
Amira mengerjapkan matanya perlahan. Dia kaget saat melihat sekelilingnya.
Sayup-sayup dia mendengar suara rintihan suara meminta tolong yang diselingi suara tawa.
"Euunngghhhhh " ringis Amira sambil memegangi kepalanya.
Amira tersentak saat teringat kejadian yg menimpanya sebelum dia tak sadarkan diri. Dia segera memeriksa tubuhnya. Pakaiannya masih utuh selain bekas robekan di bagian dadanya.
"Syukurlah " ucap Amira lega lalu berusaha mengikat bajunya supaya bisa menutupi bagian dadanya yg terbuka.
"Tolong........ "!!!.
Amira kaget saat tiba-tiba mendengar suara minta tolong. Dia menatap kearah semak-semak tempat suara itu berasal. Dia menjadi penasaran dengan suara minta tolong tersebut.
" Siapa yg meminta tolong di tengah hutan seperti ini "?? gumam Amira.
Dengan langkah tertatih, Amira mencoba menghampiri suara itu.
Tubuhnya sedikit merinding saat mendengar suara orang yg sedang tertawa begitu senang.
" Tolong "!!!...
Kening Amira mengerut. Entah kenapa suara minta tolong itu terdengar begitu putus asa. Rintihannya terdengar begitu menyakitkan. Tanpa Amira sadari, tangannya bergerak meremas bagian jantungnya. Dadanya mendadak terasa seperti di tikam ribuan pisau saat suara itu kembali terdengar.
" To.. long.....!!!.
Sekarang Amira yakin jika sesuatu sedang terjadi di balik semak-semak itu.
Dngan memberanikan diri akhirnya Amira mengintip dari balik pohon di sebelah semak-semak.
"Astagfirullohaladziimmm "!!!!!!!!!!!!!!
Amira segera menutup mulutnya begitu melihat apa yg ada di balik semak-semak itu. Matanya melotot dan kakinya menjadi lemas. Tubuhnya bahkan sekarang telah jatuh ke tanah.
Amira mengatur nafasnya perlahan. Dia begitu syok dengan apa yg baru saja dia lihat. Lalu matanya seperti di tarik untuk kembali melihat ke dalam semak itu.
Takut dirinya ketahuan, Amira mencoba bergerak sepelan mungkin.
Matanya meneteskan airmata saat disuguhkan pemandangan yg begitu tragis. Ya...... Di balik semak-semak itu terlihat tiga orang manusia yg sedang melakukan sebuah aktifitas yg sangat tidak manusiawi.
__ADS_1
Seorang gadis tampak sedang merintih kesakitan di tengah-tengah dua orang lelaki yg dengan tidak memiliki hati nurani terus memperkosanya.
Mereka bahkan tidak mempedulikan suara gadis itu yg menangis kesakitan.
Mulut Amira seperti terkunci. Dia tidak tau harus bagaimana.
Kedua lelaki yg sedang asik menyalurkan hasrat bejatnya pada gadis itu adalah lelaki yg sama yg hampir memperkosanya tadi.
Dia tidak tau siapa gadis itu dan bagaimana ceritanya sampai dia harus mendapatkan perlakuan sadis seperti ini.
Saat Amira sedang terpaku melihat tragedi itu, tanpa sengaja tatapan mata gadis itu bertemu dengan pandangan Amira.
Entah kenapa Amira merasa kalau ada sebuah kemarahan dimata gadis itu.
Lama mereka saling bertatapan. Hingga akhirnya gadis itu menggerakkan bibirnya kearah Amira.
" P-e-r-g-i.... "!!!.
Amira mengerutkan keningnya saat dia melihat gerakan bibir gadis itu.
" Kenapa dia menyuruhku pergi "?? gumam Amira.
Lagi. Gadis itu kembali membuat isyarat melalui bibirnya meminta Amira untuk pergi. Amira bingung harus bagaimana.
Kakinya terasa berat untuk pergi dari sana. Tiiba-tiba Amira di kejutkan oleh teriakan yg berasal dari gadis itu.
" Aaakkkkhhhhhhhhh "!!!!!.
Spontan, Amira membuat gerakan seperti ingin berlari menyelamatkan gadis itu.
Dia sudah tidak sanggup lagi hanya berdiri diam melihat kesadisan yg dialami gadis itu. Gadis yg sudah tidak berdaya itu kini sedang menerima kekerasan fisik dari dua orang lelaki itu. Dengan kejinya mereka menendang perut gadis itu setelah puas menikmati tubuhnya.
" Pergi.... "!!!!!!!.
Amira menghentikan langkahnya saat gadis itu berteriak kencang memintanya pergi sebelum sebuah benda tajam menusuk perutnya.
Amira membatu.
Nafasnya seakan ikut terhenti saat kedua lelaki itu berulang kali menusukkan pisau milik mereka kepada gadis yg sekarang sudah bersimbah darah.
__ADS_1
Belum selesai sampai disitu, mereka menyeret tubuh gadis tidak berdosa itu lalu menguburnya dengan bebatuan.
" Tidak bisa, aku harus segera mencari pertolongan. Aku harus menyelamatkan gadis itu "!!! batin Amira.
Amira berlari keluar dari hutan. Dia berlari sambil berteriak meminta tolong kepada warga.
Tapi tak ada satu orangpun yg datang menolongnya.
Hingga tanpa Amira sadari, Amira telah sampai ditempat dimana dia seharusnya menunggu kedatangan ayahnya.
" Apa yg harus aku lakukan, sebentar lagi ayah pasti datang. Tapi bagaimana dengan gadis itu "???.
Amira berdiri gelisah di samping sebuah gubuk ditepi jalan. Dia bingung harus bagaimana.
" Ya, aku akan meminta tolong pada ayah begitu ayah datang.
Sekarang aku lebih baik menunggu saja. Setelah itu baru aku akan melaporkan kejadian tadi pada polisi. Ayah pasti mau menolongku "!! ucap Amira yakin.
Dengan harap-harap cemas, Amira terus memandang kearah jalan.
Dia menunggu hingga hari mulai malam. Saat dia merasa harapannya pupus, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil.
Amira bernafas lega saat melihat sorot lampu mobil itu semakin mendekat kearah tempatnya menunggu.
"AYAAHHH..... "!!!!!!.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1