
" Apa yg ingin di bicarakan "?? tanya Bu Fatimah jengkel.
Saat ini, semua orang telah berkumpul di dalam rumah. Termasuk keluarga Bu Tati.
" Sabar Bu Fatimah " ucap Bu Tati.
" Saya kurang sabar bagaimana Bu. Gara-gara mereka datang, putriku langsung pergi dari sini "!!!.
Bu Tati juga cukup kaget saat tau kalau Amira pergi begitu ayahnya datang. Dia bahkan tidak pamit pada siapapun kecuali adiknya yg masih terus menangis sampai sekarang.
Dave yg sedang di salahkan hanya bisa diam menunduk. Dia bingung, Pak Burhan mengatakan jika putrinya sudah meninggal. Akan tetapi, Fatimah berkata jika putrinya barusaja pergi dari panti begitu rombongannya tiba.
" Fatimah, apa benar Amira ada disini "??
Akhirnya Dave membuka mulutnya. Dia sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya.
" Tentu saja putriku ada di sini. Ini adalah rumahnya "!!.
Dave menatap Pak Burhan. Pak Burhan yg mengerti apa maksud tatapan itu mengangguk.
" Fatimah,, Amira sebenarnya sudah meninggal "!!!!.
" Omong kosong apa yg sedang kamu katakan Kak "!! teriak Fatimah.
Dia bahkan sampai berdiri saat Dave mengatakan kalau putrinya sudah mati.
" Aku tau kamu sangat membenci Amira. Tapi dia juga masih anakmu, darah dagingmu.
Kenapa kamu tega mengatakan kalau anakmu sudah mati "!!!.
Bu Tati segera menenangkan Bu Fatimah yg begitu emosi. Matanya bahkan sampai meneteskan airmata saking marahnya.
Pak Burhan yg melihat Bu Fatimah tidak terima, mencoba untuk menengahi ketegangan tersebut.
" Maaf Bu Fatimah, apa yg di katakan Pak Dave itu memang benar.
Putrinya memang sudah meninggal beberapa bulan lalu " jelas Pak Burhan.
Wajah Bu Fatimah semakin tidak enak di lihat. Dirinya bahkan melupakan keberadaan keluarga besar Bu Tati.
" Bagaimana mungkin dia meninggal. Dia barusaja berkumpul bersama kami.
Amira-ku baik-baik saja, dia masih hidup "!!.
Saat Fatimah sedang marah, Viola berjalan kearah mereka. Matanya terus bergerak memperhatikan ruang tamu.
__ADS_1
" Bunda, hantu jeleknya sudah pergi ya "?? tanya Viola polos.
Semua orang yg ada disana menatap kearahnya. Bu Fatimah yg tidak mengerti maksud Viola kemudian berjongkok dan bertanya.
" Hantu apa sayang "?? tanyanya.
" Hantu bunda, yg sering main sama Kak Miko " jawab Viola.
" Kak Miko tidak pernah bermain dengan hantu sayang " timpal Bu Tati.
Gadis kecil itu seperti tidak memahami perkataan Bu Tati. Dia hanya diam sambil menatap Bu Fatimah.
" Maaf kalau saya memotong pembicaraan kalian " ucap Hendi.
Semua menatap padanya, tak terkecuali Bu Fatimah yg terlihat begitu tidak suka pada Hendi.
" Apa yg di lihat oleh adik kecil ini adalah arwah putrinya Pak Dave Bu.
Seorang anak yg masih balita sangat peka mengenai hal-hal yg tidak bisa di lihat oleh orang dewasa. Karena hati dan pikiran mereka masih sangat suci.
Itulah kenapa adik kecil ini bisa melihat wujud makhluk halus yg dia sebut hantu.
Apa gadis kecil ini berperilaku tidak seperti biasanya setiap Amira datang kemari Bu "?? tanya Hendi.
Kening Bu Amira tampak mengerut. Dia kemudian menatap kembali Viola.
Sebenarnya Bu Fatimah heran saat melihat hal tersebut. Tapi dia menganggap itu terjadi karena Viola sedang merajuk pada Amira.
" Kapan Amira mengatakan akan pergi ke rumahku Fatimah "?? tanya Dave.
" Tiga hari setelah menemuimu Kak.
Tepat di hari ulang tahunnya yg ke 25 tahun ".
" Apakah Ibu merasakan sesuatu yg aneh pada Amira setelah dia pergi "?? tanya Hendi lagi.
Bu Fatimah mengingat-ingat apa saja yg terjadi setelah Amira pergi.
" Sepertinya tidak. Memang, awalnya saya sedikit curiga karena Amira selalu datang selepas maghrib kemudian pergi sebelum subuh.
Tapi itu karena supir ayahnya telah menunggu. Amira bilang jika supir ayahnya memiliki pekerjaan disini jadi dia selalu ikut menumpang saat datang " jawab Bu Fatimah.
Dave dan Anita saling menggenggam tangan. Wajah mereka bahkan sedikit memucat. Sedangkan Keanu sejak tadi tidak menunjukkan reaksi apapun. Dia mencoba memahami apa yg sedang terjadi di sini.
" Fatimah,, Amira tidak pernah datang ke rumahku.
__ADS_1
Dan hari itu aku juga tidak datang menjemputnya " ucap Dave lirih.
Bu Fatimah dan Bu Tati melebarkan mata mereka.
" Tidak mungkin Kak. Jelas-jelas Amira pergi ke rumahmu Kak Dave.
Aku sendiri yg melihatnya pergi " ucap Fatimah lirih.
Perasaan Bu Fatimah mulai tidak enak. Dadanya berdebar sangat kencang.
" Bu Fatimah, Amira tidak berada dirumah Pak Dave selama ini. Apa yg ibu lihat adalah ilusi, semua itu tidak nyata.
Amira sudah meninggal begitu dia pergi dari panti ini.
Arwahnya lah yg selama ini datang berkunjung " jelas Pak Burhan.
Tubuh Bu Fatimah merosot ke lantai. Dirinya benar-benar tidak bisa menerima. Sedangkan Bu Tati menangis terisak-isak di pelukan anaknya.
" Tidak mungkin putriku sudah meninggal. Dia masih makan malam bersama kami tadi.
Dia juga akan menginap disini.
Amira tidak mungkin meninggal, kalian pasti bohong " ucap Bu Fatimah tidak percaya.
" Bu, kita semua harus ikhlas menerima takdir ini, Amira sudah tiada.
Sekarang yg harus kita lakukan adalah menemukan jasad Amira. Kita harus segera menguburkannya dengan layak. Sudah cukup lama dia bergentayangan di luar sana. Kasihan ".
Bu Fatimah seperti kehilangan nyawanya. Tatapannya begitu kosong. Amira-nya pasti baik-baik saja sekarang. Dia pergi karena takut melihat ayahnya datang kemari.
Akhirnya semua memutuskan untuk segera mencari jasad Amira. Mereka menuju tempat dimana Amira di minta menunggu oleh ayahnya. Semua orang berada dalam pikiran yg berkecamuk.
Terlebih lagi Bu Fatimah.
Dan Miko yg tadi memaksa ikut hanya bingung melihat expresi di wajah semua orang.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
__ADS_1
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308