Airmata Dendam

Airmata Dendam
Pelukan penuh kerinduan


__ADS_3

Amira memeluk adiknya begitu dia masuk ke dalam rumah.


"Kakak kok lama datangnya "?? tanya Miko sambil menatap Amira.


" Maaf sayang, kakak tadi nungguin orang dulu " jawab Amira sambil mencium kening adiknya.


Dia memang sedikit terlambat karena harus menunggu supir ayahnya dulu.


"Bunda ".....


panggil Amira lalu menghampiri Bu Fatimah. Dia mencium tangan bundanya lalu memeluknya.


"Amira kangen sama bunda "!!.


" Bunda juga nak "!! jawab Bu Fatimah memeluk erat tubuh Amira.


Mereka lalu melepaskan pelukan itu. Amira tersenyum melihat Bu Tati yg sedang memperhatikan mereka.


"Assalamualaikum, Bu Tati "?? sapa Amira ramah.


Tak lupa dia mencium tangan wanita bekas majikannya itu.


" Waalaikumsalam Ra. Kenapa maghrib2 baru nyampe Ra "?? tanya Bu Tati.


" Mobilnya mogok Bu, jadi harus nunggu dulu tadi ".


" Oh, kamu sudah sholat belum Ra "??.


" Sudah Bu tadi di jalan sekalian. Kalau nunggu sampai disini takutnya gk kebagian waktu " jawab Amira.


"Kakak kok malah ngobrol sama Bu Tati sih "?? protes Miko karena merasa di acuhkan oleh kakaknya.


" Hahaa, maaf sayang. Kenapa "?? jawab Amira lalu berjongkok didepan adiknya yg sedang cemberut. Dia mengelus rambut hitam milik adiknya.


" Miko kan kangen sama kakak. Kakak tidur sama Miko ya nanti "!! rengek adiknya.


" Iya, nanti kakak tidur sama Miko. Nanti kakak akan membacakan buku cerita buat kamu ".


" Yeyyyy,,, Miko tidur sama kak Amira "!!! tariak Miko sambil melompat-lompat senang.


Mereka bertiga tersenyum melihat Miko. Akhirnya anak itu kembali ceria setelah selama hampir sebulan merasakan kesedihan yg mendalam.

__ADS_1


" Sudah-sudah, ayo kita semua masuk ke dalam. Sudah waktunya untuk makan malam. Bu Tati ikut makan malam disini juga ya "??ajak Bu Fatimah ramah.


"Maaf Bu Fatimah,Amira. Sepertinya saya tidak bisa ikut makan malam bersama kalian. Sebentar lagi suami saya sampai dirumah jadi sekarang saya akan langsung pulang " tolak Bu Tati sambil melihat jam di tangannya.


"Oh, begitu ya Bu. Ya sudahlah " jawab Bu Fatimah.


"Sekali lagi maaf ya Bu. Lain kali saya akan makan malam disini " ucap Bu Tati yg merasa sedikit tidak enak pada Bu Fatimah.


"Tidak apa-apa Bu, saya faham. Suami Ibu jauh lebih penting ".


" Kalau begitu saya pamit pulang dulu Bu. Amira, main-mainlah ke rumah, ajak Miko juga. Jangan sungkan ya ".


" Iya Bu, nanti Amira dan Miko datang ke rumah " jawab Amira.


Setelah berpamitan, Bu Tati langsung pergi meninggalkan panti asuhan.


Amira tersenyum manis melihat adiknya yg terus menempel di kakinya. Dengan gemas dia mengangkat tubuh adiknya ke pelukannya.


"Miko nakal tidak selama kak Amira pergi, huhhhh "!?? tanya Amira sambil menciumi pipi adiknya.


" Hahahha,,, geli kak. Miko nggak nakal kok " jawab adiknya sambil tertawa geli karena Amira terus menciumi pipinya.


" Tidak kak. Beneran....


Sudah lo kak, Miko geli "!!! teriak Miko berusaha menghindari ciumannya.


" Kalau Miko bohong, kakak akan makan badan Miko. Seperti ini, happp... nyamm.. nyamm ".


Bu Fatimah tersenyum melihat kelakuan kakak beradik ini. Sudah lama dia tidak menyaksikan kebahagyaan mereka. Matanya berkaca-kaca.


" Bunda kenapa "?? tanya Amira sambil menurunkan adiknya dari gendongannya. Dia heran melihat bundanya menatap mereka sedih.


" Bunda kok nangis "?? tanya Miko sambil memegang tangan Bu Fatimah.


" Bunda nggak nangis sayang. Tadi mata bunda cuma kelilipan " elak Bu Fatimah lalu mengusap matanya yg memerah.


"Miko masuk kedalam dulu ya sayang. Kakak mau bicara dulu sama bunda " ucap Amira.


Dia tau ada sesuatu yg sedang di pikirkan bundanya.


"Baik kak. Tapi kakak jangan pergi lagi ya "?? jawab Miko cemas.

__ADS_1


"Iya " jawab Amira.


Setelah adiknya pergi, Amira menatap Bu Fatimah.


Mata Bu Fatimah kembali berkaca-kaca. Amira terkejut melihatnya. Dia lalu membawa Bu Fatimah ke dalam pelukannya.


"Bunda kenapa menangis "?? tanya Amira cemas.


Bu Fatimah menangis terisak di pelukan Amira. Tangisnya semakin menjadi saat menyadari kalau tubuh Amira menjadi sangat kecil dari sebelumnya.


" Apa bunda merasa sakit "??.


Bu Fatimah hanya menggeleng sambil terus menangis. Perasaannya bercampur aduk sekarang. Senang bercampur sedih.


" Apa disana kamu jarang makan Amira?? Tubuhmu kurus sekali sekarang. Apa ayahmu tidak memperlakukanmu dengan baik dirumahnya"?? tanya Bu Fatimah pelan.


Tubuh Amira menegang saat Bu Fatimah bertanya. Dan Bu Fatimah pun menyadari perubahan Amira.


" Bunda menangis karena bahagya melihat kamu dan adikmu kembali berkumpul. Juga karena bunda terlalu senang kamu akan menginap disini ".


Bu Fatimah sengaja mencari topik lain karena dia tau Amira seperti tidak nyaman saat ditanyai tentang keluarga barunya. Sekarang bahkan tubuh Amira terasa dingin.


" Ayo sekarang kita ke ruang makan. Adik-adikmu pasti sudah menunggu kita " ajak Bu Fatimah sambil membersihkan airmatanya. Dia lalu menarik Amira yg masih berdiri diam dengan tatapan kosong.


Amira hanya diam saat Bu Fatimah mengajaknya . Dia tidak tau harus bagaimana menjelaskan tentang keluarganya pada bundanya. Hatinya hanya merasakan sakit saat ini.


"Bunda tau nak, disana pasti kamu merasa terluka. Maafkan bunda yg tidak bisa melakukan apapun untukmu Amira " batin Bu Fatimah sedih.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2