Airmata Dendam

Airmata Dendam
Secercah harapan


__ADS_3

"Kak Amira mau pergi kemana "??.


Amira menoleh kearah pintu. Dua orang anak kecil tengah berdiri sambil menatapnya kearahnya.


Yahh, Amira memang sedang bersiap-siap untuk pergi menemui ayahnya. Setelah kedatangan Bu Tati, Amira begitu semangat menjalani hari-harinya. Dia sudah menunggu hari ini tiba selama 4 hari.


"Miko, Viola sini " jawab Amira sambil melambaikan tangan kearah dua bocah itu.


Amira tersenyum kepada kedua adiknya. Amira adalah anak panti paling besar, sedangkan Miko dan Viola adalah yg paling kecil. Miko 1 tahun lebih tua dari Viola.


"Kakak mau kemana, Miko boleh ikut nggak "?? tanya Miko lagi.


" Kakak mau pergi sebentar sayang. Miko disini dulu ya temenin bunda dan Viola " jawab Amira.


"Kak, Miko ikut ya. Kalau kak Amira sakit lagi bagaimana. Siapa yg akan jagain kakak "??.


Amira mencium gemas pipi adiknya. Dia tersenyum penuh sayang kearah adiknya yg masih kecil tetapi sudah mampu menghkawatirkannya.


" Kakak nggak akan sakit Miko. Lihat, sekarang kakak sudah kuat lho seperti superman " ucap Amira lalu mengangkat tubuh kecil adiknya dan mengayun-ayunkannya diudara.


"Hahha... hhahaa....


Kak Amira lagi kak "!! teriak Miko sambil tertawa saat tubuhnya diangkat oleh Amira. Amira yg memang sedang bahagya kembali mengayunkan tubuh adiknya ke atas.


Dia baru berhenti saat merasakan sebuah tarikan pada bajunya.


"Kak Rara, princes juga mau diangkat seperti Kak Miko " ucap gadis kecil yg sempat terlupakan keberadaannya oleh Amira.


"Ah, maafin kakak princes.


Kakak lupa.


Ya sudah sini, kakak akan membawa princes terbang ".


Amira menurunkan Miko kemudian mengangkat tubuh mungil gadis kecil itu. Kembali kamarnya riuh dihiasi oleh tawa Amira dan kedua adiknya. Saking bahagyanya, mereka bertiga sampai tak menyadari kehadiran bunda mereka yg kini sedang tersenyum melihat kebahagyaan diwajah anak-anaknya.

__ADS_1


" Ehhmmm,, ehhhmmmm "...


Amira yg mendengar suara deheman segera menghentikan permainannya.


Bibirnya tersenyum manis kearah pintu kamarnya.


" Bunda " panggilnya.


"Sepertinya bunda di lupakan ".


Amira segera berjalan kearah bundanya lalu memeluknya.


Usapan halus dia rasakan di punggungnya. Tak lama, kaki Amira digelayuti dua orang adiknya. Rupanya mereka berdua tak mau kalah saat melihatnya berpelukan dengan bundanya.


" Bunda, Miko juga ingin di peluk " rengek adiknya.


"Princes juga mau peluk bunda dan Kak Rara ".


Amira dan bunda tertawa melihat tingkah manja kedua adiknya. Amira lalu melepaskan pelukan pada bundanya lalu berjongkok dan memeluk kedua adiknya.


" Sudah semua bunda " jawab Amira.


"Berapa lama kamu akan tinggal disana sayang "??.


Amira terdiam. Dia tidak tahu akan berapa lama tinggal disana. Sebenarnya dia juga sedikit takut kehadirannya akan kembali di tolak oleh ayahnya. Akan tetapi, dia meyakinkan hatinya jika ayahnya akan menerimanya. Dia yakin jika tidak ada orangtua yg akan membenci darah dagingnya sendiri selamanya.


Dan dia berharap kegigihannya akan melunturkan kebencian ayahnya itu.


" Bawa secukupnya sayang.


Kira-kira untuk satu minggu dulu " ucap bunda membuyarkan lamunan Amira.


"Apa ayah akan menerima Amira ya bun "?? tanya Amira ragu.


Amira bingung. Dia menatap dua anak kecil yg diam mendengarkan percakapannya.

__ADS_1


" Yakin dan percaya saja pada Alloh nak. Serahkan semua padanya. Bunda yakin, Alloh pasti akan membuka pintu hati ayahmu nanti " hibur bunda.


"Kalau seandainya ayah menolak Amira, apa yg harus Amira lakukan "??.


" Kembali kemari. Disini kamu punya rumah yg selalu terbuka lebar untukmu. Bunda dan adik-adikmu akan selalu menerimamu sayang ".


Saat mereka sedang berbincang, salah seorang anak panti tiba-tiba memanggil Bu Fatimah dan Amira. Memberitahu jika ada sebuah mobil datang ke panti. Mereka semua segera datang menghampiri mobil itu yg ternyata adalah Bu Tati dan sopirnya.


Setelah berpamitan kepada bunda dan adiknya, Amira segera masuk kedalam mobil untuk berangkat menuju kerumah ayahnya.


Dia mencium tangan Bu Tati begitu duduk didalam mobil dan akhirnya mobil mulai melaju meninggalkan panti asuhan.


" Bismillahirrohmannirrokhim " ucap Amira.


"Ayahmu pasti akan menerimamu Ra " ucap Bu Tati sambil tersenyum kearah Amira.


"Terima kasih Bu, Ibu seperti malaikat untuk Amira ".


" Kamu gadis yg sangat baik, Alloh pasti akan selalu memberi kemudahan untukmu. Jangan putus untuk selalu berdoa sayang "....


" Ammiinnn... Iya Bu ".


Bibir Amira terus tersenyum selama perjalanan. Hatinya terasa di penuhi bunga-bunga. Bu Tati yg melihat kebahagyaan yg terpancar di wajah Amira, tersenyum sambil berdoa di dalam hati. Berharap semoga kenyataan yg akan di terima oleh gadis di sebelahnya tidak membuat hatinya terluka nanti.


Hallo para reader's tercinta...


Jangan lupa untuk vote, like dan comment ya di novelku ini.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2