
Setelah lamarannya di terima, pernikahan mereka pun segera di laksanakan.
Dave beralasan pada Kamila kalau kedua orangtuanya tidak bisa menghadiri pernikahan mereka karena sedang berada di luar negeri untuk berobat.
Meskipun sedih, Kamila berusaha untuk tetap mengerti. Dia juga sering mendengar cerita dari Dave kalau ayahnya menderita sakit jantung.
Pagi ini merupakan hari pernikahan Dave dan Kamila.
Pernikahan mereka hanya di selenggarakan dengan sederhana di panti asuhan.
Kepala desa dan warga di sinilah yg akan menjadi saksi penyatuan cinta mereka.
Dave duduk di temani oleh sekertaris dan beberapa orang kepercayaannya .
Dia merasa begitu gugup menjelang ijab qobul pernikahannya.
Tak lama kemudian, Kamila keluar dari kamarnya dengan mengenakan kebaya berwarna putih.
Dave terpana melihat kecantikan wanita yg sebentar lagi akan menjadi istrinya.
Dia baru tersadar dari keterpesonaannya saat sekertarisnya memanggilnya karena acara ijab qobul akan segera di mulai.
Dengan berdebar-debar, Dave menerima jabat tangan dari pak penghulu.
Pikirannya sedikit tidak fokus karena sekarang Kamila di minta duduk di sampingnya.
Tubuh Dave menjadi tegang saat penghulu menanyakan kesiapannya untuk mengucapkan ijab qobul.
" Apa Pak Dave sudah siap "? tanya penghulu.
" Saya siap Pak "! jawab Dave.
" Kalau begitu ijab qobulnya di mulai sekarang saja ".
Dave mengangguk. Sedangkan Kamila duduk dengan tenang di samping Dave.
Dia percaya kalau calon suaminya ini akan mengucapkan ijab qobul dengan lancar.
" Bismillahirrokhmaanorrokhiiim,, Ananda Dave, hari ini saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Kamila Sari binti almarhum Bapak Khusaini dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 25gram di bayar tu.. nai "!! ucap penghulu dengan suara yg tegas.
" Saya terima nikah dan kawinnya Kamila Sari binti almarhum Bapak Khusaini dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 25gram di bayar tunai "!.
Dave mengucapkan kalimat ijab qobul dengan lancar dalam satu kali tarikan nafas.
" Bagaimana para saksi, sahh "??.
" Sahhhh "!!.
" Alhamdulillah ".
__ADS_1
Dave menangkupkan kedua tangan di wajahnya. Dia merasa sangat lega sekarang. Seperti ada batu besar yg baru saja terlepas dari dadanya.
Sementara Kamila sendiri tampak meneteskan airmata bahagya saat dirinya kini telah resmi menjadi istrinya Dave.
Pak penghulu kemudian memimpin doa. Di sela-sela doa, Dave menitikkan airmatanya.
Dia teringat jika pernikahan ini di landasi oleh dua kebohongan yg telah dia lakukan.
" Maafkan aku Ma, Pa. Aku tidak memberi tahu kalian tentang hari paling bahagya di hidupku ini. Aku takut kalian tidak akan mengizinkanku menikahi Kamila.
Dan Kamila, tolong maafkan aku karena aku belum siap memperkenalkan kamu pada kedua orangtuaku.
Semoga kebohonganku ini tidak menjadi masalah dalam rumah tanggaku ".
Setelah selesai berdoa, Dave dan Kamila saling memakaikan cincin berlian di jari manis mereka.
Kamila dengan malu-malu mencium tangan suaminya di depan para warga desa.
" Terima kasih sudah mau menjadi istriku " bisik Dave saat Kamila sedang mencium tangannya.
Kamila tersipu mendengar bisikan itu. Dia tertunduk sambil terus mengukir senyum di bibir indahnya.
Setelah acara ijab qobul selesai, di lanjutkan dengan acara makan-makan.
Dave dan Kamila yg kini sudah resmi menjadi suami istri tampak begitu mesra saat berjabat tangan dengan para tamu yg mengucapkan selamat untuk mereka berdua.
Raut wajah penuh kebahagyaan terlihat jelas diantara keduanya.
" Iya Kak, aku tidak menyangka hubungan kita akan secepat ini ".
" Kenapa kamu bicara seperti itu Mila. Apa kamu masih belum bisa percaya padaku "? tanya Dave.
Dave menatap khawatir kearah istrinya.
" Aku percaya padamu, Kak Dave. Aku hanya tidak menyangka kalau secepat ini kita sudah menikah.
Kita menikah hanya dalam jarak waktu satu tahun saja " jawab Kamila lembut.
" Oh, aku pikir apa. Ku pikir kamu tidak bahagya menikah denganku " ucap Dave sambil menarik nafas lega.
" Aku sangat bahagya sekali Kak bisa menikah dengan lelaki sebaik dirimu ".
Senyum di bibir Dave mengembang. Matanya melihat kearah wanita yg barusaja resmi menjadi istrinya dengan tatapan cinta yg begitu dalam.
" Aku jauh lebih bahagya lagi darimu Mila ".
" Oya Kak, bagaimana keadaan orangtuamu sekarang "? tanya Kamila.
Dave menegang saat Kamila menanyakan kabar orangtuanya.
__ADS_1
Wajahnya langsung berkeringat.
" Mereka,, mereka baik-baik saja " jawab Dave gugup.
" Kamu kenapa Kak?? Apa terjadi sesuatu dengan mereka "?? tanya Kamila panik saat melihat perubahan di wajah suaminya.
" Tidak, tidak terjadi apapun pada mereka Mila.
Papa hanya perlu banyak istirahat dan suasana yg tenang saja sekarang. Kemungkinan mereka akan lama berada di luar negeri.
Dan sepertinya aku masih belum bisa mempertemukan kamu dengan Mama dan Papa " jawab Dave.
Kamila tersenyum. Dia kemudian menggenggam tangan suaminya yg masih terlihat gugup.
" Tidak apa-apa kalau memang belum bisa bertemu mereka Kak.
Kamu tidak perlu gugup begini. Masih ada lain waktu untuk bertemu.
Kesehatan orangtua jauh lebih penting Kak ".
Dave merasa begitu bersalah telah kembali membohongi istrinya.
Tapi mau bagaimana lagi, hanya ini yg terbaik untuk mereka sekarang.
Setelah para tamu pulang, Dave dan Kamila membantu orang-orang membereskan bekas pesta pernikahan mereka.
Hingga akhirnya mereka berdua melewati malam pengantin mereka dengan penuh kebahagyaan.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, vvvooottteee, like, comment, share dan rate bintang lima novel ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author. Tapi yg wajar-wajar aja kritikannya.
Follow juga akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Oh ya, mohon dukungannya untuk novel terbaru author.
Judulnya HISTORY OF LIANG ZHU (REINKARNASI KEDUA).
Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya...
__ADS_1
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.