
Jimmy memandangi ayahnya sendu dari balik pintu ruang ICU.
Sudah setengah bulan lebih ayahnya terbaring di ruangan ini. Ibunya juga tidak pernah beranjak dari sisi ayahnya.
Nadya yg mengetahui kondisi ayahnya seperti itu, dengan sabar bergantian berjaga dengan ibunya.
Setelah Amira benar-benar pergi meninggalkan mereka semua, Jimmy segera datang berziarah ke makam adik dan Mama Kamila.
Disana dia menangis memohon maaf atas semua kesalahannya.
Dia juga membeli hutan tempat dimana adiknya mengalami tragedi pembunuhan. Jimmy ingin membangun hutan itu menjadi sebuah yayasan panti asuhan atas nama adiknya.
Dia ingin arwah adiknya yg selama ini hidup menderita menerima banyak keberkahan dan selalu di kenang di hati semua orang.
" Jimmy, ayo kita pergi. Perusahaan sudah menunggumu "!.
Keanu terpaksa mengajak Jimmy pergi dari sana untuk segera berangkat ke kantor.
Sudah berhari-hari urusan pekerjaan mereka terbengkalai sejak kasus kematian Amira terkuak.
" Aku rasanya berat sekali untuk pergi dari sini, Ken.
Perasaanku tidak enak "! ucap Jimmy masih dengan melihat kedalam ruangan ayahnya.
" Aku tau Jim, tapi perusahaan membutuhkanmu saat ini. Kamu hanya perlu meeting sebentar dengan para dewan direksi, setelah itu kamu bisa kembali kesini.
Aku tidak mau mereka mengambil keuntungan sendiri di perusahaan "! sahut Keanu sambil menepuk bahu Jimmy.
Mau tidak mau akhirnya Jimmy pergi ke perusahaan bersama Keanu.
Di perusahaan pun Jimmy terus gelisah. Jimmy sangat tidak fokus pada meeting mereka.
Hatinya terus bergejolak seolah-olah akan terjadi sesuatu pada ayahnya.
Benar saja, lima menit sebelum meeting selesai Jimmy mendapatkan telfon dari Nadya.
Dia diminta untuk secepatnya datang ke rumah sakit karena kondisi ayahnya yg tiba-tiba drop.
Jimmy langsung berlari keluar dari dalam ruang meeting. Dengan wajah yg begitu panik dia meminta bawahannya segera menyiapkan mobil untuknya.
Dewi yg saat itu kebetulan sedang berjalan masuk ke perusahaannya tidak sengaja tertabrak olehnya.
" Maaf "! ucap Jimmy singkat.
Jimmy dengan sangat cepat mengendarai mobilnya. Di pikirannya muncul bayangan-bayangan yg membuatnya semakin panik.
Tak lama kemudian, Jimmy sampai di rumah sakit. Dia memarkirkan mobilnya sembarangan.
Dia berlari sangat cepat tanpa menghiraukan lagi orang-orang yg tidak sengaja di tabraknya.
" Papa "!! panggil Jimmy sambil mendorong pintu ruangan ayahnya.
Dengan langkah kaki yg gemetaran, Jimmy berjalan kearah ranjang ayahnya.
Ibunya dan Nadya tampak menangis di sebelah ayahnya yg sedang tersengal-sengal. Para dokter berdiri di samping ranjang ayahnya.
" Papa "! panggil Jimmy dengan bibir bergetar.
Anita memeluk Jimmy erat sambil terisak.
" Papa Jimmy, Papa ".
" Papa kenapa Ma "? tanya Jimmy dengan mata yg sudah meneteskan airmata.
__ADS_1
Tak berselang lama, Keanu masuk ke ruangan itu di ikuti Dewi di belakangnya.
Mereka berdua kaget begitu melihat kondisi ayahnya Jimmy.
" Astagfirulloh "! ucap Dewi lirih lalu berpegangan pada lengan Keanu.
Bukan kondisi ayahnya Jimmy yg membuat Dewi kaget, melainkan dua sosok arwah perempuan yg saat ini berada di samping ranjang ayahnya Jimmy.
" Ada apa Dewi "? tanya Keanu cemas.
Dewi menatap mata Keanu sejenak. Dia kemudian berkata lirih di telinga Keanu.
" Ken, aku tidak ingin mendahului takdir. Tapi sepertinya Om Dave akan segera pergi dari dunia ini.
Amira dan ibunya sudah menunggunya "!.
Keanu kaget. Dia kemudian melihat kearah Jimmy dan ayahnya.
" Minta Jimmy untuk menuntun ayahnya mengucapkan kalimat syahadat Ken.
Mungkin ini sudah waktunya untuk pergi "! bisik Dewi lagi.
Dengan menahan airmatanya, Keanu berjalan pelan kearah Jimmy.
Dia kemudian berbisik di telinganya.
Tubuh Jimmy langsung menegang setelah mendengar bisikan dari Keanu.
Dia berbalik melihat kearah Dewi yg di balas anggukan kepala oleh Dewi.
