
Mobil polisi dan mobil ambulance tampak berjejer di pinggir jalan dekat hutan.
Warga desa yg mendengar suara sirene ambulance segera berbondong-bondong mendatangi hutan itu.
Mereka sangat penasaran kenapa banyak orang dari pihak kepolisian mendatangi tempat ini.
Bu Fatimah dan Bu Tati sudah bangun dari pingsannnya. Hanya tinggal istri Pak Dave yg belum sadar. Miko sudah di bawa pergi oleh menantu Bu Tati.
Keanu menolak saat para perawat ingin membawa ibunya Jimmy ke rumah sakit.
" Pak Dave,, sekarang kita harus pulang.
Biar polisi yg mengurusi masalah disini " ucap Pak Burhan berusaha menyadarkan Pak Dave yg sejak tadi terus melamun.
" Saya harus menemani putri saya Pak. Tempat ini sangat gelap,, putri saya pasti sedang kesepian sekarang " jawab Pak Dave tak sadar.
" Ya Alloh Pak Dave,, tolong sadarlah. Putri bapak sudah meninggal.
Lebih baik kita semua pulang ke panti untuk mempersiapkan pemakaman Amira.
Pak Dave tidak perlu khawatir, polisi akan menjaga Amira dengan sangat baik.
Sekarang kita pulang ya, kita akan menyambut kedatangan Amira di rumah ".
Pak Burhan dengan sabar membantu Pak Dave berdiri. Pak Dave hanya diam saja sambil mengikuti langkah orang di depannya.
Beberapa warga desa ikut menangis saat mengetahui penyebab polisi berdatangan ke hutan ini. Mereka sangat tidak menyangka kalau Amira telah meninggal di tempat seperti ini.
" Yg sabar Bu Fatimah,, yg ikhlas supaya arwahnya Amira tenang ".
" Iya Bu,, kasihan Amira kalau ibu tidak ikhlas. Itu akan mempersulit perjalanannya disana ".
" Yg tabah Bu Fatimah ".
Bu Fatimah tak mempedulikan perkataan warga yg berusaha menenangkannya. Matanya menerawang saat-saat kebersamannya dengan Amira. Putri yg sejak kecil dia rawat, putri yg selalu merengek manja padanya,, sekarang hanya tinggal tulang belulang.
Bu Fatimah tidak ingin percaya kalau putri kesayangannya sudah pergi dari dunia ini. Dadanya sangat sakit mengingat kejadian sebelum Amira melangkah pergi dari panti. Dia tidak menyangka, jika hari itu adalah hari terakhirnya bisa melihat Amira. Ungkapan rasa rindu dan permintaan maaf yg terus di ucapkan Amira sebelum pergi rupanya adalah tanda perpisahan mereka. Amira mungkin sudah tau kalau ajalnya sudah dekat.
__ADS_1
Bu Fatimah menangis sambil menekan dadanya yg terasa sangat sesak. Seharusnya dia tidak mengizinkan Amira pergi waktu itu. Seharusnya dia melarangnya. Maka Amira tidak akan meninggalkan dirinya seperti ini.
Hendi dan Dewi menghampiri Keanu yg sedang diam sambil memangku ibunya Jimmy. Dewi mengusap pelan punggung Keanu, membuat Keanu yg sedang melamun tersentak kaget.
" Jangan melamun Ken "!!.
" Apa benar semua ini nyata Wi "?? tanya Keanu sambil menatap Dewi dan kakaknya.
" Semua nyata Ken. Semua yg kamu lihat memang benar adanya " jawab Dewi sedih.
Hendi mengusap rambut adiknya yg mulai menangis lagi.
Apa yg terjadi disini membuat semua orang meneteskan airmata kesedihan.
" Aku tidak percaya,, orang yg selama ini ku anggap seperti ayahku sendiri,, yg selalu memberikan kasih sayang padaku,, yg selalu mengkhawatirkanku,, tega berbuat sekejam ini pada anaknya hanya karena anaknya menginginkan sedikit kasih sayang darinya.
Dewi,, aku salah. Aku tidak tau kalau aku telah merebut kasih sayang yg seharusnya menjadi milik Amira. Aku tidak tau ada oranglain yg sampai kehilangan nyawanya karena ini.
Aku bersalah Dewi,, aku bersalah "!!.
Keanu akhirnya menangis. Dia sudah tidak sanggup lagi menahannya. Dia tidak peduli menangis di depan wanita yg di sukainya. Dia hanya ingin melepaskan perasaan sesak di dalam hatinya.
Kamu selama ini tidak tau kalau Jimmy memiliki seorang adik yg telah di telantarkan oleh ayahnya "!!.
Saat Dewi dan Keanu menangis, mata ibunya Jimmy perlahan-lahan terbuka.
Dia menyentuh pipi Keanu yg basah oleh airmata.
" Ken "??.
" Tan,, tante Anita "!! jawab Keanu sambil menangis.
" Putriku Ken,, putriku sudah tiada Ken.
Putriku sudah meninggal "!!.
Keanu memeluk erat tubuh ibunya Jimmy yg kembali menangis. Airmata Keanu semakin deras saat mendengar tangis yg penuh kesakitan wanita yg berada di pelukannya saat ini.
__ADS_1
Sedangkan Dewi dan kakaknya yg berada di sebelahnya,, kembali ikut meneteskan airmata melihat dua orang yg menangis sambil memeluk erat.
" Permisi,, apa kalian keluarga korban "??.
Saat suasana sedang begitu sedih,, seorang polisi datang dan bertanya pada mereka.
" Iya,, saya ibunya " jawab Anita masih dengan terisak di pelukan Keanu.
" Begini Bu,, kami sudah mengevakuasi tubuh korban.
Di TKP,, kami menemukan sebuah dompet yg berisi KTP milik oranglain ".
" Lalu apa hubungannya dengan kematian putri saya Pak "??.
" Pihak kepolisian menduga jika kematian putri ibu tidak wajar. Saat ini kami masih terus mencari barang bukti di hutan ini"!!.
" Maksud Bapak "??.
" Putri ibu merupakan korban pembunuhan "!!.
Jjeeedddaaarrrrrrrrrr......!!!!!!!!!!!!!
Langit tiba-tiba mulai meneteskan lautan airnya. Angin bertiup sangat kencang. Gemuruh petir menyambar begitu kuat,, mengiringi terkuaknya kematian seorang Amira.
Amira ohh,, Amira....
Alam sedang berduka...
Amira ohh,, Amira....
Kau gadis yg malang...
Amira ohh,, Amira...
Hidupmu tidak semanis senyummu..
Amira ohh,, Amira....
__ADS_1
Kau gadis yg malang.......!!!????.
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