
Pagi ini, Dave sengaja tidak masuk kantor karena ingin menemani Kamila ke rumah sakit.
Hari ini adalah jadwal pemeriksaan rutin istrinya, jadi Dave tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bisa mendengarkan suara detak jantung bayi mereka.
Di dalam perjalanan ke rumah sakit, Dave tidak henti-hentinya mengusap perut istrinya yg mulai terlihat membesar.
Kehamilan istrinya sekarang sudah memasuki usia lima bulan.
" Sayang, tinggal beberapa bulan lagi adiknya Jimmy akan segera lahir " ucap Dave sambil terus mengusap perut istrinya.
" Iya Kak, aku sudah tidak sabar menunggunya datang ke dunia ini ".
" Kali ini apa kamu juga sudah menyiapkan nama untuk bayi kita "? tanya Dave.
" Sudah Kak ".
" Siapa sayang "?.
" Namanya Amira Anderkson Kak " jawab Kamila.
" Kenapa hanya satu "? tanya Dave heran.
" Karena aku sangat yakin kalau anak kita perempuan " jawab Kamila sambil tersenyum bahagya.
Dave ikut tersenyum setelah melihat istrinya. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar sambil terus mengusap perut istrinya.
Tak lama kemudian, mereka telah sampai di rumah sakit.
Dengan penuh perhatian Dave membantu Kamila keluar dari mobil lalu menggandeng tangannya memasuki rumah sakit.
Karena Dave sudah membayar dokter khusus untuk merawat kehamilan istrinya, jadi mereka tidak perlu mengantre. Mereka langsung di bawa masuk ke ruangan dokter oleh salah satu perawat.
" Selamat pagi Pak Dave, Bu Kamila " sapa dokter ramah.
" Pagi dokter " jawab Kamila.
Dave hanya tersenyum kemudian menarik kursi untuk istrinya duduk.
Dokter kemudian segera melakukan pemeriksaan pada Kamila. Dahi dokter tampak mengernyit sambil memegang detak nadi di tangan Kamila.
" Ada apa dokter "? tanya Dave merasa was-was saat melihat ekpresi di wajah dokter itu.
" Sebaiknya kita segera melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Ibu Kamila " jawab dokter lalu segera memanggil perawat.
Dave dan Kamila saling berpegangan tangan. Mereka berpandangan dengan raut wajah yg sama-sama terlihat sangat takut dan khawatir.
Dokter lalu meminta Kamila untuk berbaring di ranjang.
Salah satu perawat mengambil darah Kamila lalu membawanya ke labolatorium untuk di periksa.
Sedangkan dokter dan satu perawat lagi melakukan USG pada janin di dalam rahim Kamila.
__ADS_1
Dave menunggu dengan sangat gusar sambil terus memperhatikan gambar janin yg berada di depannya.
Setelah pemeriksaan itu selesai, Dave dan Kamila di minta untuk menunggu hasilnya di luar ruangan.
Hampir satu jam lebih mereka berdua menunggu dengan perasaan tidak menentu sebelum akhirnya perawat meminta mereka untuk kembali masuk menemui dokter.
" Apa yg terjadi dengan kandungan istri saya dokter "?? tanya Dave begitu mereka duduk di depan dokter.
" Begini Pak Dave, setelah kami melakukan pemeriksaan, kami menemukan adanya sel kanker yg hidup di dalam rahim Ibu Kamila.
Kemungkinan sel kanker itu berasal dari sisa-sisa penyakit kista yg dulu pernah ada di salah satu rahim yg sudah diangkat "! jawab dokter.
" Kan, kanker dok "?? tanya Dave lirih.
Dave menelan ludah begitu dokter menyebutkan nama penyakit yg sangat mematikan itu kini tengah hidup di dalam tubuh istrinya.
Sedangkan Kamila sangat syok mendengar berita itu.
Matanya mulai memanas.
" Iya Pak Dave, kanker yg berada di rahim istri bapak termasuk kanker dalam golongan ganas.
Kita harus secepatnya melakukan tindakan untuk menyelamatkan nyawa istri bapak "!.
