
Pagi ini, Kamila bangun dengan wajah yg terlihat begitu lesu.
Sudah hampir seminggu ini tubuh Kamila terasa sangat tidak nyaman. Kepalanya pusing dan selalu mual di pagi hari.
Dave yg tengah duduk bersama putranya menjadi khawatir saat melihat wajah istrinya yg terlihat sangat pucat.
Bibir yg biasanya terlihat cerah kini berwarna putih seperti kertas.
Dia kemudian menghampiri istrinya yg sedang merapihkan tempat tidur.
" Sayang, kenapa wajahmu pucat sekali. Kamu sakit "?? tanya Dave sambil memegang wajah istrinya.
" Aku tidak apa-apa Kak. Mungkin aku hanya sedikit kelelahan saja " jawab Kamila tersenyum lesu.
Sebenarnya kepalanya sedang berputar-putar saat ini.
Tapi dia berusaha menahannya. Dia tidak mau membuat suami dan anaknya khawatir.
" Apa ini gara-gara perbuatanku semalam "?.
Yaa, semalam Dave terus mencari-cari kesempatan untuk bisa menyentuh istrinya meskipun semalam ada putra mereka didalam kamar.
Dave benar-benar sudah sangat kecanduan dengan tubuh indah milik istrinya.
" Bukan Kak, aku memang sudah merasa tidak enak badan sejak beberapa hari ini. Jadi kamu jangan merasa bersalah ya "?? ucap Kamila sambil mengelus wajah menyesal suaminya.
" Kita pergi ke rumah sakit saja ya sayang, aku sangat khawatir padamu "?! bujuk Dave.
" Aku tidak mau ke rumah sakit Kak. Itu hanya akan membuatku kembali mengingat kenyataan pahit di hidupku " jawab Kamila dengan pandangan yg mulai mengabur.
" Tapi sayang, aku...
Brruukkk
Belum sempat Dave menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba tubuh Kamila jatuh ke lantai.
Mata Dave terbelalak kaget melihat istrinya yg pingsan di depannya.
" Kamilaaaa "!!!.
Jimmy yg mendengar teriakan ayahnya segera menghampirinya.
Jimmy langsung menagis melihat ibunya yg sudah tidak sadarkan diri di pangkuan ayahnya.
" Hikss,, hiksss, Mama "!! panggil Jimmy sambil mengguncang tangan ibunya.
" Jimmy sayang, tolong panggilkan Tante Fatim kemari ya.
Mama sakit " ucap Dave panik.
Jimmy mengangguk kemudian segera berlari kencang mencari Tante-nya.
Tak berapa lama, Fatimah dan Jimmy masuk ke kamar dengan wajah yg terlihat sangat cemas.
" Kak Mila kenapa Kak "?? tanya Fatimah lalu duduk di sebelah kakaknya.
Dia menatap wajah kakaknya yg terlihat sangat pucat.
" Aku tidak tau, Fatim. Tiba-tiba dia pingsan seperti ini.
Tolong kamu jaga Jimmy sebentar ya, aku akan membawa Kamila ke rumah sakit dulu " ucap Dave lalu mengangkat tubuh istrinya.
" Iya Kak, kalian hati-hati " sahut Fatimah lalu menggendong Jimmy yg masih menangis.
" Hikss,, hikss, Tante Jimmy mau ikut Papa dan Mama " ucap Jimmy kecil sambil menangis sesenggukan di gendongan Fatimah.
" Sstttt, jangan menangis lagi ya anak tampan. Papa sedang mengantar Mama ke dokter.
Jimmy main dulu ya dengan Tante " bujuk Fatimah.
__ADS_1
Jimmy mengangguk sambil menangis.
Fatimah melihat dari jendela saat ayahnya Jimmy begitu tergesa-gesa saat membawa kakaknya masuk ke dalam mobil. Tak lama kemudian mobil kakak iparnya sudah bergerak pergi menuju ke rumah sakit.
" Semoga tidak adalagi badai yg akan datang pada cinta mereka berdua "batin Fatimah.
Dave mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.
Matanya terus melihat kearah istrinya yg masih belum sadar. Wajah istrinya sekarang semakin bertambah pucat, membuat pikiran Dave menjadi tidak karu-karuan.
" Sayang bertahanlah, sebentar lagi kita akan segera sampai di rumah sakit "!! ucap Dave lalu mengusap pipi pucat istrinya.
Tak lama kemudian, mobil Dave sampai di rumah sakit.
Dengan sangat panik Dave berteriak memanggil dokter sambil membawa Kamila di gendongannya.
Beberapa perawat tampak berlari kearahnya membawa ranjang rumah sakit.
Dave segera membaringkan tubuh lemah istrinya kemudian membantu para perawat mendorong ranjang itu ke masuk ke ruangan UGD.
" Maaf pak, sebaiknya bapak tunggu di luar saja "!!.
