Airmata Dendam

Airmata Dendam
Selamat dari masa kritis


__ADS_3

Nadya masuk kedalam rumah sakit dengan tergesa-gesa.


Di belakangnya tampak empat orang lelaki bertubuh besar sedang mengikutinya. Mereka adalah orang-orang yg diperintahkan Jimmy untuk mengawalnya.


"Jimmy "!! panggil Nadya begitu melihat kekasihnya.


Nadya menatap sedih kearah Jimmy. Bajunya kotor dan acak-acakkan.


Wajahnya juga terlihat pucat dengan lingkaran hitam dibawah matanya .


" Sayang " jawab Jimmy pelan.


Nadya langsung memeluk Jimmy. Dia tidak mempedulikan tubuh Jimmy yg bau keringat bercampur debu.


"Kenapa baru memberitahuku Jim. Setidaknya aku bisa mengingatkan kamu untuk makan jika aku tau sejak awal "?? tanya Nadya sedih.


"Maafkan aku sayang sudah mengabaikanmu. Aku sangat kalut saat itu. Pikiranku di penuhi pertanyaan tentang apa yg terjadi pada Ken. Jadi tidak terfikir untuk memberitahumu " jawab Jimmy lalu melepas pelukannya.


Dia menatap wajah kekasihnya yg terlihat sedih. Ada hal yg sangat dia sukai dari Nadya. Wanita ini tidak cengeng saat menghadapi masalah. Malah terkesan tenang meskipun sebenarnya hatinya khawatir.


"Tidak apa-apa Jim aku mengerti perasaanmu. Bagaimana kondisi Ken sekarang "?? tanya Nadya.


" Dia masih koma dan belum melewati masa kritisnya sayang. Dokter ada didalam sedang mengecek keadaannya " jawab Jimmy lesu.


Nadya memegang wajah pucat Jimmy. Dia bisa melihat kekhawatiran yg begitu besar di mata kekasihnya.


"Sekarang lebih baik kamu membersihkan tubuhmu terlebih dahulu, kemudian makan. Aku sudah menyiapkan semuanya disini " ucap Nadya sambil memberikan paperbag pada Jimmy.


"Terima kasih sayang. Aku pergi dulu " ucap Jimmy lalu mencium kening Nadya sebelum pergi membersihkan diri.


Nadya menarik nafasnya pelan sambil melihat ruang ICU tempat Keanu berada.


Dia duduk di kursi sambil membuka handphonennya sembari menunggu Jimmy kembali.


"Siapa dalang di balik kecelakaam Keanu "?? pikir Nadya.


Lama dia melamun hingga tak menyadari jika Jimmy sudah berdiri di depannya.

__ADS_1


" Sayang "!!!.


" Hahhh,, iya. Oh, kamu sudah selesai ya "?? tanya Nadya kaget.


" Sudah. Apa yg sedang kamu pikirkan sampai tidak tau kedatanganku, heeuummm "?? tanya Jimmy lalu duduk di sebelah Nadya.


" Maaf Jim. Aku hanya sedang berfikir siapa orang yg tega mencelakai Ken. Aku mendengar cerita dari pengawalmu tadi " jawab Nadya.


"Orang itu sangat rapi melakukan pekerjaannya sayang. Dia tidak meninggalkan bukti apapun di tempat kejadian " desah Jimmy.


"Apa sudah tidak ada bukti lainnya Jim?? CCTV mungkin "??.


" Ada. Wajah orang itu tidak terlihat jelas didalam rekaman CCTV itu sayang.


Jadi sulit untuk menebak wajahnya. Tapi saat ini orangku sedang mencoba memperbaiki kotak hitam yg merekam percakapan mereka sebelum kecelakaan. Hanya itu harapan kita satu-satunya untuk mengetahui siapa pelakunya " jelas Jimmy.


"Semoga saja kita bisa segera menangkap pelakunya Jim ".


" Semoga saja sayang ".


" Kamu makanlah dulu, lambungmu bisa sakit kalau di biarkan kosong. Sebentar, aku akan menyiapkan makanannya dulu " ucap Nadya lalu mengeluarkan bungkusan makanan yg dia bawa.


"Makanlah sup ini dulu. Itu akan membuat perutmu hangat Jim " ucap Nadya sambil memberikan semangkuk sup yg masih panas untuk Jimmy.


"Terima kasih sayang ".


Jimmy lalu mulai menikmati makanan yg dibawa kekasihnya. Perutnya benar-benar sangat lapar. Dalam sekejap sup itu segera berpindah ke dalam perutnya.


" Pelan-pelan saja. Perutmu sudah lama dibiarkan kosong, akan sakit kalau kamu makan terlalu cepat Jim "!!.


" Aku sangat kelaparan sayang. Lagipula makanan yg kamu bawa sangat enak ".


Saat Jimmy sibuk dengan makanannya, dokter keluar dari ruangan Keanu. Jimmy segera beranjak menghampiri dokter itu.


" Bagaimana dok, apa ada perkembangan dari kondisi teman saya "?? tanya Jimmy langsung.


" Iya Tuan. Teman anda sudah lewat dari masa kritisnya. Semua organ vitalnya sudah kembali normal. Tapi kita masih harus menunggu pasien sadar Tuan " jawab dokter.

__ADS_1


"Syukurlah,,, yg penting dia berhasil melewati masa kritisnya dok " ucap Jimmy lega.


Nadya ikut senang mendengar kabar itu. Dia mengelus punggung kekasihnya yg kini terlihat kelegaan diwajahnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan. Pihak rumah sakit akan segera memindahkan pasien ke ruangan rawat inap ".


" Baiklah dokter, terima kasih banyak "!!.


" Sama-sama Tuan ".


Jimmy segera memeluk tubuh Nadya. Dia menciumi kening kekasihnya tanpa mempedulikan keberadaan para penjaga disebelahnya.


" Akhirnya aku bisa bernafas lega sayang " ucap Jimmy senang.


"Aku juga ikut merasa lega Jim. Semoga Ken bisa segera sadar dan membaik ".


" Sayang, Ken sudah seperti saudaraku. Aku akan merasa sangat bersalah kalau sampai terjadi hal buruk padanya ".


" Kamu bisa tenang sekarang Jimmy. Ken pasti akan baik-baik saja. Para dokter juga akan terus mengawasi perkembangannya. Kita harus yakin Ken akan segera sembuh seperti semula " hibur Nadya.


"Terima kasih sayang sudah hadir disaat aku merasa terpuruk ".


" Sudah seharusnya Jim. Sekarang kamu lanjutkan dulu makanmu. Setelah itu kita harus segera menjenguk Ken diruangannya ".


" Baiklah "!!.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2