
Sudah dua bulan sejak dokter mengatakan kalau Kamila mengidap penyakit kanker di rahimnya.
Sudah dua bulan pula Dave di paksa untuk menerima keputusan yg sangat menyakitkan dalam hidupnya.
Kamila-nya menolak mentah-mentah untuk mengaborsi kandungannya. Dia juga melawan saat Dave dan dokter mengusulkan untuk tetap melakukan kemoterapi tanpa harus menggugurkan janinnya.
" Kak, ini satu-satunya kesempatan supaya aku bisa merasakan bagaimana rasanya mengandung seorang malaikat.
Aku ikhlas jika harus berkorban nyawa demi anak kita. Izinkan aku untuk tetap melahirkan calon putri kita apapun yg terjadi "!!.
Terngiang-ngiang perkataan Kamila di telinga Dave saat Kamila bersujud di depannya sambil memohon untuk mengizinkannya tetap mempertahankan bayi mereka.
Meskipun sangat hancur dan takut, mau tidak mau Dave hanya bisa mengabulkan keinginan istrinya.
Dengan terpaksa Dave memanggil satu tim dokter dari luar negeri untuk mengawasi perkembangan kanker di tubuh istrinya.
Dave menatap sedih kearah istrinya yg sedang tertidur di dalam ruangannya. Tubuhnya sekarang hanya tinggal tulang terbungkus kulit, rambut panjangnya yg dulu berwarna hitam kini sudah tidak terlihat lagi.
Dengan menahan suara isak tangisnya, Dave membelai pipi istrinya yg terlihat sangat pucat.
Merasakan belaian di wajahnya, mata Kamila mengerjap kemudian perlahan-lahan terbuka. Bibir pucatnya tampak tersenyum manis saat mengetahui kalau suaminya yg sedang berada di dekatnya.
" Kak Dave, kamu sudah datang "? tanya Kamila dengan suara yg sangat kecil.
Dave mengangguk lalu mencium kening istrinya. Dave berusaha untuk tersenyum meskipun rasanya begitu sakit melihat kondisi istrinya yg semakin memburuk.
" Maaf ya aku tidak bisa menyambutmu seperti biasanya Kak ".
Dave hanya diam sambil terus menangis. Tenggorokannya seperti tercekat saat ingin berbicara.
Dia lalu mencium tangan kurus istrinya yg tertusuk jarum infus.
" Sayang, kamu pasti sangat kesakitan sekarang "!! ucap Dave terbata-bata.
Kamila tersenyum melihat suaminya yg menangis di sampingnya.
Tangannya yg lemah menggapai lengan suaminya lalu mengusapnya lembut.
" Aku tidak sakit Kak, tapi aku sangat bahagya. Lihatlah, pagi ini putri kita sudah bisa menendang " ucap Kamila sambil menarik tangan suaminya keatas perutnya yg semakin besar.
Dengan perasaan sedih Dave membelai perut buncit istrinya.
Dia tertawa sambil menangis saat merasakan sebuah tendangan di telapak tangannya.
" Benarkan Kak apa yg aku katakan?? Putri kita sudah bisa menendang sekarang "? ucap Kamila lagi dengan suara lemahnya.
" Iya sayang, kamu benar sekali " jawab Dave.
" Kak Dave, jika nanti aku tidak sempat melihat putri kita lahir ke dunia, bisakah kamu berjanji satu hal padaku "?? tanya Kamila sambil menggenggam jemari suaminya.
Bibir Dave bergetar saat mendengar istrinya berbicara seperti itu.
__ADS_1
Dia menggelengkan kepala dengan airmata yg mengalir semakin deras dari matanya.
" Tidak. Apapun yg terjadi kita akan membesarkan putri kita bersama-sama. Bukankah kamu juga sudah berjanji pada putramu kalau kita akan bermain bersama dan menaiki bianglala setelah adiknya Jimmy lahir "?.
" Iya aku ingat. Tapi sepertinya waktuku sudah tidak banyak lagi Kak.
Bisakah kamu berjanji padaku Kak, aku mohon "!.
" Kamila, tolong jangan bicara seperti ini. Kamu pasti akan sembuh, kita akan segera berkumpul bersama lagi. Ada Jimmy dan juga ada adiknya Jimmy.
Jangan bicara yg tidak-tidak ya "!.
