Airmata Dendam

Airmata Dendam
Flashback (Kasih seorang ibu)


__ADS_3

" Assalamualaikum sayang "!!.


Kamila yg sedang berada di dapur segera berlari keluar setelah mendengar suara salam dari suaminya.


Fatimah yg saat itu juga sedang berada di dapur hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah kakaknya.


" Walaikumsalam Kak. Halo anak Mama yg tampan ".


Anita melahirkan seorang bayi laki-laki lima tahun lalu.


Dan suaminya menepati janjinya untuk memberikan nama yg telah dia siapkan untuk anak mereka.


Kamila langsung menggendong Jimmy kecil sambil menciumi pipinya yg terlihat semakin berisi.


Dia bahkan sampai melupakan kebiasaannya untuk mencium tangan suaminya.


" Haiisshh, sepertinya kamu memang lebih tampan dari Papa nak.


Lihat, Mama-mu bahkan tidak melihat keberadaan Papa disini "! protes Dave.


Dave selalu menjadi pihak yg diabaikan jika istrinya sudah bertemu dengan putra mereka. Sejak kehadiran Jimmy kecil di tengah-tengah mereka, Dave selalu di nomorduakan oleh Kamila.


Tapi jauh di dalam lubuk hatinya, dia merasa begitu bahagya. Dia bahagya karena kehadiran putranya bisa menjadi pelipur lara bagi Kamila yg sampai saat ini masih belum juga mendapatkan seorang anak.


" Lihatlah sayang, Papa-mu sangat tidak tau malu cemburu pada anaknya sendiri " sahut Kamila sambil melirik kearah suaminya yg memasang wajah cemberut.


" Iya Mama, Papa sepelti anak kecil " ucap Jimmy dengan suara cedalnya.


" Kamu dengar itu kan Kak. Putramu bahkan menyebutmu seperti anak kecil "! ledek Kamila.


" Siapa itu yg berani menyebut Papa anak kecil, emmm.


Papa akan menangkap orang itu lalu memakannya " ucap Dave sambil berpura-pura memasang wajah seram di depan anak dan istrinya.


" Mama, ayo cepat lali. Papa sekalang belubah jadi monstel "!! teriak Jimmy sambil menarik tangan ibunya.


" Ho-ho-ho,, anak tampan mau lari kemana. Papa akan memakanmu sekarang " timpal Dave sambil mengulurkan tangan ingin menagkap putranya.


" Mama ayo cepat kabul, nanti kita di makan monstel "!! teriak Jimmy lagi lalu bersembunyi di belakang tubuh ibunya.


Kamila hanya tertawa melihat drama ayah dan anak yg sedang terjadi di depannya. Dia hanya tersenyum saat suaminya memberikan kode untuk bergeser ke samping supaya bisa menangkap putra mereka yg masih bersembunyi.


" Happp,, mau sembunyi kemana lagi kamu anak tampan.


Papa sudah sangat lapar ingin segera memakanmu "!! ucap Dave lalu mengangkat tubuh putranya.


Dia menggigit-gigit kecil perut gembul putranya, membuat putranya berteriak karena merasa geli.


" Ahahaha, sudah Papa monstel. Pelut Jimmy geli sekali.


Mama tolong Jimmy, Papa monstel ingin makan pelut gendut Jimmy "!! teriak Jimmy meminta pertolongan pada ibunya.

__ADS_1


Kamila sangat bahagya melihat semua ini. Dia tidak pernah membayangkan akan memiliki keluarga yg utuh seperti ini meskipun Jimmy bukanlah putra kandungnya.


Jimmy dan suaminya adalah belahan jiwa di hidupnya sekarang.


Kamila perlahan-lahan melupakan kesedihannya yg tidak bisa memiliki anak dari dari rahimnya sendiri. Dia sudah sangat bersyukur dengan kehadiran Jimmy kecil di hidupnya.


" Sudah Kak hentikan. Jangan menggelitik perut Jimmy lagi, nanti dia bisa sakit perut " larang Kamila tidak tega melihat putranya yg sudah tidak berdaya akibat perbuatan usil ayahnya.


