Airmata Dendam

Airmata Dendam
Flashback (Pelangi setelah hujan)


__ADS_3

Hari-hari yg di lewati oleh Dave dan Kamila kini semakin berwarna.


Mereka dengan penuh kebahagyaan menjaga janin yg berada di dalam rahim Kamila.


" Mama, Papa bilang Jimmy akan punya adik.


Memangnya adik itu sepelti apa sih Ma "?? tanya Jimmy sambil berbaring di pangkuan ibunya.


Kamila tersenyum mendengar pertanyaan putranya.


Sambil membelai rambutnya, Kamila memberikan pengertian pada putranya siapa yg di maksud adik olehnya.


" Sayang, adik itu sama seperti Jimmy. Tapi usia dan tubuh adik lebih kecil dari Jimmy. Jimmy mau tidak punya adik "?? tanya Kamila pelan.


" Mau Ma. Lalu sekalang adik ada dimana "??.


" Adik masih ada di dalam perut Mama sayang "!.


" Kenapa adik ada di dalam pelut Mama?? Memangnya adik lumahnya di dalam sini ya "?? tanya Jimmy sambil memegang perut ibunya.


Jimmy kecil merasa begitu penasaran kenapa adiknya lebih memilih tinggal di dalam perut ibunya daripada tinggal di rumah bersama-sama dengannya.


" Karena adik masih sangat kecil jadi harus tinggal didalam sini dulu.


Nanti tunggu adik sudah lahir baru adik akan tinggal bersama kita " jawab Kamila.


" Apa nanti adik bisa belmain mobil-mobilan dengan Jimmy, Ma "??.


" Bisa sayang, tapi tunggu adik besar dulu ya "?.


" Holeee,, Jimmy mau punya adik. Jimmy jadi punya teman belmain nanti "!! teriak Jimmy heboh sambil bertepuk tangan.


Dave yg saat itu berdiri sambil menyender di pintu kamar tersenyum bahagya mendengar percakapan istri dan anaknya. Dia sekarang merasa sangat lega setelah mendengar kabar kehamilan istrinya.


Kini pelangi telah hadir di tengah-tengah kebahagyaan mereka setelah datangnya hujan badai di dalam rumah tangganya bersama Kamila.


" Ehhmmmm,, senangnya yg sebentar lagi akan mempunyai adik "!.


Kamila dan Jimmy menatap kearah Dave. Dave berjalan kearah anak dan istrinya kemudian duduk lalu mendekatkan wajahnya kearah perut istrinya.


" Halo anak Papa yg di dalam, cepatlah lahir. Ada yg sudah menantikanmu disini " ucap Dave diatas perut istrinya.


Kamila tersenyum lalu mengelus kepala suaminya yg sedang menciumi perutnya dari balik baju yg dia pakai.


" Papa, tidak boleh dekat-dekat dengan pelutnya Mama.


Papa tidak tau ya kalau di dalam pelut Mama itu ada adik Jimmy "! protes Jimmy kecil sambil mendorong ayahnya supaya menjauh dari perut ibunya.


" Oh oke-oke Papa tidak ganggu adiknya Jimmy lagi "! ledek Dave sambil menyentuh perut istrinya.

__ADS_1


" Mama lihatlah Papa. Papa bandel sekali "!.


Jimmy menatap garang kearah ayahnya yg tidak mau mendengarkan peringatan darinya. Hal itu malah membuat Dave semakin ingin meledek putranya itu.


" Papa juga kan ingin dekat-dekat dengan adiknya Jimmy ".


" Tidak boleh Pa, itu adiknya Jimmy. Nanti adik menangis kalau Papa dekat-dekat telus "!! marah Jimmy dengan urat yg terlihat menegang di lehernya.


" Mana ada adik menangis, Papa ini kan Papa-nya adik ".


" Pokoknya itu cuma boleh jadi adiknya Jimmy.


Papa tidak boleh "!!.


" Boleh ".


" Enggak boleh "!.


" Bolehlah "!!.


" Kalau Jimmy bilang enggak boleh belalti enggak boleh, Papa "!!.


Dada Jimmy naik turun saat berdebat dengan ayahnya.


Dia sangat takut kalau ayahnya akan merebut adik yg masih berada di dalam perut ibunya.