" Kak Dave, tolong dengarkan aku sekali ini saja.
Bisakah "?.
Kamila memohon dengan suara yg hampir tidak terdengar.
Sudut matanya tampak meneteskan sebutir air berwarna bening.
" Tolong jangan membenci putri kita jika terjadi sesuatu padaku.
Jangan salahkan kehadirannya ke dunia ini. Aku yg sangat menginginkan putri kita hadir sebagai kado terindah untuk suamiku yg sangat aku sayangi.
Cintai putri kita sepenuh hati, aku ikhlas jika nantinya Anita yg akan merawatnya.
Kak Dave, tubuhku sudah sangat sakit, aku tidak sanggup bertahan lebih lama lagi "!.
" Kak Dave, apa kamu akan memenuhi janji itu "? tanya Kamila sambil menahan tangan suaminya yg ingin merapihkan selimut di tubuhnya.
Kamila sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit akibat sel kanker yg terus menggerogoti tubuhnya.
Bayangan kebahagyaan saat bersama suami dan putranya, kebersamaan bersama adik dan anak-anak panti lainnya tampak menghiasi relung mata Kamila.
Bibirnya tersenyum melihat kehadiran kedua orangtuanya yg berdiri di depan pintu kamar sambil merentangkan tangan kearahnya.
" Kak, ayah dan bunda sudah datang. Mereka mengajakku pergi sekarang ".
Seluruh tubuh Dave bergetar saat Kamila menyebut kedua orangtuanya. Dave sadar betul kalau kedua mertuanya sudah lama meninggal dunia.
" Sayang, jangan berkata seperti itu. Kamu tidak akan pergi kemana-mana "! ucap Dave ketakutan sambil memegangi wajah pucat istrinya.
" Kak Dave, aku sangat bahagya telah menjadi istrimu.
Maafkan aku jika selama ini aku belum bisa menjadi istri yg baik untukmu ".
Setelah berkata seperti itu, Kamila memuntahkan darah yg sangat banyak dari mulutnya.
Dave berteriak sekencang-kencangnya memanggil tim dokter. Dia sangat takut melihat kondisi Kamila saat ini.
Darah terus mengalir keluar dari hidung dan mulutnya. Nafas Kamila juga terlihat tersendat-sendat. Dokter yg sudah berada di dalam kamar itu segera mendorong tubuh Dave untuk keluar dari sana.
__ADS_1
" Aaaarrrggghhhhhhh,,,, Kamillaaaaaaaaa "!!.
Dave berteriak frustasi sambil memandangi tangannya yg penuh dengan darah dari mulut Kamila.
Bibirnya terus bergetar memikirkan kemungkinan buruk yg mungkin saja datang menghampirinya.
Pintu ruangan kamar terbuka dengan para dokter yg dengan sangat panik mendorong ranjang Kamila.
Dave lalu menghampiri Kamila yg sudah tidak sadarkan diri.
" Sayang bangun, ini aku sayang. Tolong bertahanlah, jangan tinggalkan aku "!! ucap Dave sambil menangis di depan wajah istrinya yg di penuhi darah.
" Maaf Pak Dave, kita terpaksa harus mengeluarkan bayi dari dalam perut Bu Kamila.
Keadaan Bu Kamila sudah sangat kritis sekarang ".
" Lakukan, lakukan apapun asalkan itu bisa menyelamatkan nyawa istriku.
Aku tidak peduli lagi pada janin itu. Aku hanya mau istriku sembuh "!!.
" Kalau begitu kami akan segera melakukan operasi itu Pak Dave.
Semoga saja kita belum terlambat untuk menyelamatkan Bu Kamila ".
Dave mengangguk kemudian melepaskan tangannya dari wajah Kamila dengan perasaan yg sangat hancur.
Dia berharap di dalam hatinya semoga ada keajaiban yg akan terjadi pada Kamila-nya. Dia sangat berharap Tuhan akan berbaik hati padanya kali ini.
Dia sangat berharap akan hal itu.
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Hallo para reader's tercinta, pada tegang gk nih??.
Author bikin part ini sambil mewek lho..
Jadi tolong lah di vote, vvoottee, like, comment dan rate bintang lima di novel ini.
Follow juga nih akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Dukung juga novel terbaru author yg berjudul " History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA).
Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya.
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.
__ADS_1