
" Hei, kamu Dewi kan "???.
Dewi berbalik badan saat ada seseorang yg memanggilnya. Dia barusaja akan pulang meninggalkan perusahaan tempatnya bekerja .
" Iya benar " jawab Dewi sambil melihat kearah wanita yg sedang berjalan kearahnya.
Dia merasa seperti pernah bertemu dengan wanita yg memanggilnya.
" Aku Nadya. Kita pernah bertemu di depan kantornya Jimmy ".
Dewi termenung sebentar. Kemudian dia tersenyum saat sudah mengingat wanita yg berdiri di depannya.
" Ah, maafkan aku Nona Nadya. Aku sedikit lupa padamu.
Kamu kekasihnya Jimmy kan "??.
" Panggil Nadya saja. Sepertinya usia kita tidak berbeda jauh. Iya aku kekasihnya Jimmy.
Sedang apa kamu di sini "?? tanya Nadya lalu mengajak Dewi mencari tempat duduk.
" Aku magang di perusahaan ini Nadya. Kamu sendiri apa yg sedang kamu lakukan di tempat ini "??.
Mereka lalu duduk di kursi yg berada di depan perusahaan. Nadya tersenyum mendengar pertanyaan Dewi. Rupanya Dewi adalah karyawan magang di kantornya.
" Aku direktur di perusahaan ini Wi. Perusahaan ini milik keluargaku ".
Mata Dewi terbelalak kaget. Selama bekerja disini dia belum pernah sekalipun bertemu dengan pemilik perusahaan jadi dia tidak tau kalau Nadya ternyata adalah bosnya.
" Benarkah??? Maafkan saya Bu Nadya, saya tidak tau kalau anda adalah bos di tempat saya bekerja " ucap Dewi segan.
" Sudahlah, jangan bersikap formal padaku. Anggap saja kita teman dekat. Aku tidak terlalu suka orang menjaga jarak denganku hanya karena aku anak pemilik perusahaan ini " jawab Nadya sambil memegang bahu Dewi.
" Baiklah kalau begitu " jawab Dewi sedikit tidak enak.
Di matanya, Nadya terlihat sangat berbeda dengan yg di katakan teman-temannya jika orang kaya semua sombong.
Nadya terlihat sangat ramah padanya meskipun tau kalau dirinya hanya sebatas karyawan magang di kantornya.
" Ada apa Wi, sepertinya kamu sedang buru-buru "?? tanya Nadya yg melihat Dewi terus melirik jam di tangannya.
__ADS_1
" Iya Nadya,sebenarnya aku ingin pergi ke rumah sakit menjaga Keanu.
Jimmy memintaku untuk selalu berada disana setelah pulang kerja " jawab Dewi.
Nadya mengangguk. Dia yg meminta Jimmy untuk melindungi Dewi karena khawatir ada yg akan mencelakai Dewi seperti Keanu.
" Kalau begitu kita pergi bersama saja. Kebetulan aku juga akan pergi kesana menjenguk Keanu ".
Nadya lalu meminta Dewi untuk naik mobil bersamanya.
Di dalam perjalanan, mereka banyak mengobrol tentang kebiasaan masing-masing.
Obrolan mereka baru terhenti saat mobil Nadya sampai di rumah sakit. Setelah memarkirkan mobilnya, mereka berdua berjalan menuju ruangan Keanu.
" Hmmm, dia masih belum sadar juga " ucap Nadya pelan.
" Iya Nad, dia terlalu nyenyak dalam tidurnya. Padahal ini sudah lebih dari dua minggu ".
Saat mereka berdua sedang menatap sedih kearah Keanu, tiba-tiba jari Keanu bergerak. Matanya juga perlahan-lahan mulai terbuka.
" Nad, Keanu sadar "!! pekik Dewi sambil berlari menghampiri Keanu.
Jimmy yg saat itu tengah berjalan gontai menuju kamar Keanu, terkejut melihat beberapa dokter berlari kearah kamar Keanu.
" Dokter ada apa, kenapa kalian semua datang ke ruangan itu "?? tanya Jimmy saat berhasil mencekal salah satu tangan dokter.
Hatinya merasa was-was melihat wajah panik para dokter itu.
" Tombol kamar itu barusaja berbunyi Tuan. Kami belum tau apa yg terjadi disana.
Maaf saya permisi dulu "!! ucap dokter itu lalu bergegas masuk keruangan Keanu.
Jimmy panik seketika. Dia sangat takut terjadi hal buruk pada sahabatnya. Dia bahkan hanya berdiri diam sambil menatap kosong kearah kamar itu.
Ceklek..
Pintu ruangan kamar Keanu terbuka.
Nadya dan Dewi kaget melihat Jimmy yg berdiri tidak jauh dari sana. Mereka berdua segera menghampiri Jimmy yg berdiri mematung.
__ADS_1
" Jimmy "?? panggil Nadya pelan.
Jimmy tersadar saat merasakan seseorang menyentuh bahunya. Dia kaget melihat Nadya ada dirumah sakit.
" Sayang, kamu ada disini. Kapan kamu datang?? Kenapa tidak menelfonku dulu"?? tanya Jimmy beruntun.
" Bagaimana aku menjawab pertanyaan sebanyak itu Jim "?? ucap Nadya balik bertanya.
Jimmy menggaruk tengkuknya. Dewi yg berada di depan pasangan ini hanya tersenyum tipis lalu segera mencari tempat duduk.
" Maafkan aku " ucap Jimmy sambil memegang pipi Nadya.
Nadya mengangguk lalu tersenyum manis kearah Jimmy.
" Jimmy, Ken sudah sadar dari komanya "!!.
" Benarkah?? Kapan sayang "?? tanya Jimmy kaget.
" Barusaja Jim. Kebetulan saat dia bangun aku dan Dewi berada disana. Aku segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaannya " jelas Nadya.
" Pantas saja semua dokter tergesa-gesa masuk ke kamarnya Ken. Kupikir terjadi hal buruk padanya tadi " ucap Jimmy sambil menghembuskan nafas lega.
Dia mengusap wajahnya pelan. Hatinya sangat lega mengetahui kalau Keanu sudah sadar setelah koma selama dua minggu lebih.
" Keanu sekarang sudah sadar. Kamu bisa tenang sekarang Jim "!! hibur Nadya.
" Iya sayang " jawab Jimmy lalu memeluk kekasihnya.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308