Airmata Dendam

Airmata Dendam
Tentang orang itu


__ADS_3

Nadya sudar sadar dari pingsannya sejak semalam.


Saat ini dia sedang berdua bersama kekasihnya, Jimmy.


" Jim, apa kamu akan terus disini "?? tanya Nadya sambil menerima suapan buah dari Jimmy.


" Iya sayang " jawab Jimmy.


" Bagaimana dengan pekerjaan kantormu???


Keanu masih belum bisa bekerja Jim "!!.


" Aku masih memiliki Mona di kantorku sayang. Dia versi wanitanya Keanu " jawab Jimmy.


" Tapi Jim,,,


" Tidak ada tapi sayang. Aku akan tetap menjagamu disini sampai sembuh.


Aku tidak mau melihatmu terluka lagi. Cukup sekali ini " ucap Jimmy lirih.


Dia masih sangat trauma melihat Nadya tidak sadarkan diri dan berlumuran darah.


Dia tidak akan sanggup jika kembali melihat kekasihnya terluka.


" Baiklah kalau memang seperti itu keinginanmu. Sepertinya aku hanya bisa mengalah " jawab Nadya.


Dia tau kekhawatiran Jimmy padanya. Itu membuat perasaan cintanya semakin besar pada lelaki di sampingnya ini.


" Sayang, malam itu apa yg sedang kamu pikirkan sampai kamu terjatuh dari tangga "?? tanya Jimmy.


Nadya menelan ludah saat mengingat kejadian sebelum dia terjatuh di tangga. Wajahnya tiba-tiba memucat membuat Jimmy menjadi panik.


" Sayang, wajahmu kenapa pucat. Apa kepalamu sakit lagi "?? tanya Jimmy panik sambil memegang lengan Nadya.


" Jimmy,,, ak,, aku... " ucap Nadya terbata-bata.


Bayangan senyum mengerikan wanita yg menyerupai ibunya kembali menghantui pikirannya.


" Kamu kenapa sayang,, jangan membuat aku takut sayang "!!.


" Akkhhhh,,, Jimmy aku... Akkhhhh sakit "!! teriak Nadya sambil memegangi kepalanya.

__ADS_1


Jimmy menekan tombol intercom disebelah ranjang Nadya berulang kali. Dia sangat panik melihat Nadya berteriak kesakitan.


" Dokter,,, dokter,,, cepat kemari "!! teriak Jimmy sambil terus memegang lengan Nadya.


" Dokter.........."!!!! teriak Jimmy lagi.


Tak lama dokter masuk keruangan ini. Jimmy terus berada disamping Nadya yg masih kesakitan. Dia enggan meninggalkan Nadya yg saat ini wajahnya semakin pucat.


Jimmy terus memperhatikan wajah dokter yg sedang memeriksa keadaan Nadya.


" Apa yg terjadi dokter. Kenapa kekasihku berteriak kesakitan seperti ini "?? tanya Jimmy penasaran.


" Tuan, Nona Nadya barusaja mengalami gegar otak ringan setelah mengalami benturan saat terjatuh dari tangga. Sebaiknya Nona Nadya jangan diminta dulu untuk mengingat sesuatu. Takutnya terjadi pembekuan darah di kepalanya " jelas dokter setelah selesai memeriksa.


Jimmy merasa bersalah pada Nadya setelah mendengar penjelasan dokter. Dia menatap Nadya yg masih memegangi kepalanya tetapi sudah tidak berteriak kesakitan seperti tadi.


" Baiklah dokter, terima kasih "!!.


" Sama-sama Tuan. Kalau begitu saya permisi dulu " pamit dokter lalu pergi dari sana.


Jimmy duduk disebelah Nadya. Dia mengecup tangan Nadya yg terpasang selang infus.


" Maafkan aku sayang. Gara-gara perkataanku tadi kamu sampai harus kesakitan seperti ini " ucap Jimmy penuh penyesalan.


Nadya merasa seakan-akan ada yg sedang meremas luka di kepalanya.


" Aku tidak apa-apa Jimmy. Kamu tidak perlu minta maaf ".


" Aku tidak akan pernah menanyakan kejadian itu lagi padamu.


Aku tidak tega melihatmu kesakitan seperti tadi sayang ".


Nadya menganggukkan kepalanya. Tapi nanti kalau dirinya sudah sembuh, dia akan menceritakan semua kejadian yg dia alami pada Jimmy. Termasuk kejadian mengerikan di kantornya.


Braakkkkkkkkkkk


Saat Jimmy dan Nadya sedang berbicara, tiba-tiba pintu ruangan di buka dengan sangat keras. Membuat mereka berdua sangat terkejut.


" Apa-apaan kamu, Dewi "!! bentak Jimmy saat tau kalau Dewilah yg membuka pintu begitu keras.


" Maafkan aku Jimmy, Nadya. Ini sangat gawat "!! jawab Dewi panik.

__ADS_1


" Dewi, katakan dengan perlahan. Atur nafasmu dulu " ucap Nadya yg melihat nafas Dewi tidak beraturan.


Dewi segera mengikuti perintah Nadya. Dia menarik lalu membuang nafasnya perlahan-lahan. Setelah cukup tenang, dia kembali bicara pada Jimmy.


" Jimmy, kamu harus ikut denganku sekarang juga "!!.


" Aku tidak bisa " jawab Jimmy.


" Tapi ini sangat penting Jim "!! ucap Dewi ngotot.


" Apa kamu tidak bisa melihat kalau aku sedang menjaga Nadya Wi "?? tanya Jimmy kesal.


" Aku tau Jim. Tapi sekarang kita harus segera menangkap orang itu. Hanya ini satu-satunya kesempatanmu "!!.


" Orang apa yg kamu maksud Wi "?? timpal Nadya.


" Orang yg telah mencelakai Keanu Nad. Sekarang dia sedang mengincar orangtua Jimmy. Karena itulah aku mengajak Jimmy untuk segera menangkap orang itu sebelum terlambat "!!.


Jimmy membulatkan matanya saat mendengar perkataan Dewi. Kemarahannya kembali muncul saat tau jika orang itu kembali mengincar orang terdekatnya.


" Kurangajar. Kalau begitu ayo kita pergi. Aku akan membunuhnya jika dia berani menyentuh orangtuaku "!!.


" Jimmy, Dewi... Kalian berdua berhati-hatilah. Jangan lupa hubungi para pengawalmu untuk membantumu Jim "!! ucap Nadya.


" Iya sayang. Kalau begitu aku pergi dulu " jawab Jimmy lalu mencium kening Nadya.


" Aku pergi dulu Nad "!! pamit Dewi.


Nadya menatap kepergian Jimmy dan Dewi dengan perasaan yg tidak menentu. Dia sangat khawatir pada keselamatan mereka berdua.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2