
Dave mengendarai mobilnya perlahan sambil menikmati pemandangan di desa ini.
Dia yg sehari-harinya selalu di sibukkan dengan berkas pekerjaan, merasa begitu bebas dan tenang saat melihat desa yg masih nampak begitu asri.
" Segarnya udara di sini " ucap Dave sambil menghirup udara sebanyak-banyaknya.
Salah satu karyawan di kantornya menyarankan dia untuk datang ke Desa Kemuning ini.
Menurutnya tempat ini sangat cocok untuk melepas penat karena pekerjaan.
Dan benar, beban berat di kedua pundaknya seperti terlepas begitu saja saat dia mulai memasuki pedesaan.
" Sepertinya akan sangat menyenangkan jika aku bisa membangun sebuah villa di desa ini.
Tempat ini cukup bagus untuk kesehatan jantung Papa ".
Ayah Dave menderita sakit jantung beberapa tahun terakhir.
Karena dia adalah anak tunggal, dia yg mengambil alih semua beban perusahaan menggantikan ayahnya.
Membuatnya tidak bisa menghabiskan masa mudanya seperti teman-temannya yg lain.
Saat Dave sedang melihat-lihat pemandangan di desa ini, tiba-tiba dia terkejut saat mendengar sebuah teriakan.
Dave segera menghentikan mobilnya kemudian bergegas keluar.
" Apa kamu baik-baik saja "?? tanya Dave sambil berjongkok di sebelah gadis yg terduduk di tanah.
Dave tidak bisa melihat wajah gadis itu karena tertutup rambut panjangnya.
" Tidak apa-apa, maaf aku membuatmu terkejut " jawab gadis itu.
Dave terpana begitu gadis ini menyibakkan rambutnya.
Sangat cantik. Itulah yg ada di pikiran Dave saat ini.
" Apa kamu baik-baik saja "? tanya gadis itu sambil menatap khawatir kearah Dave yg melamun di depannya.
Suara gadis ini terdengar sangat merdu di telinganya Dave.
Dave baru tersadar saat gadis ini menepuk lengannya.
" Apa kamu baik-baik saja "?.
" Ah, itu iya. Aku baik-baik saja " jawab Dave kikuk.
" Maafkan aku, tadi aku tidak sengaja terpeleset karena tidak tau kalau ada mobil yg melintas " ucap gadis itu meminta maaf.
" Tidak,, tidak apa-apa. Aku juga tadi sedikit tidak fokus saat menyetir ".
Dave menggaruk tengkuknya yg tak gatal. Tiba-tiba saja dia merasa begitu gugup di depan gadis cantik ini.
" Apa tubuhmu ada yg terluka "? tanya Dave yg baru teringat dengan kondisi gadis ini.
__ADS_1
" Tidak ada " jawab gadis itu sambil tersenyum manis.
" Tapi lututmu berdarah " ucap Dave sambil menunjuk kaki gadis itu yg mengeluarkan darah.
Gadis itu kemudian melihat kearah kakinya. Dia meniupnya perlahan.
" Hanya tergores sedikit, nanti juga akan sembuh sendiri ".
" Tunggu sebentar ".
Dave segera berlari masuk ke dalam mobilnya.
Dia ingat kalau ada plester di dalam dompetnya yg berada di dalam mobil. Setelah menemukannya, dia segera kembali kepada gadis yg masih terduduk di tanah.
" Aku akan menempelkan plester ini di kakimu.
Mungkin akan sedikit perih ".
Dengan hati-hati, Dave menutup luka di kaki gadis itu dengan plester yg dia bawa.
Dia juga meniup luka itu untuk mengurangi rasa perih di kakinya.
" Sudah selesai "! ucap Dave.
" Terima kasih banyak " sahut gadis itu sambil menatap kearah Dave.
Jantung Dave berdebar-debar melihat tatapan matanya.
Sepertinya dia sekarang sedang merasakan yg namanya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Mereka berdua kemudian sama-sama terdiam.
Dave akhirnya memberanikan diri untuk mengajak gadis ini berkenalan.
" Kalau boleh tau, siapa namamu "? tanya Dave dengan pipi yg merona malu.
Ini pertama kalinya dia mengajak seorang gadis berkenalan.
Juga pertama kalinya dia merasakan perasaan aneh saat pertama kali melihat gadis ini.
" Aku Kamila. Warga desa biasanya memanggilku Mila " jawabnya pelan sambil menunduk.
" Aku Dave Anderkson. Kamu bisa memanggilku Dave ".
Mereka kemudian kembali terdiam. Dave bingung harus berbicara apa dengan Kamila.
" Kamu datang dari kota ya "? tanya Kamila memecah kebisuan diantara mereka.
" Iya, aku dari kota. Seorang teman menyarankan untuk datang ke desa ini. Katanya tempat ini sangat indah " jawab Dave lalu menatap pemandangan sekitar.
" Apa aku boleh memanggilmu Kak Dave saja??
Sepertinya usiamu jauh lebih tua dariku " ucap Kamila.
__ADS_1
" Usiaku 27tahun, berapa usiamu "?.
" Aku 24tahun Kak " jawab Kamila.
" Baiklah, kamu bisa memanggilku dengan sebutan Kak ".
Dave kemudian melihat ke sebelah Kamila. Disana barang-barang Kamila tampak berceceran di atas tanah.
" Kamu suka melukis "? tanya Dave sambil memunguti alat-alat lukis lalu memberikannya pada Kamila.
" Terima kasih, Kak. Iya aku sangat suka melukis.
Dan tadi aku baru saja mau pergi ke ujung jalan sana " jawab Kamila.
Dave melihat kearah jalan yg di maksud Kamila.
Disana ada sebuah gubuk kayu di pinggir hutan.
" Kamu sering melukis disana "? tanya Dave.
" Iya Kak, aku setiap hari melukis disana. Di gubuk itu suasananya sangat tenang.
Aku bisa memikirkan banyak hal disana ".
" Kalau begitu ayo kita kesana. Aku jadi ingin melihat hasil lukisanmu ".
Kamila tersenyum lalu menerima uluran tangan Dave untuk membantunya berdiri. Dave dengan cekatan membukakan pintu mobil untuk Kamila.
Kemudian mereka berdua menuju gubuk tempat Kamila biasa melukis.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa votte, vvoottee, vvvvooottteeee, like, comment, share dan rate bintang lima ya.
Saran dan kritik dari kalian juga sangat berarti bagi author.
Tapi yg wajar-wajar aja ya kritikannya.
Follow juga akun medsos author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Oh ya, mohon dukungannya untuk novel terbaru author.
Jangan lupa votte, like, comment dan kasih bintang lima ya..
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan teman-teman "!!.
__ADS_1