
Panti asuhan milik Bu Fatimah terlihat ramai siang ini.
Para warga desa datang untuk membantu acara pengiriman do'a untuk almarhum Amira.
Di ruang tamu, semua orang tengah berkumpul.
Semua orang terlihat masih sangat berduka. Wajah sembab karena menangis menghiasi ruang tamu di rumah ini.
" Silahkan minum air ini, Pak Dave ".
Pak Burhan memberikan segelas air putih yg sudah di sertakan do'a kepada ayahnya Amira dan Jimmy.
Keanu yg melihat ayahnya Jimmy diam saja segera mengambil gelas dari Pak Burhan lalu membantu meminumkannya pada ayah Jimmy.
" Air apa itu Pak "?? tanya Anita penasaran.
" Bukan apa-apa kok Bu. Air itu sudah saya sertakan do'a supaya bisa sedikit menenangkan pikiran Pak Dave yg sedang kalut " jelas Pak Burhan.
" Ohh begitu. Maaf Pak Burhan, apa suami saya bisa kembali normal "?? tanya Anita lagi.
" Semua itu tergantung dari kemauan Pak Dave sendiri Bu.
Sekarang beliau hanya sedang merasa sangat bersalah.
Beliau tidak bisa mengontrol emosi dan pikirannya " jawab Pak Burhan.
Semua terdiam mendengar perkataan Pak Burhan.
Bu Fatimah yg saat itu duduk di sebelah Anita, mengambil foto yg berisi gambar Amira dan Miko.
" Amira, maafkan semua kesalahan ayahmu ya nak. Kasihan ayahmu " bisik Bu Fatimah sambil mengusap foto Amira.
Saat mereka sedang terdiam, beberapa polisi masuk ke dalam rumah.
"Selamat siang " ucap salah satu polisi.
Keanu yg melihat seorang polisi menyapa mereka segera berjalan kearah polisi itu.
" Selamat siang Pak " jawab Keanu lalu berjabat tangan dengan para polisi.
Matanya menyipit saat melihat seorang lelaki yg tangannya di borgol. Keanu merasa seperti pernah melihat wajah lelaki tersebut.
Tapi dia tidak tau dimana pernah melihatnya. Karena penasaran, akhirnya Keanu bertanya pada polisi.
" Maaf Pak, siapa lelaki ini "?? tanya Keanu sambil menunjuk lelaki itu.
" Itu yg ingin kami sampaikan kepada keluarga korban, Tuan Ken " jawab polisi.
" Kalau begitu mari silahkan duduk Pak " ucap Keanu lalu mempersilahkan para polisi untuk duduk bersama yg lainnya.
__ADS_1
Setelah para polisi duduk, Keanu yg masih merasa penasaran segera bertanya kembali.
" Kenapa tangan lelaki itu di borgol dan di bawa kemari Pak "?? tanya Keanu tidak sabar.
" Begini Tuan Ken, pihak kepolisian telah berhasil membekuk salah satu pelaku pembunuhan almarhum Nona Amira. Dan lelaki ini adalah salah satu pelakunya.
Dia di tangkap tanpa perlawanan di kediaman orangtuanya yg masih berada di desa ini ".
Semua orang terkejut mendengar kabar dari polisi itu.
Bahkan Dave yg tadinya hanya diam ikut merespon kabar tersebut.
Seluruh tubuhnya gemetar.
" Ma,, maksud bapak salah satu pelaku "?? tanya Anita dengan bibir bergetar.
" Pelaku pembunuhan Nona Amira berjumlah dua orang Nyonya.
Akan tetapi satu diantaranya telah meninggal dua bulan yg lalu karena kecelakaan ".
Pyyaaarrrrrrr..
Foto yg sedang berada di genggaman tangan Bu Fatimah terjatuh ke lantai.
Bu Fatimah sangat kaget saat mengetahui jika Amira di bunuh oleh lebih dari satu orang.
Dewi yg melihat Bu Fatimah kesulitan bernafas segera berlari memberikan air minum untuknya.
Dewi terus menepuk-nepuk punggung Bu Fatimah sambil membantunya meminum air.
" Istighfar Bu Fatimah " ucap Dewi sambil terus menepuk punggung.
" Astagfirulloh,, astaghfirulloh " ucap Bu Fatimah dengan nafas yg masih tersengal-sengal.
Saat semua orang sedang terkejut mendengar kabar tersebut, tiba-tiba pelaku pembunuhan itu berlari dan bersujud di depan kaki Bu Fatimah.
" Bu Fatimah, tolong ampuni kesalahan saya. Saya tidak sadar telah membunuh Neng Rara. Saya khilaf , saat itu saya dan Yanto sedang mabuk. Kami tidak sengaja membunuh Neng Rara. Tolong maafkan kesalahan saya Bu Fatimah " ucap lelaki itu sambil terus bersujud di depan Bu Fatimah.
Rupanya, pelaku pembunuhan Amira adalah warga desa ini.
Pengaruh dari minuman keras yg telah membuat mereka menghilangkan nyawa Amira.
" Ke,, kenapa ka,, kalian membunuh A,, Amira. A,, apa kesalahan pu,, putriku pada ka,, kalian "?? tanya Bu Fatimah terputus-putus.
Dia memegangi dadanya yg terasa sangat sesak.
Pembunuh putrinya adalah orang yg dia kenal. Kedua pelaku itu memang terkenal sebagai pemabuk. Mereka juga selalu membuat onar di desa ini.
Tapi tak di sangka mereka tega membunuh seorang gadis yg tidak bersalah.
__ADS_1
" Maafkan saya Bu. Saya sangat menyesal. Saya benar-benar tidak sadar kalau itu adalah Neng Rara.
Selama ini saya selalu di hantui oleh arwah Neng Rara Bu. Saya sangat menyesal telah membunuh Neng Rara " ucap lelaki itu lagi sambil meneteskan airmata.
" Menyesal kau bilang hahhh "!! teriak Keanu sambil berjalan kearah lelaki itu.
Dia menendang dengan sangat kuat wajah pelaku pembunuhan Amira hingga jatuh terjerembab ke belakang.
Hidungnya dan mulutnya tampak mengeluarkan darah segar.
" Tuan Ken, tolong jangan main hakim sendiri "!! cegah polisi sambil menahan tubuh Keanu yg ingin kembali menyerang lelaki itu.
" Lepaskan. Aku akan melenyapkan lelaki ******** ini "!! teriak Keanu sambil berusaha mendorong polisi yg sedang menahan tubuhnya.
" Tolong tenang dulu Tuan. Kita bisa menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.
Anda tidak boleh main hakim sendiri seperti ini. Anda bisa terkena pasal penganiayaan ".
" Aku tidak peduli. Gara-gara perbuatan lelaki ******** ini, semua orang berada dalam bahaya.
Semua orang harus merasa kehilangan. Aku tidak akan mengampuninya. Lepaskan aku "!! teriak Keanu kesetanan.
Dave yg melihat Keanu kalap seperti itu tiba-tiba menghampirinya lalu memeluknya.
Dia menangis di pelukan Keanu.
" Ken, tenanglah " ucap Dave sambil menangis.
Keanu yg melihat ayah Jimmy memeluknya sambil menangis, akhirnya berhenti mengamuk.
Polisi segera mengamankan lelaki yg wajahnya sudah di penuhi darah dari hidung dan bibirnya.
( Baca Bab 14-15: Tragedi 1& Tragedi 2 biar nggak gagal paham)
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, vote, votee, voteeee, like, comment dan rate ya novel ini.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1