
Setelah resmi menjadi istrinya Dave, Kamila melaksanakan tugasnya sebagai istri dengan penuh tanggung jawab.
Meskipun Dave hanya datang dua hari setiap akhir pekan, Kamila tidak pernah mengeluh.
Dia sangat memaklumi posisi suaminya yg harus mengurus perusahaan.
Sore ini, nampak Kamila sedang sibuk di dapur.
Dia sengaja memasak makanan kesukaan suaminya. Tak lupa juga dia membuat beberapa cemilan untuk menyambut kepulangan suaminya.
" Kak Mila masak apa "? tanya Fatimah.
Kamila melihat kearah adiknya sebentar kemudian kembali mengaduk sayuran di atas kompor.
" Kakak masak tumis brokoli dan ayam goreng kesukaan Kak Dave, Fatim " jawab Kamila.
" Mau Fatim bantu tidak Kak "? tanya Fatimah lagi lalu berdiri menyender di bahu kakaknya.
Matanya terus memperhatikan kakaknya yg sedang memasak sambil tersenyum-senyum sendiri.
" Tidak usah, ini sudah mau selesai. Adik-adikmu sudah mandi belum "??.
" Sudah Kak ".
Kamila menganggukkan kepala. Dia lalu melihat kearah jam.
Sudah hampir jam lima sore akan tetapi suaminya belum juga datang. Biasanya tidak pernah terlambat seperti ini.
" Tumben Kak Dave sudah sore begini belum datang " batin Kamila.
" Assalamualaikum sayang "!?.
Barusaja Kamila memikirkan suaminya, sekarang sudah terdengar suara salam suaminya dari pintu depan.
" Waalaikumsalam ".
Kamila segera berlari menuju ruang tamu setelah mematikan kompornya.
Tak lupa senyum manis menghiasi bibirnya menyambut kepulangan suaminya yg masih berdiri sambil menenteng tas kerja di tangannya.
Kamila segera mencium tangan Dave lalu mengambil tas yg dia bawa..
" Tumben telat pulangnya Kak "?! tanya Kamila sambil menarik tangan suaminya untuk duduk di ruang tamu.
" Iya sayang, ada pekerjaan mendesak tadi " jawab Dave sambil mengusap pipi putih istrinya.
Rindu sekali rasanya setelah lima hari tidak bertemu dengan istri cantiknya ini.
__ADS_1
" Kak Dave pasti sangat lelah. Mau ku buatkan teh tidak??
Kebetulan aku juga membuat cemilan kesukaan kamu Kak "!? ucap Kamila.
" Boleh " sahut Dave sambil tersenyum.
Kamila lalu berjalan kearah dapur. Disana masih terlihat Fatimah yg sedang membereskan dapur.
" Maaf ya Fatim, tadi kakak belum sempat membereskannya " ucap Kamila tak enak hati pada adiknya.
" Tidak apa-apa Kak. Kakak kan harus menyambut suami terlebih dahulu daripada yg lainnya.
Lagipula ini hanya pekerjaan kecil saja " sahut Fatimah lembut sambil tersenyum kearah kakaknya.
" Terima kasih Fatim, kamu memang adik yg sangat pengertian.
Kalau begitu kakak mau membuatkan teh dulu ya untuk Kak Dave. Kasian, sepertinya dia sangat kelelahan karena langsung kemari sepulang dari kantor ".
" Ya sudah sana uruslah dulu suamimu, Kak " jawab Fatimah.
Kamila segera membuat teh dan menyiapkan cemilan lalu membawanya ke ruang tamu.
" Ini di minum dulu tehnya Kak "!.
Dave yg sedang menyenderkan tubuhnya segera duduk saat mendengar suara istrinya.
Kamila duduk di sebelah Dave. Dia menatap penuh kasihan suaminya yg terlihat sangat letih.
" Mau di pijit tidak Kak bahunya. Kamu pasti lelah setelah menyetir mobil dari kota ke sini "?! tanya Kamila penuh perhatian.
" Mau-mau saja sayang, asalkan tidak merepotkan kamu " jawab Dave.
" Tidak repot lah Kak. Aku malah senang kalau bisa membantu kamu Kak ".
Dave mencium pipi istrinya setelah itu menepuk-nepuk bahunya.
" Ini pegal sekali sayang " rengeknya manja.
Kamila tertawa melihat tingkah manja suaminya.
Dengan penuh perasaan Kamila mulai memijit bahu suaminya yg masih terlihat kekar meskipun tertutup kemeja.
" Kak "!.
" Iya sayang, ada apa "??.
Dave menjawab panggilan Kamila sambil memejamkan mata menikmati pijitan di bahunya.
__ADS_1
" Ini sudah hampir satu tahun kita menikah. Tapi sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda aku akan memiliki anak " ucap Kamila pelan.
Dave membuka mata lalu menatap Kamila. Dengan lembut dia memeluk istrinya yg sedang terlihat sedih.
" Sayang, anak itu rezeki dari yg di atas. Kita tidak bisa memaksa jika memang belum waktunya.
Yg penting kita selalu berusaha dan berdoa. Aku yakin suatu saat kamu pasti akan hamil " hibur Dave.
" Tapi Kak, aku takut kamu kecewa padaku karena belum bisa memberikan keturunan untukmu ".
" Sayang, semua ini di luar kehendak kita. Aku tidak akan pernah merasa di kecewakan olehmu. Ini semua kan bukan kamu yg menentukan ".
" Tapi Kak "..
" Dengarkan aku, aku akan tetap mencintaimu meskipun kamu tidak bisa memberikan keturunan untukku.
Jadi kamu jangan berfikir yg tidak-tidak ya "?? ucap Dave lalu mencium kepala istrinya.
Kamila mengangguk meskipun hatinya masih merasa sedih.
Sebagai seorang wanita, pikirannya akan langsung melemah jika memikirkan dirinya yg masih belum bisa mengandung seorang keturunan untuk suaminya. Kamila merasa takut suaminya akan berpaling pada wanita lain dan pergi meninggalkannya.
Karena itulah akhir-akhir ini dia terus merasa gelisah dan akhirnya mengatakan hal ini pada suaminya sekarang.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, vvvoottee, like, comment, share dan rate bintang lima di novel ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author. Tapi yg wajar-wajar aja ya kritikannya.
Follow juga akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Oh ya, mohon dukungannya untuk novel terbaru author.
Judulnya " HISTORY OF LIANG ZHU ( REINKARNASI KEDUA ).
Jangan lupa untuk di vote, like, comment dan rate bintang lima ya.
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.
__ADS_1