Airmata Dendam

Airmata Dendam
Hilang akal


__ADS_3

Pak Burhan memimpin do'a setelah jenazah Amira selesai di kuburkan.


Do'a yg sedang mereka panjatkan untuk Amira di iringi dengan rintikan air hujan.


Langit seperti ikut menangisi kepergian gadis tidak bersalah itu.


" Saya mewakili keluarga besar almarhumah Amira, ingin meminta keikhlasan hati dari para warga desa untuk memaafkan semua kesalahan yg mungkin pernah di lakukan oleh almarhumah Amira semasa hidup.


Jika ada warga yg merasa memiliki sangkutan dengan almarhumah, silahkan untuk datang menemui keluarganya ".


Pak Burhan menutup pemakaman Amira dengan meminta maaf atas nama Amira kepada para warga desa.


" Pak Dave,mari kita pulang. Sepertinya hujan akan segera turun " ucap Pak Burhan mengajak ayah Amira untuk kembali ke rumah.


Dave hanya diam sambil menatap nisan yg bertuliskan nama putrinya.


Di atas makam di letakkan sebuah foto milik Amira yg sedang tersenyum manis.


" Putriku sayang " bisik Dave.


Semua orang merasa berat untuk melangkahkan kaki pergi dari tempat ini. Semuanya seakan tidak rela berpisah dengan Amira.


" Pak Dave, ayo kita pulang " ajak Pak Burhan lagi.


Tiba-tiba hujan turun dengan deras. Semua orang segera berlari mencari tempat berlindung, kecuali Dave.


Dia tidak mempedulikan air hujan yg mengguyur tubuhnya. Matanya terus menatap makam putrinya yg masih basah.


" Amira, apa kamu sedang kedinginan sekarang "??.


Tanpa semua orang sadari, Dave mengalami guncangan besar di batinnya.


Perasaan bersalah telah membuat akal sehatnya pergi.


" Apa kamu mau ayah menemanimu nak "??.


Dave duduk di sebelah makam Amira.


Dia kemudian mengambil foto Amira lalu memeluknya dengan sangat erat.


" Apa kamu tau Amira, wajahmu mirip sekali dengan wajah ibumu.


Ayah beruntung memiliki dua wanita yg sangat cantik di hidup ayah ".


Dave berbicara dengan dirinya sendiri. Dia melupakan kenyataan kalau putrinya sudah tiada.


" Sayang, maafkan ayah ya kalau ayah selalu marah padamu.


Sebenarnya ayah mencintaimu, tapi ayah tidak bisa melihatmu.


Ayahmu ini sangat bodoh bukan "??.


Tangan Dave beralih mengusap nisan milik Amira.


Bibirnya menyunggingkan senyum yg terlihat menyedihkan.


" Amira, bangun sayang. Ayo kita pulang.


Kamu bilang ingin tinggal dengan ayah kan??.

__ADS_1


Dave mulai menepuk-nepuk makam Amira panik saat Amira tidak menjawab pertanyaannya.


" Amira, ayo bangun.


Ayah janji tidak akan marah padamu lagi. Ayah juga tidak akan mendorongmu kalau kamu ingin memeluk ayah.


Kenapa kamu diam saja sayang, jawab ayah ".


" Amiraa, jangan diam saja Amira.


Cepat bangun, ayah akan membawamu pulang.


Ayo cepat Amira. Amiraa "!.


Dave menggila di atas makam putrinya.


Dia tanpa sadar menggali makam putrinya yg masih baru menggunakan kedua tangannya.


Mulutnya terus berteriak meminta Amira bangun dan ikut pulang bersamanya.


" Astagfirulloh Pak,, Pak Dave "!! pekik Dewi sambil menunjuk kearah makam Amira.


Semua orang yg masih berada di pemakaman terkejut saat melihat kearah makam Amira.


Disana terlihat ayah Amira yg sedang menggali kuburan Amira dengan kedua tangannya.


" Astagfirulloh ".


" Om Dave "!!.


Keanu berlari menerobos hujan untuk menghentikan perbuatan ayahnya Jimmy.


" Biar Hendi saja yg kesana Pak. Dek, kamu tetap di sini sama bapak " ucap Hendi.


Hendi pun segera berlari menyusul Keanu.


Hendi diam saat melihat Keanu yg sedang membujuk ayah Amira untuk menghentikan perbuatannya.


" Om sadar Om, jangan seperti ini.


Hentikan perbuatan ini Om, kasihan Amira di dalam " bujuk Keanu.


" Lepaskan Ken, aku mau menjemput putriku. Aku sudah berjanji akan membawanya pulang ke rumah.


Amira pasti sedang menungguku datang sekarang " jawab Dave tanpa menghentikan tangannya yg masih terus menggali tanah.


" Sadar Om Dave, Amira sudah meninggal "!! teriak Keanu.


Dave tiba-tiba berhenti menggali tanah. Dia menatap marah kearah Keanu.


" Amira masih hidup. Amira putriku masih hidup.


Aku memintanya menungguku datang menjemputnya.


Dia tidak meninggal, Amira masih menunggu kedatanganku sekarang "!! bentak Dave.


Dia sangat marah saat Keanu mengatakan jika putrinya sudah meninggal.


Jelas-jelas putrinya sedang menunggunya di dalam tanah yg dia gali sekarang.

__ADS_1


" Amira sudah meninggal Om,, Amira sudah mati.


Amira meninggal saat menunggu kedatanganmu Om.


Amira di bunuh.


Sadar Om, Amira sudah mati. Sudah mati "!!.


Keanu berteriak tak karuan di depan ayahnya Jimmy.


Hatinya terasa sakit melihat keadaan ayahnya Jimmy yg tidak bisa menerima kepergian anaknya.


" Sabar Ken " ucap Hendi.


" Kenapa semua jadi seperti ini Hen "?? tanya Keanu.


Matanya meneteskan airmata yg bercampur air hujan.


" Kamu harus sabar. Sepertinya Pak Dave mengalami tekanan batin.


Dia menolak kematian putrinya karena rasa bersalahnya " jawab Hendi.


Hendi dan Keanu lalu menatap ayah Amira yg sedang duduk di tanah dengan tatapan kosong.


" Pak Dave, bapak harus ikhlas. Amira sudah meninggal, dia sudah tenang di alam sana " ucap Hendi.


" Amira putriku sudah meninggal "?? ucap Dave membeo.


" Iya Pak, Amira sudah meninggal ".


Dave menangis saat akal sehatnya sudah kembali.


Dia sadar kalau dialah yg mengantarkan putrinya ke peristirahatannya.


" Maafkan ayah Amira, maaf ".


Hendi dan Keanu saling berpandangan saat ayah Amira sudah kembali normal.


Mereka lalu mengajak ayah Amira untuk kembali merapikan tanah yg tadi di galinya.


Dengan terisak-isak Dave menata kembali makam putrinya.


Setelah selesai, Hendi dan Keanu membawa ayah Amira untuk berteduh.


Seluruh tubuhnya sangat kotor terkena lumpur dan air hujan.


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


**Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk selalu vote, like dan comment ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga follow akun sosmed milik author ya..


Ig: nini_rifani.


Fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


Wa: 0857-5844-6308**


__ADS_2