" Ma "! panggil Jimmy dengan suara bergetar.
Jimmy menangkup wajah ibunya yg masih menangis di pelukannya.
Dia kemudian berbisik di telinga ibunya.
Anita menengadahkan wajahnya keatas. Tangisnya semakin pecah saat Jimmy menganggukkan kepala. Mereka berdua berpelukan sambil menangis saat menyadari kalau orang yg mereka sayangi akan segera pergi meninggalkan mereka.
Dengan dada yg begitu sakit Jimmy meminta ibunya untuk mengucapkan kata terakhir pada ayahnya.
" Pa, kalau memang Papa sudah mau pergi bersama Amira dan Mbak Kamila, Mama ikhlas Pa.
Mama minta maaf kalau selama ini Mama belum bisa menjadi istri yg baik untuk Papa. Mama juga sudah memaafkan semua kesalahan Papa selama ini.
Pergilah dengan tenang Pa, tunggu Mama di surga nanti "! ucap Anita sambil terisak di telinga Dave.
Anita menghambur ke pelukan Jimmy setelah mengucapkan salam perpisahan pada suaminya.
Tiba giliran Jimmy untuk mengucapkan perpisahan dengan ayahnya.
Dengan airmata yg terus membasahi wajahnya, Jimmy berbicara di samping telinga ayahnya.
" Pa, Jimmy ikhlas kalau Papa mau pergi. Jimmy sudah memaafkan semua kesalahan Papa.
Maafkan Jimmy juga atas semua kesalahan yg pernah Jimmy lakukan ke Papa.
Jaga adik dan Mama Kamila disana ya Pa. Jimmy sangat menyayangi kalian bertiga. Selamat jalan Pa ".
Kedua kaki Jimmy seperti tidak bertulang. Siapa yg tidak akan hancur melihat orangtua yg sangat di kasihinya berada dalam kondisi hidup dan mati.
Nafas Dave semakin tersengal. Bola matanya bahkan sudah memutih.
Tau jika ayahnya sudah tidak bisa bertahan lagi, Jimmy segera berbisik di telinga ayahnya.
__ADS_1
Dengan nafas tercekat Jimmy terus membimbing ayahnya untuk mengucapkan kalimat itu. Jimmy meraung begitu melihat tubuh ayahnya melemas.
" Papa "!! teriak Anita lalu memeluk tubuh Dave.
Dia menangis histeris saat suaminya telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Sementara Jimmy meletakkan kepalanya di samping wajah ayahnya sambil menangis terisak.
" Selamat jalan Pa, semoga Papa bahagya bersama adik dan Mama Kamila di surga "bisik Jimmy lirih.
Dewi meneteskan airmata saat melihat arwah ayahnya Jimmy berkumpul bersama Amira dan ibunya.
Dewi kemudian tersenyum dalam tangisnya saat ketiga ruh itu berjalan pergi menuju sebuah cahaya putih terang di depan mereka.
" Om, Tante, Amira, semoga Alloh menempatkan kalian bertiga di surga. Amiin ".
😭😭😭😭😭😭
😭
😭
😭
Setelah pihak rumah sakit menyelesaikan prosedur kepulangan jenazah ayahnya Jimmy, mereka langsung membawanya ke pemakaman.
Jimmy dan ibunya sepakat untuk tidak menunda pemakaman ayahnya.
Siang itu juga seluruh media dan stasiun tv ramai memberitakan tentang kematian seorang pembisnis besar di kota ini.
Tanpa orang lain ketahui, Dave Anderkson adalah seorang pendosa yg meninggal dengan membawa penyesalan yg sangat besar di hatinya.
Jimmy memandangi makam basah milik ayahnya dengan wajah sembab.
Dalam waktu singkat dia telah kehilangan orang-orang yg sangat dia sayangi. Airmatanya mungkin saat ini sudah habis untuk menangisi kepergian adik dan ayahnya.
Takdir kini telah membuat hidupnya menjadi kelabu. Takdir jugalah yg telah memberinya sebuah cerita yg begitu menyakitkan.
Menyeretnya masuk ke dalam jurang yg sangat gelap dan penuh kesedihan.
Entah dia masih sanggup atau tidak untuk bisa kembali menata hati dan hidupnya yg sudah hancur lebur di terpa badai yg begitu besar.
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
🌸
*Terkadang, satu kebohongan dalam hidup bisa berdampak pada satu kehidupan lainnya. Seperti halnya yg terjadi pada Keluarga Anderkson.
Seandainya Dave jujur pada Kamila dan kedua orangtuanya, mungkin cerita cinta mereka tidak akan berakhir tragis ssperti ini.
Tanpa Dave sadari, kebohongan yg telah dia lakukan dulu kini berimbas kepada putra dan putrinya.
Keduanya harus menerima konsekuensi dari perbuatan ayah mereka.
__ADS_1
Hati mereka telah di hancurkan oleh keegoisan ayah mereka sendiri. Membuat keduanya tersiksa oleh kesedihan.
Salam dari AIRMATA DENDAM*..........!!!!