Dave menghentikan gelitikan di perut gembul putranya.


Dia lalu menatap kearah istrinya yg sedang menatap tajam di sampingnya.


" Baiklah Mama Jimmy yg cantik, Papa Jimmy yg tampan ini tidak akan mengganggu Jimmy kecil lagi " sahut Dave sambil menurunkan putranya dari gendongannya.


Dave lalu menciumi wajah putranya yg sedang terengah-engah di depannya.


" Jimmy, Mama-mu sedang marah. Ayo cepat bujuk Mama supaya kita bisa mendapatkan cemilan " bisik Dave menghasut putranya.


" Baiklah Pa, Jimmy akan melayu Mama supaya tidak malah lagi pada Papa dan Jimmy " ucap Jimmy dengan wajah penuh semangat empat lima.


Kamila berkacak pinggang sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan aneh putra dan suaminya.


Tatapan matanya menjadi sangat lembut saat Jimmy kecil menghampirinya lalu bergelayut manja di kakinya.


" Mama, jangan malah-malah ya. Papa dan Jimmy tidak nakal lagi.


Kata Oma, olang yg suka malah wajahnya akan cepat keliput sepelti Oma.


Apa Mama mau kalau Mama jadi keliput sepelti Oma juga "?? tanya Jimmy dengan suara lucu dan polosnya.


Suara putranya yg masih terdengar cedal membuat Dave dan Kamila menjadi semakin gemas.


" Jimmy, apa Oma yg berkata seperti itu padamu "?? tanya Dave masih dengan suara tawanya.


" Iya Pa " jawab Jimmy jujur.


Kamila kemudian berjongkok di depan putranya.


Dengan penuh kasih dia memeluk tubuh kecil putranya ini.


" Mama tidak marah sayang, tadi Mama hanya sedang bermain saja ".


" Tapi Papa bilang Mama sedang malah ".


" Papa-mu bohong ".


Jimmy melepaskan pelukan ibunya. Dia lalu menatap kesal kearah ayahnya yg sedang berdiri di sebelahnya.


" Papa tidak boleh belbohong. Nanti Alloh malah "!! ucap Jimmy.


" Siapa yg bilang seperti itu "?? tanya Dave sambil mengusap kepala putranya yg sedang marah tapi malah terlihat sangat lucu di matanya.

__ADS_1


" Bu gulu yg bilang " jawab Jimmy.


" Memangnya apa yg bu guru katakan pada Jimmy "?? tanya Kamila.


" Kata bu gulu, semua olang tidak boleh belbohong. Kalau belbohong Alloh bisa malah. Telus, kalau Alloh malah nanti perut kita jadi gendut " jawab Jimmy dengan antusias.


" Berarti Jimmy suka berbohong ya. Lihat, Alloh pasti marah karena sekarang perut Jimmy sangat gendut "! goda Dave sambil memegang perut gembul putranya.


" Ini bukan kalena Alloh malah Pa " sanggah Jimmy.


" Lalu ini kenapa "??.


" Ini kalena Jimmy makannya banyak ".


Lagi-lagi Dave dan Kamila tertawa mendengar jawaban polos putra mereka.


Jimmy yg tidak mengerti kenapa kedua orangtuanya tertawa hanya memegangi perut gembulnya.


" Mama, Jimmy lapal " ucap Jimmy sambil mengusap perutnya yg sedang berbunyi.


" Oh anak Mama lapar ya. Ya sudah ayo kita ke dapur.


Mama sudah masak makanan kesukaan Jimmy dan Papa " sahut Kamila.


" Yeyyyyyy "!!.


Mereka bertiga kemudian berjalan masuk kearah dapur.


Dave dan Kamila berjalan di samping putra mereka sambil menggenggam jari-jari mungil milik Jimmy kecil.


🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, like, comment dan rate bintang lima di novel ini.


Jangan lupa juga follow akun medsos milik author.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308


Oh ya, mohon dukungannya untuk novel terbaru author.


Judulnya "History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA).


Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya.

__ADS_1


Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.



__ADS_2