" Tolong selamatkan istri saya sus, dia tiba-tiba jatuh pingsan "!.
" Baik pak, kami akan segera memeriksa istri bapak ".
Dave meremas rambutnya kuat begitu pintu ruangan itu tertutup.
Jantungnya berdebar dengan sangat kencang sekarang.
" Kamila, cepatlah sadar. Jangan buat aku takut seperti ini "!! gumam Dave lirih.
Dave dengan gusar berjalan mondar-mandir di depan pintu ruangan UGD.
Dia sangat cemas karena sudah hampir lima belas menit akan tetapi dokter belum juga keluar dari ruangan itu.
Dave segera menghambur kearah dokter begitu pintu ruangan terbuka.
Dengan tampilan yg sudah sangat berantakan Dave menanyakan keadaan istrinya.
" Ba,, bagaimana kondisi istri saya dok?? Kenapa dia bisa pingsan seperti itu?? Apa yg terjadi padanya "?? tanya Dave bertubi-tubi dengan suara tergagap.
Dokter itu tersenyum melihat Dave yg terlihat begitu mengkhawatirkan keadaan istrinya.
" Bapak tenang dulu, mari kita masuk ke dalam untuk membicarakan kondisi istri bapak " ucap dokter itu.
Tanpa pikir panjang, Dave segera menerobos masuk ke dalam ruangan itu.
Kepanikan di hatinya langsung menghilang begitu saja saat melihat istrinya yg sedang duduk di temani seorang perawat di sampingnya.
" Sayang "? panggil Dave lalu memeluk Kamila.
Kamila dan para dokter hanya tersenyum melihat kelakuan manja Dave.
" Maaf mengganggu pak, bisakah saya menyampaikan tentang kondisi istri bapak "? tanya dokter.
" Oh iya, silahkan dokter " jawab Dave kikuk.
" Begini pak, tidak ada yg serius dengan kondisi istri bapak.
Istri bapak pingsan karena kelelahan dan juga saat ini sedang ada kehidupan lain di dalam tubuh istri bapak " jelas dokter.
" Maksud dokter "??.
" Selamat pak, istri bapak sedang mengandung ".
Dave mematung sekian detik. Dia kemudian menatap kearah istrinya yg sedang tersenyum sambil mengusap perut rampingnya.
" Maksudnya, istriku sekarang sedang hamil "?? tanya Dave tak percaya.
__ADS_1
" Iya pak, istri bapak sedang hamil saat ini. Di perkirakan usia janin di dalam perut Ibu Kamila baru berusia sekitar lima minggu " jawab dokter.
" Kamu hamil sayang "??.
" Iya Kak aku hamil. Ada anak kita di dalam sini " jawab Kamila lalu menunjuk kearah perutnya.
" Kamu hamil "??.
" Iya ".
" Ahahahhaaa,, istriku hamil. Ya Tuhan, istriku hamil sekarang.
Kamila-ku hamil "!!.
Dave berteriak bahagya tanpa mempedulikan para dokter yg masih ada disana.
Para dokter itu hanya tersenyum saat Dave memeluk mereka satu-persatu.
" Istriku hamil dok. Istriku hamil "!! ucap Dave lagi sambil menyalami tangan dokter yg memberi kabar bahagya padanya.
" Iya pak, sekali lagi selamat atas kehamilan istri bapak ".
" Kami sudah sangat lama menantikan kehadiran buah hati kami dokter "!!.
Dokter hanya menganggukkan kepalanya melihat kebahagyaan Dave yg menggebu-gebu.
Dave lalu berbalik dan memeluk Kamila yg sedang menangis bahagya di atas ranjang rumah sakit.
" Selamat sayang, akhirnya kamu bisa mengandung anak kita.
Sudah tidak ada alasan lagi yg bisa membuatmu sedih sekarang "!! ucap Dave sambil menciumi kening, mata, hidung, pipi dan bibir istrinya.
Untung saja para dokter disini sudah tau mengenai kondisi Kamila setelah menjalani operasi pengangkatan rahim.
Jadi mereka sekarang sangat memaklumi luapan kebahagyaan yg tengah menyelimuti pasangan suami istri di hadapan mereka saat ini.
Para dokter lalu keluar meninggalkan Dave dan Kamila yg sedang bercumbu mesra di ruangan itu.
🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's,, episode kali ini lumayan panjang kan??.
Author sengaja ingin mengajak para pembaca setia AD ikut merasakan kebahagyaan yg tengah di rasakan oleh Dave dan Kamila.
Doakan mereka berdua ya semoga selalu di limpahi kebahagyaan sampai bayi mereka lahir...
Ehh, author kok malah curhat.. 😅😅😅😅
Oke, jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, like, comment dan rate bintang lima ke novel ini.
Follow juga akun medsos milik author ya.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Mohon dukungannya juga untuk novel terbaru author.
Judulnya "History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA)
Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya.
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.
__ADS_1