekarang dia bisa lepas kendali sampai hampir membuat dia dan kekasihnya celaka.
"Ya Tuhan, kenapa dengan diriku "?? bisiknya pelan.
Tak lama, Nadya kembali dari supermarket itu. Dia segera membukakan minuman lalu memberikannya pada Jimmy.
" Minumlah dulu supaya pikiranmu tenang " ucap Nadya.
"Terima kasih sayang ".
Jimmy menerima minuman itu lalu meneguk habis dalam sekali minum.
Nadya duduk di sampingnya sambil meminum minumannya.
Mereka berdua sama-sama terdiam. Nadya akhirnya memecah kesunyian mereka dengan sebuah pertanyaan.
__ADS_1
"Kamu bilang tadi bukan pertemuan pertama kalian Jim. Dimana kamu bertemu Dewi sebelumnya "??.
" Pertama kali kami bertemu di sebuah restaurant. Dewi tiba-tiba saja menghampiriku dan Ken.
Dia juga mengatakan hal-hal aneh. Lalu pertemuan kedua saat kita bertemu untuk membicarakan bisnis.
Entah bagaimana caranya Dewi bisa mengetahui dimana aku berada.
Waktu itu aku tidak merasa curiga karena dia tidak menunjukkan sesuatu yg membahayakan. Aku hanya menganggapnya perempuan aneh " jawab Jimmy.
"Lalu setelah itu apa kalian kembali bertemu "??.
" Tidak sayang. Tadi adalah ketiga kalinya kita bertemu. Sudah lima hari ini dia terus mengikutiku.
Karena tidak ada tindakan yg mencurigakan, aku hanya membiarkannya saja ".
" Kenapa Dewi mengikutimu Jim "?? tanya Nadya penasaran.
" Aku juga tidak tau sayang. Aku tidak menyangka dia berani bicara seperti itu. Aneh sekali bukan "??.
" Tapi Jim, sepertinya Dewi itu bicara sungguh-sungguh.
Aku bisa melihat tidak ada kebohongan di wajahnya tadi ".
" Jimmy bukan begitu. Kita pikirkan melalui sudut pandang Dewi. Alasan apa yg kira-kira cocok dengan perkataannya.
Mungkinkah dia mengetahui sebuah konspirasi besar yang sedang ditujukan untukmu "?? ucap Nadya.
" Maksudmu "?? tanya Jimmy tidak mengerti.
" Dewi meminta kita untuk berpisah sekarang karena dia takut kita akan celaka.
Tidak menutup kemungkinan ada seseorang yg sedang mengincarmu sekarang Jim ".
" Dan menurutmu dia mengetahui siapa orang itu "??.
" Aku tidak tau. Untuk sekarang sepertinya hanya ini alasan yg cocok untuk perkataan Dewi tadi.
Bagaimana menurutmu, tidak mungkin dia tidak memiliki alasan yg kuat untuk memberimu peringatan. Dia bahkan sampai membuntutimu ".
Jimmy memikirkan ucapan Nadya. Hari itu Ken juga mengatakan hal yg sama tentang Dewi.
Jimmy mengambil handphonennya lalu menghubungi Ken.
" Ken, periksa CCTV di bagian depan perusahaan.
__ADS_1
Cari tau siapa perempuan yg berbicara denganku.
Lakukan itu secepatnya Ken, perempuan itu sepertinya mengetahui sebuah rahasia yg cukup besar ".
Jimmy lalu mematikan sambungan telfonnya. Dia memijit keningnya memikirkan masalah itu sekarang.
" Siapa sebenarnya yg ingin mencelakaiku "?? ucap Jimmy.
" Mungkin saja itu salah satu rekan bisnismu Jim. Apa kamu memiliki musuh belakangan ini "?? tanya Nadya.
" Sepertinya aku tidak menyinggung siapapun akhir-akhir ini ".
" Kita tidak tau pikiran orang lain Jim. Bisa juga karena mereka iri dengan posisimu saat ini ".
" Benar juga. Tapi aku masih bingung sayang, bagaimana bisa perempuan itu mengetahui semua itu??
Dia terlihat bukan berasal dari kota ini ".
" Entahlah, hanya Dewi yg tau jawabannya ".
Mereka berdua lalu diam dengan pikiran masing-masing.
" Jim, apa kita tidak perlu memberikan perlindungan untuk Dewi. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Bagaimanapun dia sudah membantu kita jika ada bahaya yg sedang mengintai " ucap Nadya cemas.
"Aku akan mencari tau dulu tentangnya. Setelah itu, baru aku akan mengambil tindakan. Kamu jangan cemas, aku akan melindunginya kalau dia tidak terlibat " jawab Jimmy.
"Baiklah, kabari aku kalau sudah ada informasi tentang Dewi ".
" Iya sayang, pasti ku kabari. Sekarang kita pergi ke kantormu dulu ".
Jimmy melajukan mobilnya menuju kantor milik Nadya. Setelah itu dia juga kembali menuju perusahaannya. Selama perjalanan dia terus memikirkan ucapan kekasihnya.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1