
Pagi ini tepat satu hari sebelum pernikahan Melati di gelar. Melati memilih mengikuti keinginan orangtuanya untuk menikah di rumah kepala desa.
Jimmy yg saat itu baru selesai mandi, samar-samar mendengar suara tangisan di ruang tamu. Dia mengintip melalui celah bambu rumah ini.
" Terus nasibnya Eneng bagaimana sekarang Pak "??.
" Bapak juga tidak tau Neng.
Tiba-tiba subuh tadi orangtuanya Rama datang ke rumah. Mereka ingin membatalkan pernikahan ini karena mereka mendengar kabar ada laki-laki lain yg tinggal satu rumah dengan Eneng ".
" Apa bapak sudah menjelaskan siapa yg tinggal di rumah Eneng "??.
" Sudah Neng, tapi mereka tidak percaya. Mereka bilang tidak mau mendapatkan menantu bekas orang lain ".
Jimmy terbelalak. Rupanya yg sedang berbicara di ruang tamu adalah pak kepala desa. Melati menangis karena pernikahan mereka di batalkan sepihak. Keluarga calon suami Melati mengira dirinya dan Melati sudah melakukan zina rumah ini.
" Tapi Eneng dan aa' tidak melakukan apapun pak. Eneng hanya menolong aa'. Semua warga juga tau hal itu ".
" Iya Neng bapak juga tau siapa aa'. Tapi juragan Keling dan istrinya tetap menganggap kalau Eneng itu sudah tidak suci lagi.
Mereka tetap kekeh mau membatalkan pernikahan ini ".
" Hikss,, hikss,, bagaimana ini pak. Hari pernikahannya besok, mau di taruh dimana muka Eneng pak "??.
Hati Jimmy sakit mendengar tangisan Melati. Bagaimanapun, keberadaannyalah yg membuat pihak lelaki ingin membatalkan pernikahan itu.
" Yg sabar ya Neng, bapak sama semua warga tau kalau Eneng itu gadis baik-baik. Keluarga Juragan Keling saja yg buta tidak bisa melihat mana yg benar dan mana yg salah ".
" Hikss,, tapi pak kalau pernikahan ini di batalkan oleh pihak mereka,, tidak akan adalagi yg mau menikah sama Eneng.
Semua orangtua pasti menganggap Eneng pembawa sial jika menjadi bagian keluarga mereka. Hikksss,,,,, "!!!!.
" Pamali Neng bicara seperti itu. Bapak yakin, suatu hari pasti akan ada orang baik yg mau menerima Eneng apa adanya.
Eneng gadis yg baik, Tuhan pasti sayang sama Eneng ".
__ADS_1
Jimmy yg menguping pembicaraan itu merasa sangat bersalah pada Melati. Seandainya dia tidak datang ke desa ini, Melati pasti tidak akan di permalukan seperti ini oleh keluarga calon suaminya.
" Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak bisa membiarkan Melati diinjak-injak harga dirinya. Dia sudah sangat banyak menolongku selama ini "!! batin Jimmy.
Jimmy segera melangkah keluar menemui kepala desa dan Melati.
Hatinya seperti di iris melihat Melati yg sedang menangis tersedu-sedu.
" Saya yg akan bertanggungjawab Pak.
Besok saya yg akan menggantikan calon mempelai laki-laki itu "!! ucap Jimmy tegas.
Ya, dia memutuskan untuk mengambil alih pernikahan ini. Dia tidak bisa membiarkan Melati kehilangan harga dirinya di hari pernikahan besok.
" Aa' bicara apa, jangan ngawur "!! sahut Melati syok.
Jimmy menatap Melati dan kepala desa yg sedang terkejut setelah mendengar kalau dia yg akan menikahi Melati besok.
" Iya,, jangan sembarangan bicara a' "!! timpal kepala desa.
Saya sungguh-sungguh ingin menikahi Eneng "!!.
" Kenapa aa' mau menikahi Eneng a'????
Apa aa' merasa bersalah pada Eneng "?? tanya Melati lalu kembali menangis.
Jimmy terdiam. Memang benar apa yg dia lakukan sekarang karena rasa bersalah pada Melati.
Tapi di sisi lain, itu karena dia telah menyimpan perasaan lebih untuk Melati.
" Tidak Neng, awalnya memang seperti itu. Tapi aku benar-benar ingin menikah karena aku mencintaimu Neng. Kebersamaan kita selama ini membuat aku merasa nyaman " jelas Jimmy.
Melati terkejut saat mendengar pengakuan Jimmy. Dia kemudian menatap kearah kepala desa. Kepala desa kemudian menganggukkan kepalanya pada Melati.
" Tapi bagaimana dengan pacar aa' di kota "?? tanya Melati lirih.
__ADS_1
Jimmy tiba-tiba teringat Nadya. Sejenak perasaan bersalah muncul untuk Nadya.
Tapi dia tidak mungkin mengorbankan harga diri seorang gadis yg telah menyelamatkan nyawanya. Biarlah itu akan menjadi urusannya dengan Nadya nanti.
" Biar nanti aku yg akan menjelaskannya. Eneng tidak perlu khawatir soal itu " jawab Jimmy yakin.
Setelah mereka menikah, Jimmy akan membawa Melati ke kota. Jika nantinya Nadya membencinya, dia akan menerima semua kebenciannya itu. Karena saat ini posisinya sangat sulit dan tidak ada jalan lain lagi.
" Apa a' Jimmy yakin untuk menikahi Eneng besok "?? tanya kepala desa.
" Saya yakin pak "!!.
" Tidak akan menyesal suatu hari nanti "!??.
" Tidak "!!.
" Baiklah kalau aa' sudah yakin, saya hanya bisa mendoakan yg terbaik untuk kalian. Malam ini Eneng akan menginap di rumah saya.
Bagaimanapun calon pengantin harus di pingit terlebih dahulu " ucap kepala desa.
" Baik pak "!! jawab Jimmy.
Setelah itu, Melati segera mengemas beberapa barang miliknya untuk di bawa kerumah kepala desa. Sebelum pergi, Jimmy kembali menyatakan keseriusannya untuk menikah dengan Melati. Dia tersenyum lega saat melihat raut wajah Melati yg terlihat sangat bahagya.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308