Merasa tidak akan menang melawan ayahnya, Jimmy segera menatap kearah ibunya dengan mata yg berkaca-kaca.


Kamila menggelengkan kepalanya saat suaminya ingin kembali mengganggu putranya yg sudah hampir menangis.


" Sudah Kak, kamu ini jahil sekali " omel Kamila lalu memeluk putranya yg matanya mulai basah.


" Mama, Papa mau melebut adiknya Jimmy. Bilang ke Papa Ma, adiknya Jimmy cuma boleh jadi miliknya Jimmy.


Kalau adik di lebut, nanti siapa dong yg belmain mobil-mobilan dengan Jimmy ".


Kamila yg tidak tega mendengar putranya mengadu sambil menangis, segera mencubit paha suaminya.


Dia menatap sebal suaminya yg malah tersenyum puas setelah membuat putra mereka menangis.


" Lihatlah kejahilanmu, sekarang putra kita jadi sedih " bisik Kamila.


" Itu salahnya sendiri sayang, siapa suruh terlalu posesif pada adiknya " jawab Dave ikutan berbisik.


" Sekarang kamu tenangkan Jimmy dulu Kak. Aku tidak tega melihatnya menangis seperti ini " ucap Kamila sambil melirik putranya yg masih menangis sesenggukan.


Dengan senyum bahagya di bibirnya, Dave membawa putranya ke pangkuannya. Dia membersihkan airmata di wajah putranya sebelum mengajaknya menjalin kerjasama.


" Sayang, Papa bukan mau merebut adik darimu. Tapi Papa itu sangat menyayangi adik yg tinggal di perut Mama-mu.

__ADS_1


Sama seperti Jimmy yg juga sangat sayang pada adik.


Jadi sekarang Jimmy berhenti menangis ya, karena adik juga akan ikut menangis di dalam sana " bujuk Dave.


" Apa benal adik akan menangis kalau Jimmy menangis Pa "?? tanya Jimmy yg langsung menghentikan tangisnya.


" Iya, karena itu Jimmy tidak boleh menagis lagi ya di dekat adik " jawab Dave.


" Iya Pa, Jimmy tidak akan menangis lagi ".


Jimmy kecil kemudian turun dari pangkuan ayahnya.


Tangannya bergerak lembut mengusap perut ibunya.


" Adik, Kakak Jimmy sekalang tidak akan menangis lagi.


Jadi adik jangan sedih ya, nanti Kakak Jimmy belikan mainan yg banyak untuk adik " ucap Jimmy polos.


Dave memeluk pinggang istrinya sambil memperhatikan putranya yg sedang berbicara dengan adiknya.


" Papa, Mama, mulai sekalang tidak boleh panggil Jimmy kecil lagi ya "?? ucap Jimmy sambil menatap kearah ayah dan ibunya dengan wajah yg sangat serius.


" Lho, memangnya kenapa sayang "?? tanya Kamila kaget.


" Kalena sekalang Jimmy sudah punya adik. Jadi halus panggil Kakak Jimmy ya Ma. Jimmy akan sayang dengan adik, Jimmy akan jaga adik dan belmain belsama dengan adik "! jawab Jimmy kecil dengan sangat antusias.


" Baiklah, mulai sekarang Mama dan Papa akan panggil Kakak Jimmy.


Betulkan Kakak Jimmy "?? ledek Kamila sambil tertawa gemas.


" Adik sudah dengalkan, adik sekalang tidul saja ya di dalam pelut Mama ".


Dave mencium kening istrinya lalu kembali menatap putranya yg masih asik berceloteh dengan gayanya yg sangat menggemaskan. Putranya terus berbicara hal-hal lucu dengan adiknya, membuat Dave dan Kamila hanya bisa tertawa gemas mendengarnya.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Hallo para reader's tercinta, pada baper gk nih...


Kalau author si baper banget... Gemes sama Kakak Jimmy kecil.


Buat yg udah pada baper, ayo dong di vote, vvoottee, like, comment dan rate bintang lima dong novel ini biar author makin semangat nulisnya.


Dukung juga novel terbaru author yg berjudul " History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA).


Jangan lupa juga di vote, like, comment dan rate bintang lima.


Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.

__ADS_1



__ADS_2