Airmata Dendam

Airmata Dendam
Flashback ( Berita duka )


__ADS_3

Dave berlari dengan begitu tergesa-gesa ke dalam rumah sakit.


Pagi ini saat dia dalam perjalanan kembali ke kota, dia mendapat kabar dari Fatimah kalau Kamila di larikan ke rumah sakit.


Dia sangat kaget mendengarnya kemudian segera memutar balik arah mobilnya untuk kembali ke Desa Kemuning lagi.


Dave menanyakan kepada perawat di kamar mana Kamila di rawat.


Setelah perawat memberitahunya, Dave segera menuju ke ruangan itu.


Disana terlihat Fatimah yg di temani oleh beberapa warga sedang duduk dengan wajah yg sangat khawatir.


" Fatim, apa yg terjadi pada Kamila "? tanya Dave.


Warga yg tadi mengantarkan Kamila ke rumah sakit akhirnya meminta izin untuk pulang begitu Dave datang ke rumah sakit.


" Setelah Kak Dave pergi, Kak Mila mengeluh sakit di perutnya.


Wajahnya sangat pucat setelah itu dia pingsan. Fatim dan beberapa warga segera membawa Kak Mila kemari, Kak " jawab Fatimah dengan mata yg sudah berkaca-kaca.


" Ya Tuhan, semoga Kamila baik-baik saja "! ucap Dave lirih.


Sejak semalam wajah Kamila memang sudah terlihat pucat.


Dave yg khawatir ingin membawanya periksa ke dokter, akan tetapi Kamila menolaknya.


Rasa sakit di perutnya itu biasa dia rasakan menjelang masa haidnya. Tapi Dave tidak menyangka hal itu akan membuat istrinya sampai jatuh pingsan.


" Kak Dave maafkan Fatim sudah menelfon dan meminta Kakak kembali kesini.


Fatim takut terjadi sesuatu pada Kak Mila "!! ucap Fatimah sambil meneteskan airmata.


Dave duduk di sebelah Fatimah yg sedang menangis sambil menutup wajahnya.


Tangan Dave terulur mengelus puncak kepala adik iparnya ini.


" Tidak apa-apa Fatimah. Kamu tidak perlu minta maaf. Apa yg kamu lakukan sudah sangat benar.


Kakakmu sudah menjadi tanggung jawabku, jadi sudah sewajarnya aku berada di sini " hibur Dave.


Sebenarnya hari ini ada pertemuan yg sangat penting di kantornya.


Akan tetapi Dave tidak mungkin tega membiarkan istrinya sendirian disaat seperti ini.


Mau tidak mau akhirnya Dave meminta sekertarisnya untuk datang ke pertemuan itu saat di perjalanan tadi.


Pintu ruangan kamar terbuka. Seorang dokter lalu berjalan kearah Dave yg sedang duduk bersama Fatimah.


" Dengan keluarga pasien "?? tanya dokter.

__ADS_1


" Iya dok, saya suaminya "! jawab Dave sambil berdiri dari duduknya.


" Begini pak, pasien saat ini sudah sadar. Setelah kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, penyebab istri bapak pingsan itu bukan karena sakit datang bulan.


Melainkan karena adanya penyakit lain "!.


" Penyakit apa dok "? tanya Dave.


" Istri bapak mengidap penyakit kista di rahimnya " jawab dokter.


Fatimah yg mendengar hal itu segera berdiri di sebelah Dave.


Tanpa sadar tangannya memegang lengan kakak iparnya.


" Apakah penyakit itu berbahaya "? tanya Dave cemas.


" Bisa iya bisa juga tidak pak. Saat ini kista yg tumbuh di rahim istri bapak ukurannya sudah cukup besar.


Hal itulah yg menyebabkan rasa sakit yg berlebihan menjelang masa menstruasi istri bapak "!.


" Apakah penyakit itu bisa di obati dok "? tanya Fatimah.


Dia kaget mengetahui ternyata kakaknya mengidap penyakit kista selama ini. Pantas saja setiap bulan kakaknya selalu mengeluh merasakan sakit di perutnya.


" Bisa, yaitu dengan cara operasi. Salah satu rahim pasien harus segera diangkat secepatnya.


Dave dan Fatimah syok mendengar jawaban dokter.


Kaki Fatimah bahkan menjadi sangat lemas sekarang.


" Tapi dok, jika rahim istri saya di angkat itu tandanya istri saya sudah tidak bisa hamil kan "? tanya Dave dengan wajah takut bercampur cemas.


" Hanya rahim yg di tumbuhi kista saja pak yg diangkat.


Istri bapak masih memiliki satu rahim lagi. Akan tetapi, sel telur milik istri bapak juga mengalami masalah. Kemungkinan untuk bisa hamil itu sangat kecil.


Tapi bapak jangan berkecil hati, bapak dan istri harus terus berdoa dan berusaha. Bagaimanapun,kami hanya manusia biasa.Tidak ada yg tidak mungkin jika Alloh sudah berkehendak "! jawab dokter.


Dave seperti kehilangan separuh nyawanya saat ini.


Bagaimana caranya dia menghadapi Kamila nanti.


Kamila pasti akan merasa sangat hancur jika mengetahui berita ini.


Selama ini Kamila begitu mengharapkan kehadiran seorang bayi di tengah-tengah pernikahan mereka.


Tapi kabar duka ini tiba-tiba datang menghancurkan impiannya.


" Bagaimana Pak, apa bapak menyetujui tindakan operasi untuk pengangkatan rahim istri bapak "?.

__ADS_1


Dave gelagapan mendengar pertanyaan dokter. Dia bingung harus bagaimana.


Di satu sisi dia takut Kamila kenapa-napa. Tapi di sisi lain dia juga tidak ingin melihat hati Kamila hancur.


Fatimah yg mengetahui kebingungan kakak iparnya, kemudian memberikan sedikit saran untuknya.


" Kak, anak memanglah simbol penguat di dalam rumah tangga.


Akan tetapi tidak semua wanita bisa melahirkan darah dagingnya sendiri.


Kalian berdua masih bisa memiliki anak melalui adopsi, keselamatan Kak Mila jauh lebih penting sekarang ini " ucap Fatimah.


" Tapi Fatimah, Kamila pasti akan sangat hancur kalau tau dirinya sudah tidak bisa mengandung "!.


" Fatim tau kak, tapi sekarang tidak ada jalan lain lagi selain operasi ini.


Aku yakin Kak Mila pasti bisa menerima semua ini pelan-pelan ".


Setelah merenungkan perkataan Fatimah, akhirnya dengan berat hati Dave menyetujui tindakan operasi yg akan di jalani oleh Kamila.


Dengan mata berkaca-kaca, Dave menandatangani surat persetujuan dari pihak rumah sakit.


Hatinya terasa begitu sakit saat melihat Kamila yg di dorong memasuki ruang operasi.


🥀🥀🥀🥀🥀


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, like, comment, share dan rate bintang lima ke novel ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author. Tapi yg wajar-wajar aja kritikannya.


Jangan lupa juga follow akun medsos milik author.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308


Oh ya, mohon dukungannya untuk novel terbaru author.


Judulnya: History of Liang Zhu ( REINKARNASI KEDUA ).


Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya...


Terima kasih, peluk online dari author 🤗🤗


__ADS_1


__ADS_2