
Saat Jimmy dan Nadya bertanya-bertanya siapa pelaku kecelakaan Keanu, di tempat lain Dewi sedang bicara serius bersama bapak dan kakak lelakinya.
Ibunya memilih meninggalkan mereka bertiga karena tidak tau-menau tentang dunia ghaib. Bapaknya yg kebetulan memiliki indra keenam menurun kepada Dewi dan kakaknya.
"Jadi apa yg mau kamu bicarakan dek "?? tanya Hendi, kakaknya.
" Mas, beberapa hari ini ada sosok yg selalu datang mengganggu Dewi. Itu berawal saat Dewi mencoba mengingatkan seorang laki-laki.
Laki-laki itu tidak sadar ada iblis jahat yg sedang mengikutinya " jawab Dewi.
"Lalu, apa yg di katakan sosok itu ke kamu dek "??.
" Sosok itu memperingatkan ke Dewi jangan ikut campur. Dia bilang akan mencelakai semua orang yg mencoba membantu laki-itu itu mas ".
" Astagfirullohaladzim,, kenapa bisa seperti itu ya pak "?? tanya Hendi pada bapaknya.
" Hmmm,, bapak juga kurang paham Hen. Wong bapak aja belum melihat sosoknya " jawab bapaknya.
"Ya sudah gini saja, mas akan coba masuk ke dalam pikiran kamu dek. Kamu fokuskan pikiran kamu ke orang yg di ganggu sosok itu. Siapa tau Alloh mengizinkan mas Hendi untuk bertemu sosok tersebut " ucap Hendi memberi solusi.
"Iya mas ".
" Jangan lupa kalian baca do'a dulu. Niat baik harus diawali dengan do'a. Minta perlindungan dari Gusti Alloh "!! ingat bapaknya.
"Nggeh pak "! ! jawab Dewi dan kakaknya.
Setelah membaca do'a, Dewi lalu memejamkan matanya. Kemudian diikuti kakaknya yg juga menutup matanya sambil memegang tangan Dewi.
Sementara bapaknya mencoba menyalurkan kemampuan kepada kedua anaknya.
Hampir 1 jam mereka melakukan hal itu. Keringat tampak membasahi wajah Hendi dan bapaknya.
Tak lama kemudian, Hendi yg pertama kali membuka mata. Disusul Dewi kemudian bapaknya.
" Apa mas Hendi bisa melihat sosok itu "?? tanya Dewi.
Hendi menatap kearah bapaknya. Dewi penasaran saat bapaknya menggelengkan kepala kearah kakaknya.
__ADS_1
" Mas, pak, ada apa. Kenapa nggak jawab pertanyaannya Dewi "??.
" Nduk, kamu itu masih belum mampu mengendalikan hati dan pikiranmu.
Belum saatnya kamu tau " jelas bapaknya.
"Maksudnya bapak bagaimana, Dewi nggak ngerti ".
" Dek, sosok itu bener-bener jahat. Kamu harus waspada. Dia sangat dendam sama orang itu " sahut kakaknya.
"Alasannya apa mas "??.
" Belum waktunya kamu tau dek. Seperti yg bapak bilang, hati dan pikiran kamu masih lemah. Takutnya kamu nggak kuat malah ".
" Iyo nduk, dengarkan apa kata bapak sama masmu. Ini demi kebaikan kamu nduk " timpal bapaknya.
"Nggeh pak Dewi paham. Lalu sekarang solusinya bagaimana pak??? Apa Dewi harus diam saja melihat mas itu di ganggu "??.
Kakaknya tampak menarik nafasnya lalu diam sejenak. Bapaknya juga hanya diam melihat kearah kakaknya.
" Sudah tidak jalan lain Hen selain diurus sampai tuntas. Opo yo sampeyan tegel nek sampek adikmu kepiye-piye(apa kamu tega kalau sampai adikmu kenapa-kenapa) "??.
" Tapi adek juga belum sanggup pak kalau ikut Hendi. Pikiran adek masih lemah, takutnya malah nggak bisa kontrol diri. Sosok itu kejam. Bener-bener kejam ".
" Tapi ya kalau adikmu nggak di ajak, malah tambah bahaya to Hen. Adikmu itu nggak sekuat kamu. Adikmu kui perawan, tenogone ndak iso mbok bandingne karo wong lanang (adikmu itu perempuan, tenaganya nggak bisa di bandingkan dengan laki-laki). Paham Hen "?? tanya paham.
" Paham pak. Sini dek duduk samping mas Hen ".
Dewi lalu duduk di samping kakaknya. Kakaknya lalu memintanya menutup mata. Rupanya Dewi sedang diberikan pagar pelindung supaya pikirannya tidak mudah dirasuki gangguan dari setan.
" Sudah dek, buka matamu ".
" Iya mas ".
Kakaknya mengusap rambutnya Dewi sambil tersenyum.
" Kamu nanti perbanyak sholat sama dzikir malam ya dek. Nanti mas kasih tau amalannya. Mas juga akan jagain kamu dari sini ".
__ADS_1
" Nggeh mas ".
Mereka bertiga kemudian meminum teh yg di siapkan ibunya. Ternyata tenaga mereka lumayan banyak terkuras. Sejenak mereka melepas lelah dengan saling bercanda.
" Oalah pak Hendi sekarang baru ingat dimana pernah bertemu sosok itu "!! ucap kakaknya tiba-tiba.
" Dimana Hen "??.
" Di desa sebelah pak. Waktu itu hampir maghrib, soalnya Hendi baru pulang dari rumah Bu Tati mengantar pesanan mereka pak. Sosok itu membawa aura yg sangat gelap disana. Hendi saja sampai muntah darah saat di serang " jawab kakaknya.
"Lho, apa hubungan sosok sama laki-laki itu di desa sini ya mas. Setau Dewi orang itu asli orang kota. Wajahnya saja kayak bule mas, nggak mungkin kan asalnya dari desa seperti kita "?? sahut Dewi.
Kaget saat tau kalau kakaknya pernah bertemu sosok itu tak jauh dari rumah mereka.
" Mas juga nggak tau dek. Bisa saja mereka memang memiliki hubungan ".
" Apa laki-laki itu pacarnya sosok itu ya mas "?? tebak Dewi.
" Huss, kalian ini kok malah ngomong yg bukan-bukan. Jangan seudzon sama orang lain, nanti timbulnya fitnah "!! omel bapaknya.
" Nggeh pak "!! jawab Dewi dan kakaknya serempak lalu tertawa pelan.
Bapaknya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak-anaknya.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1