
Saat ini Nadya sedang berada dirumah orangtua Jimmy.
Dia sedang menemani Jimmy yg terlihat sangat sedih dan kacau.
Siang tadi dia berencana mengajak Jimmy untuk makan siang. Saat dia menelfonnya, dia malah mendapat kabar buruk mengenai orangtua kekasihnya itu.
" Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu pada Papa sayang.
Ken masih belum sadar sampai sekarang. Dan Papa tiba-tiba terkena serangan jantung. Kenapa aku harus mengalami musibah bersamaan seperti ini "!!.
" Ayahmu pasti baik-baik saja dan aku yakin Ken juga akan segera sadar.
Kamu harus sabar menghadapi masalah ini Jimmy.
Jangan sedih dan merasa putus asa sayang. Masih ada aku di sini. Aku akan selalu menemanimu "!! hibur Nadya sambil mengusap lembut lengan Jimmy.
Jimmy memeluk pinggang ramping Nadya yg berdiri di depannya. Menghirup dalam-dalam aroma tubuhnya.
" Aku beruntung memiliki wanita sepertimu sayang. Kamu selalu mendukungku disaat aku mengalami masalah ".
" Aku menyayangimu Jimmy. Hanya ini yg bisa kulakukan untukmu ".
" Perhatian dan dukungan darimu sangat berarti untukku sayang. Terima kasih ".
Nadya tersenyum mendengar ucapan terima kasih lelaki yg masih memeluk pinggangnya. Dengan lembut Nadya membelai rambutnya.
" Bagaimana kalau sekarang kita menemui ibumu Jim. Ibumu pasti sedang sedih sekarang "!? ucap Nadya.
Jimmy mengangkat wajahnya lalu menatap Nadya. Dia lupa dengan keadaan ibunya jika Nadya tidak mengatakannya barusan.
" Ahhh, bagaimana bisa aku melupakan Mama. Mama sekarang pasti masih menangis di kamar.
Ayo kita kesana sayang.
Sekalian aku akan mengenalkan calon istriku pada Mama "!! ajak Jimmy.
Pipi Nadya memerah saat Jimmy menyebutnya sebagai calon istri.
Mereka menuju kamar orangtua Jimmy sambil bergandengan tangan.
tookkk.. tokk..
Jimmy mengetuk pintu kamar orangtuanya sebelum masuk.
Benar saja, ibunya masih menangis di samping ranjang ayahnya.
" Mama " panggil Jimmy pelan.
Ibunya diam saja tidak menyahut.
Jimmy yg melihat hal itu kembali merasa sedih. Dia tau seperti apa ibunya mencintai ayahnya.
__ADS_1
" Ma, Papa pasti akan segera sadar " ucap Jimmy sambil berjongkok di samping ibunya.
"Jimmy, Mama tidak akan bisa hidup kalau sampai terjadi hal buruk pada Papa " sahut ibunya lalu memeluk Jimmy sambil terisak.
Nadya yg melihat mata Jimmy memerah segera mengusap punggungnya lembut. Berusaha memberinya ketenangan.
" Mama tidak boleh bicara seperti itu Ma. Jimmy akan mencari dokter terbaik untuk menyembuhkan Papa.
Jadi sekarang Mama tenang ya " bujuk Jimmy berusaha membuat tangis ibunya reda.
Hatinya seperti diremas saat ibunya bicara seperti itu.
" Mama sangat menyayangi Papa. Mama tidak sanggup melihat Papa seperti ini ".
Jimmy akhirnya meneteskan airmatanya.
Dia memeluk erat ibunya yg masih terus menangis.
Nadya ikut bersedih melihat pemandangan menyedihkan ini.
Tangannya terus mengusap punggung Jimmy.
Saat suasana sedang sedih, tiba-tiba ponsel Jimmy berdering.
Jimmy melepas pelukan ibunya lalu mengangkat panggilan itu.
" Tuan, wanita itu sejak semalam tidak kembali kerumahnya. Mungkin wanita itu sudah tau mengenai kecelakaan Tuan Ken jadi memutuskan untuk kabur dari tempat ini "
" Brengsek "!!!.
Nadya dan ibunya kaget saat mendengar suara umpatan Jimmy.
Nadya segera mengusap dada Jimmy yg bergerak naik turun menahan emosi. Jimmy lalu menggenggam tangan Nadya dan kembali melanjutkan pembicaraannya.
" Cari tau kemana wanita itu kabur. Periksa semua riwayat panggilan telephone milik wanita itu ".
" Baik. Ada yg lain lagi Tuan "??.
" Ada. Kalian akan tau akibatnya kalau sampai gagal menemukan wanita itu. Bagaimanapun caranya kalian harus membawa wanita itu di hadapanku. Dia pasti memiliki hubungan dengan orang yg telah mencelakai Ken. Lakukan semua itu secepatnya. Segera hubungi aku jika kalian sudah menemukan keberadaan wanita itu".
" Baik Tuan "!!.
__ADS_1
Jimmy mematikan panggilan itu lalu menatap kekasihnya yg masih terus mengusap dadanya.
Jimmy tersenyum sebelum akhirnya memperkenalkan kekasihnya pada ibunya.
" Ma, perkenalkan ini Nadya. Dia calon istriku "!! ucap Jimmy.
" Selamat siang Tante, saya Nadya " ucap Nadya sopan lalu mencium tangan ibunya Jimmy.
" Selamat siang juga Nadya. Saya ibunya Jimmy, panggil saja Tante Anita " jawab ibunya ramah.
Ibunya lalu menatap Jimmy dan Nadya bergantian.
Dia bingung melihat anaknya yg tiba-tiba mengenalkan calon istrinya.
" Jimmy, sejak kapan kamu memiliki pacar. Bukankah selama ini kamu tidak dekat dengan wanita manapun "?? tanya ibunya bingung.
" Kami baru satu bulan menjalin hubungan Ma. Jimmy sudah lama menyukai Nadya tapi baru bulan lalu mengatakan padanya kalau aku mencintainya " jawab Jimmy sambil menatap Nadya lembut.
Ibunya Jimmy tersenyum kearah Nadya yg tertunduk malu.
Ibunya lalu meraih tangan Nadya, membuat Nadya menatap kearah ibunya Jimmy.
" Bagaimana kalau kalian segera menikah saja Nadya???
Sudah sangat lama Tante menginginkan anak perempuan "!! ucap ibunya.
bluusshhhhh...
Pipi Nadya semakin memerah saat ini. Nadya tidak tau harus bagaimana sekarang. Dadanya berdebar-benar.
Jimmy yg menyadari kegugupan Nadya segera menggantikannya menjawab pertanyaan ibunya.
" Baik Ma. Jimmy akan segera melamar Nadya begitu masalah Ken selesai.
Kamu mau kan menunggu sebentar lagi sayang "?? tanya Jimmy pada Nadya.
Nadya mengangguk malu di depan Jimmy dan ibunya. Dia sangat gugup dan bahagya disaat bersamaan.
Membuat dua orang yg ada di depannya terkekeh melihatnya.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308