Airmata Dendam

Airmata Dendam
Pilu


__ADS_3

Sambil menunggu hujan reda, Pak Burhan menasihati Dave.


Sedangkan Anita dan Bu Fatimah hanya berdiri diam sambil menatap ke arah pemakaman.


" Pak Dave, setiap ciptaan Alloh yg memiliki nyawa suatu hari pasti akan mati.


Begitupun Amira.


Tidak ada orangtua yg tidak sedih jika di tinggalkan oleh anaknya.


Semuanya pasti sedih.


Tapi, kesedihan itu tidak boleh berlarut-larut. Hal itu hanya akan menghambat perjalanan ruh menuju Sang Khalik " ucap Pak Burhan sambil menepuk-nepuk bahu Dave.


" Saya tau Pak, yg saya lakukan tadi salah. Saya tidak bisa berfikir jernih.


Hati saya sakit, rasanya sesak seperti tidak bisa bernafas " jawab Dave sedih.


" Saya bisa memahami kalau Pak Dave sedang merasa kehilangan saat ini.


Tapi tidak hanya Bapak sendiri yg di tinggal oleh almarhumah.


Semua orang merasa sangat kehilangan ".


" Selama ini, saya selalu menyakiti perasaan Amira Pak.


Saya tidak pernah sekalipun peduli dengan keadaannya.


Saya selalu menutup mata dan telinga saya tentang keberadaannya.


Saya salah Pak, saya sangat menyesal sekarang ".


Beberapa warga yg belum pulang tampak meneteskan airmata mendengar perkataan Dave.


Sudah bukan rahasia lagi di desa ini tentang Amira yg tak di anggap oleh ayahnya sendiri.


Tapi melihat kepiluan yg di alami oleh Dave, warga sedikit bersimpati padanya.


" Saya tidak bisa membenarkan perbuatan Pak Dave pada almarhumah.


Tapi bapak masih bisa memperbaikinya dengan cara bertaubat.


Mintalah ampunan kepada Alloh SWT atas kelalaian bapak yg tidak bertanggung jawab terhadap putri bapak ".


Dave terdiam mendengar nasehat Pak Burhan.


Pikirannya kembali mengingat seperti apa kekejaman yg sudah dia lakukan pada putrinya sendiri.


Dia ingat kejadian yg sangat menyakitkan saat mendatangi panti asuhan.


Amira yg saat itu berusia 17 tahun terlihat sangat bahagya saat tau kalau dirinya datang ke panti asuhan.


Dave memperhatikan Amira melalui celah jendela.


Gadis itu berlari sambil tersenyum ke ruangan tempat dia berada.


Begitu melihatnya, Amira langsung berlari untuk memeluknya.


Tapi Dave dengan tega mendorongnya hingga terjatuh.


Amira menangis sedih, Amira bertanya kenapa dia tidak di izinkan memeluk ayahnya sendiri.

__ADS_1


Dia bahkan mengatakan pelukan darinya akan menjadi kado terindah di hari ulang tahunnya yg ke 17 tahun.


Dave mengernyit menahan sakit di dadanya. Bayangan wajah Amira yg sedang menangis sambil menatapnya, membuat Dave menjadi tidak karu-karuan.


" Amiiraaaaaaaaaa "!!.


Dave berteriak kencang lalu berlari masuk ke pemakaman.


Semua orang yg terkejut mendengar teriakan Dave segera berlari mengikutinya masuk ke dalam pemakaman.


Airmata mereka kembali menetes saat melihat Dave menangis di atas makam Amira dengan nafas yg tersengal-sengal.


" Amiraa,, tolong maafkan ayah. Ayah sangat menyesal Amiraa.


Ayah salah.. ".


Dave memeluk makam Amira seperti orang yg kehilangan kesadaran.


Rasa sakit di dadanya membuatnya sangat sulit bernafas.