" Tindakan apa itu dokter "? tanya Dave dengan wajah penuh keringat dingin.
" Kita terpaksa harus mengeluarkan janin dari dalam rahim istri bapak " jawab dokter lalu menatap kearah Kamila.
" Iya Pak Dave. Hal itu harus secepatnya di lakukan supaya istri bapak bisa segera melakukan pengobatan kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker yg berada di dalam tubuh istri bapak "!!.
" Apakah tidak ada jalan lain selain aborsi "?! tanya Dave lemas.
" Tidak ada Pak Dave, janin itu juga tidak akan kuat jika harus menerima dampak pengobatan kemoterapi yg akan di lakukan oleh istri bapak nanti.
Jika tidak di aborsi, itu malah akan semakin membahayakan nyawa Ibu Kamila "! jawab dokter.
" Tidak, aku tidak mau "!! teriak Kamila histeris sambil memgangi perutnya.
Kamila sampai berdiri saking terkejutnya begitu dokter mengatakan akan mengaborsi bayi mereka.
" Kak Dave, aku tidak mau kehilangan bayiku Kak. Aku tidak mau.
Kalian tidak boleh merebutnya dariku "!! teriak Kamila sambil menangis kencang.
Hancur sudah harapannya jika harus kehilangan buah hatinya sekarang. Sudah cukup dia kehilangan rahimnya, dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan satu-satunya harapan di hidupnya ini.
" Kamila sayang, aku juga tidak mau kehilangan anak kita. Ini terpaksa di lakukan untuk menyelamatkan nyawamu sayang " bujuk Dave mencoba untuk menenangkan istrinya yg sedang sangat syok.
" Tidak Kak Dave, apapun yg terjadi aku akan tetap mempertahankan bayiku.
Aku tidak akan pernah mau melakukan kemoterapi, aku tidak akan mau "!!.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu, Kamila berlari keluar dari ruangan itu dengan terisak-isak. Dave yg melihat istrinya pergi begitu saja segera mengejarnya setelah berpamitan pada dokter di sana.
Dengan hati yg sangat hancur Dave mengejar Kamila yg sedang berlari di koridor rumah sakit.
Dengan cepat dia merengkuh tubuh istrinya yg gemetaran.
" Sstttt, tenanglah Kamila. Jangan berlari seperti ini, pikirkan bayi di dalam perutmu "!! bujuk Dave sambil menciumi puncak kepala istrinya.
" Aku tidak mau kemoterapi Kak, aku tidak mau kehilangan bayi kita. Kita harus mencari jalan lain selain kata dokter itu " ucap Kamila sambil menangis tersedu-sedu.
" Iya-iya sayang, aku pasti akan mencarikan dokter yg lebih hebat tanpa harus mengorbankan bayi kita ya.
Sekarang kamu tenang, kita pulang kerumah "!.
Dave terus memeluk istrinya yg masih menangis.
Entah kenapa Tuhan begitu tidak adil padanya dan juga istrinya. Baru sebentar mereka merasakan kebahgyaan, sekarang Tuhan sudah kembali mengirimkan badai yg jauh lebih besar dari sebelumnya. Dave tau penyakit kanker bukanlah penyakit yg bisa dengan mudah di hadapi.
Sekarang yg bisa dia lakukan hanyalah menenangkan istrinya terlebih dahulu sebelum memutuskan tindakan apa yg akan dia ambil demi keselamatan nyawa istrinya.
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta,, ternyata perjalanan kehamilan Kamila tidak bisa berjalan lancar.
Coba kalian tebak, kira-kira tindakan apa yg akan di ambil oleh Dave??
a. aborsi
b. berobat ke luar negeri
c. tidak melakukan apa-apa
Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, like, comment dan rate bintang lima di novel ini.
Follow juga akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0957-5844-6308
Mohon dukungannya juga untuk novel terbaru author yg berjudul " History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA).
Jangan lupa juga untuk di vote, like, comment dan rate bintang lima ya.
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.
__ADS_1