Airmata Dendam

Airmata Dendam
Kunjungan tiba-tiba


__ADS_3

"Tidak terasa sudah sebulan kamu pergi dari sini Amira.


Bagaimana kabarmu sekarang nak "??.


Bu Fatimah tampak duduk termenung di ruang tamunya.


Hari ini tepat satu bulan Amira meninggalkan panti asuhan. Selama itu pula Bu Fatimah tidak pernah menerima kabar apapun dari Amira.


" Assalamualaikum... ".


Bu Fatimah menatap kearah pintu rumahnya. Kemudian dia melihat kearah jam dinding yg menunjukkan pukul 9 malam.


" Siapa yg bertamu malam-malam begini "?? pikir Bu Fatimah heran.


" Waalaikumsalam ".. jawab Bu Fatimah sambil berjalan untuk membuka pintu.


Begitu pintu terbuka, tampak seorang gadis tengah berdiri sambil tersenyum kearah Bu Fatimah.


" Bunda... " panggilnya sambil mengulurkan kedua tangannya kearah Bu Fatimah.


" Amira "!! ... pekik Bu Fatimah lalu memeluk erat tubuh putrinya.


Bu Fatimah terkejut karena ternyata tamu yg datang kerumahnya adalah putrinya yg sedang dirindukan.


Dia terus mengecupi kening gadis yg tengah berada dalam dekapannya.


" Ya Alloh Amira, bunda sangat merindukan kamu nak " ucap Bu Fatimah senang.


Mereka melepaskan pelukan itu lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Bu Fatimah terus menggenggam tangan Amira lalu mengajaknya duduk diruang tamu.


"Amira juga sangat merindukan bunda dan rumah ini.


Maaf baru sekarang Amira datang berkunjung kemari bunda " ucap Amira sambil menampilkan senyum manisnya.


"Tidak apa-apa Ra, bunda mengerti dengan keadaanmu.


Bagaimana kabarmu??? Disana mereka tidak memperlakukanmu dengan buruk kan "??.


Wajah Amira langsung terlihat sedih saat Bu Fatimah menanyakan hal itu padanya. Menyadari jika pertanyaannya telah membuat putrinya ini bersedih, Bu Fatimah segera menghiburnya.

__ADS_1


" Tidak apa-apa jika ayahmu belum menerimamu sepenuhnya.


Masih ada bunda dan Miko yg akan selalu menerima dan menyayangimu sayang " hibur Bu Fatimah.


"Terima kasih bunda. Amira sayang bunda " ucap Amira berusaha menutupi kesedihannya.


"Oh iya, kenapa kamu datang malam-malam begini Ra"?? tanya Bu Fatimah.


"Supirnya ayah kebetulan ada pekerjaan tak jauh dari sini bunda.


Amira minta izin ke ayah untuk sekalian ikut pulang kemari. Tapi Amira tidak bisa lama di sini " jawab Amira.


"Lho kenapa??? Apa nggak sebaiknya kamu menginap disini dulu malam ini "?? tanya Bu Fatimah.


" Amira belum izin ke ayah bunda.


Takutnya ayah marah karena tadi Amira pamitnya cuma pergi sebentar ".


Bu Fatimah menarik nafasnya berat. Hatinya terasa sedih mendengar perkataan Amira.


" Bunda jangan sedih ya. Lain kali Amira pasti akan menginap di sini " bujuk Amira berusaha menghibur bundanya.


Dia sebenarnya juga ingin tinggal lebih lama disini.


"Ya sudah tidak apa-apa. Tapi lain kali kamu harus menginap ya Ra.


Bunda masih kangen sama kamu. Apalagi Miko, dia pasti senang sekali kalau tau kamu menginap disini ".


" Iya bunda, Amira janji. Bagaimana kabar Miko dan Viola "?? tanya Amira.


Bu Fatimah menundukkan kepalanya saat Amira menanyakan kabar adiknya.


" Setelah kamu pergi, adikmu jatuh sakit Ra. Dia terus menangis mencarimu " jawab Bu Fatimah sedih.


Amira terkejut begitu tau kabar adiknya. Dia menahan sesak di dada begitu tau kondisi adik kesayangannya.


"Kasihan Miko, gara-gara Amira dia jadi sakit " ucap Amira sambil meneteskan airmata.


Mata Bu Fatimah berkaca-kaca melihat Amira menangis. Dia juga merasa begitu sedih dengan keadaan Miko. Tubuhnya menjadi sangat kurus setelah berpisah dengan kakaknya.


"Amira mau ke kamar Miko dulu bun.

__ADS_1


Amira kangen sama Miko " ucap Amira lalu beranjak menuju kamar adiknya.


"Miko tidak ada di kamarnya Ra ".


Amira menghentikan langkahnya lalu menatap bingung kearah Bu Fatimah.


" Maksud bunda Miko tidak ada disini "?? tanya Amira.


" Iya, adikmu sekarang berada dirumah Bu Tati. Sudah hampir tiga minggu adikmu tinggal di sana " jelas Bu Fatimah.


"Kenapa Miko bisa berada di rumah Bu Tati bunda ???? Bukannya Miko sedang sakit sekarang "?? tanya Amira bingung.


" Iya, setelah kamu pergi adikmu langsung jatuh sakit. Bu Tati sengaja membawa adikmu ke rumahnya supaya adikmu tidak berlarut-larut merasa sedih.


Adikmu sama sekali tidak mau makan apapun Amira. Bunda dan Bu Tati tidak tega melihat kondisinya waktu itu jadi Bu Tati memutuskan meminta izin ke bunda untuk membawa Miko pulang ke rumahnya. Siapa tau disana Miko bisa sedikit mendapat pelipur lara setelah berpisah denganmu ".


Tubuh Amira merosot jatuh ke lantai dan suara tangisnya semakin kencang.


Dia tidak menyangka jika kepergiannya malah membuat adiknya menderita. Dia sangat menyesal telah meninggalkan adiknya disini.


" Maafkan kakak Miko. Karena keegoisan kakak kamu jadi seperti ini. Maafkan kakak sayang " ucap Amira sambil menangis tersedu-sedu.


Bu Fatimah merengkuh tubuh Amira ke dalam pelukannya. Dia tau semuanya sangat sulit bagi Amira. Hal ini pasti membuat hatinya terluka karena Amira begitu menyayangi adiknya. Dia yg telah membesarkan adiknya dari bayi hingga sekarang.


"Stttt, kamu jangan khawatir sayang. Sekarang kondisi Miko sudah jauh lebih baik. Bu Tati merawat Miko dengan sangat baik di rumahnya " hibur Bu Fatimah.


Setelah tangis Amira sedikit reda, Bu Fatimah lalu mengajak Amira untuk istirahat dulu di kamarnya.


Dia terus memeluk Amira hingga tanpa sadar dirinya terlelap dan tak menyadari jika Amira sudah pergi meninggalkan panti.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2