" Ampuni ayah,, ampuni ayahh Amira. Beritahu ayah bagaimana cara untuk menebus semua kesalahan ayah.


Ayah akan melakukan semuanya asalkan kamu mau memaafkan ayah Amira.


Ayah menyesal Amira,, ayah menyesal ".


Anita menangis melihat suaminya yg sangat tertekan akibat rasa bersalah pada putrinya.


Dia segera menghampiri dan memeluknya. Berdua menangis diatas makam putri mereka yg masih basah.


" Dave,, jangan menangis lagi. Amira akan sedih jika melihatnya " ucap Anita sambil menangis.


" Aku salah Anita, aku salah.


Aku sangat ingin memeluk Amira sekarang, aku rindu putriku " tangis Dave.


Dewi dan semua orang menangis melihat bagaimana penyesalan yg sedang di alami oleh ayah Amira.


Tangis yg berasal dari ayah Amira terdengar begitu memilukan.


" Amira selalu berkata jika dia sangat merindukanku Anita. Dia sangat ingin merasakan pelukan dariku.


Tapi aku tak pernah mau mengabulkannya.


Dan sekarang aku menyesal. Sangat menyesal Anita.


Rasanya sangat sakit, sakit seperti aku akan mati ".


Anita semakin mengeratkan pelukannya. Disini Dave lah yg paling merasakan sakit atas kepergian Amira.


" Semua sudah terjadi Dave,, kamu tidak bisa mengulangnya lagi.


Kita harus ikhlas, kita harus menerima kepergian putri kita ".


Pak Burhan, Hendi dan Keanu mengusap mata mereka yg memerah.


Mereka semua enggan untuk beranjak dari tempat itu.


" Aku sangat merindukannya sekarang Anita. Aku harus bagaimana.


Aku ingin memeluk putriku, aku ingin bersama putriku.

__ADS_1


Aku ingin menyusulnya kesana,aku tidak sanggup seperti ini " ucap Dave putus asa.


" Jangan seperti itu Dave, kendalikan dirimu. Disini masih ada aku dan Jimmy.


Kamu tidak boleh bicara seperti itu ".


Keanu yg sudah tidak tahan akhirnya pergi dari sana. Hendi segera meminta Dewi untuk mengejar Keanu.


Dia khawatir Keanu melakukan sesuatu yg buruk jika di biarkan sendirian dalam keadaan kacau seperti itu.


" Sekarang kita pulang ya. Tubuhmu pasti sudah sangat lelah Dave " bujuk Anita.


" Aku tidak mau Anita, aku ingin menemani putriku di sini ".


" Jangan menambah beban untuk putri kita Dave.


Biarkan dia tenang bersama Kak Mila di surga ".


Setelah Dave sedikit tenang,akhirnya dia mau untuk pergi dari pemakaman.


Anita dengan sabar membantu Dave untuk berdiri.


Hendi yg melihat tubuh ayahnya Amira begitu lemas segera memapahnya.


Bu Fatimah yg sejak tadi diam sambil menangis berjongkok di depan makam Amira.


Dengan lembut dia mengusap foto Amira yg sedang tersenyum.


" Amira sayang, istirahat dengan tenang ya di sana.


Alloh sudah membalas semua perbuatan ayahmu.


Dia sangat menyesali perbuatannya dulu padamu. Kamu tidak perlu merasa sedih lagi.


Sekarang semua orang telah menyayangimu " ucap Bu Fatimah lirih.


" Bu Fatimah, mari kita semua pulang. Hujan juga sudah reda.


Semua warga juga sudah lelah dan butuh istirahat " ucap Pak Burhan.


" Iya Pak ".


Sebelum pulang, Bu Fatimah mencium nisan milik Amira.


Setelah itu, dia dan semua warga yg lainnya pergi meninggalkan pemakaman.


Meninggalkan Amira sendirian di temani seikat kain yg membungkusnya.


😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment ya di part ini.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos milik author.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2