Airmata Dendam

Airmata Dendam
Tragedi 1


__ADS_3

Amira yg berjalan menunduk sambil menangis tak sengaja menabrak dua orang lelaki di depannya.


"Maaf kak, Amira nggak sengaja " ucap Amira pada dua lelaki yg di tabraknya.


Karena tak ada jawaban, akhirnya Amira menatap kearah dua orang lelaki yg sedang menatapnya dengan tatapan aneh.


Amira bergidik ngeri saat menyadari jika orang yg dia tabrak sedang tidak dalam kondisi normal. Aroma alkohol menguar jelas dari tubuh mereka.


"Hei adik manis, sedang apa kamu sendirian ditempat sepi ini " ?? tanya salah satu dari dua lelaki itu.


"Ma.. maaf saya permisi " ucap Amira sambil berjalan mundur menghindari dua lelaki itu yg berjalan mendekatinya.


Insting Amira mengatakan jika kedua lelaki ini memiliki niat buruk kepadanya.


"Mau pergi kemana adik adik manis. Ayo sini temani kakak "!!.


" Lepaskan, jangan sentuh saya "!!!.


Amira menarik tangannya yg hampir saja disentuh salah satu lelaki tersebut.


Tubuh Amira gemetar saat melihat seringai dibibir lelaki itu.


" Hahhaha, ayolah adik manis, jangan sok jual mahal. Ikutlah dengan kakak-kakak yg tampan ini ".


" Benar adik manis, menurutlah.


Dijamin adik manis pasti akan ketagihan setelah merasakannya. Hahahhahahhha "!!!!!!.


" Tolong jangan ganggu saya.


Tolong biarkan saya pergi. Ayah saya pasti sudah menunggu saya ".


Wajah Amira pucat pasi saat mendengar ucapan kedua lelaki itu. Dia bukan tidak tau apa maksud dari ucapannya. Kedua lelaki ini sedang berusaha untuk melecehkannya. Amira mencoba berfikir tenang di tengah-tengah ketakutannya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja terfikir untuk sedikit mengulur waktu supaya dia bisa mencari celah untuk kabur dari mereka.


" Jangan takut adik manis, kakak yg tampan ini pasti akan melepaskan kamu.


Tapi setelah kamu memuaskan kakak tampan ini. Bagaimana, ide yg bagus bukan, hahhahahahahhaaaaaa "???!!!!!.


" Sudah To jangan buang-buang waktu. Aku sudah tidak sabar untuk menikmati adik manis ini. Tubuhnya terlihat sangat menggoda "!! ucap salah satu lelaki yg berambut gondrong.


Amira terkejut saat mendengarnya. Matanya bergerak gelisah. Bingung, takut dan cemas. Matanya menatap sekeliling, sangat sepi. Ingin berteriak pun sepertinya percuma. Saat ini dia sedang berada di jalan setapak yg jauh dari pemukiman warga.


" Jangan takut adik manis, kakak tidak akan menyakitimu. Tapi kakak akan memuaskanmu " rayu lelaki itu sambil mencolek dagu Amira.


"Jangan sentuh-sentuh saya "!! teriak Amira panik.


" Hahahhaaaa, aku suka wanita yg bisa memberontak To. Wahh, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi tubuhnya ini "!! timpal lelaki satunya lalu menarik tangan Amira.


" Lepaskan tanganku, lepaaaassss "!!!!!!!


Amira berteriak sambil berusaha melepaskan tangan lelaki itu dari tangannya. Matanya mulai meneteskan airmata mendapat perlakuan seperti ini. Dia sangat ketakutan saat mendengar tawa kedua lelaki yg terus berusaha menyentuh tubuhnya.


"Bunda, ayah, tolong Amira "!!! teriak Amira pilu.


" Hahaha, adik manis ayah dan bundamu tidak ada di sini. Lebih baik kita bersenang-senang saja. Hahahhaha "!!!!!.


" Tolong.... Tolong.... "!!!!!!.


Amira semakin panik saat salah satu dari mereka berhasil menarik baju yg dia kenakan. Mata mereka melotot saat sebagian dada Amira terlihat akibat bajunya yg di robek.


Melihat ada sedikit celah, tanpa pikir panjang Amira menendang kuat kearah ************ mereka yg masih diam melihat kearah dadanya.


" Awwww.... "!!!! teriak mereka sambil meringis memegangi ************ mereka.


Amira segera berlari kencang begitu pegangan mereka terlepas. Dia berlari tanpa arah. Yg ada di fikirannya sekarang adalah bagaimana cara untuk bisa melarikan diri dari para ******** itu.

__ADS_1


" Ayah.... tolong Amira ayah " batin Amira sambil terus berlari.


Amira kemudian melihat batu besar di dekat semak hutan. Dia lalu bersembunyi di balik batu itu.


Dua lelaki yg tadi kesakitan akibat tendangan Amira kini mulai berlari mengejar Amira. Mereka berteriak memanggil Amira disertai umpatan yg begitu kasar.


Amira yg mendengar suara mereka tak jauh dari tempatnya bersembunyi sekarang, semakin ketakutan.


"Adik kecil, keluarlah sayang. Jangan membuat kakak menunggu lagi "..


Amira menangis tanpa suara saat mendengar mereka. Dia membungkam mulutnya supaya tidak mengeluarkan suara.


" Ayah, tolong aku yah ".. batinnya.


" Ketemu. Hahahahahahha ".........


Tubuh Amira kaku saat salah satu dari mereka berhasil menemukannya. Saat Amira mencoba melawan, dengan kasar mereka menarik rambut Amira lalu membenturkan kepalanya pada batu besar di sampingnya.


Tubuh Amira terhuyung-huyung akibat benturan di kepalanya yg sudah mengeluarkan darah.


Di tengah-tengah rasa sakitnya, Amira seperti mendapat kekuatan saat mendengar tawa mereka sambil berbicara kata-kata kotor untuknya. Dia melihat sepotong kayu disamping batu. Tanpa pikir panjang, Amira segera mengambil kayu itu lalu memukul kepala dua lelaki yg masih sibuk merendahkannya.


" Ayah,, tunggu Amira ayah " ucap Amira lirih sebelum akhirnya tubuhnya ambruk di samping dua lelaki yg di pukulnya tadi.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani

__ADS_1


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2