
Saat ini, Amira, Bu Tati, Pak Iwan dan ayah Amira sedang duduk berhadap-hadapan di dalam restauran.
Setelah mendengar nasehat Pak Iwan, ayah Amira sedikit menurunkan sedikit egonya. Dia bersedia bicara dengan putrinya.
Bu Tati yg mengetahui kesediaan ayah Amira langsung memesan ruangan VIP di restauran ini. Dia berharap ada titik terang diantara ayah dan anak ini.
"Sekarang, selesaikanlah permasalahan anda tuan. Meskipun saya hanya seorang supir, tapi anda dan saya sama-sama seorang ayah yg memiliki anak. Bersikaplah selayaknya seorang ayah yg bijaksana. Dan saya yakin, anda bukanlah orang seperti itu " ucap Pak Iwan memecahkan kesunyian diruangan ini.
"Katakan apa yg kamu inginkan !!" ucap ayah Amira langsung tanpa mau melihat wajah Amira.
Meskipun sedih ayahnya tak mau menatapnya, setidaknya hatinya sedikit senang ayahnya mau bicara tanpa nada yg ketus seperti tadi.
"Ayah, Amira tidak mau apa-apa. Amira hanya ingin sedikit kasih sayang ayah " jawab Amira.
"Baik, aku akan mengabulkannya " jawab ayahnya.
Amira melihat ayahnya yg seperti sedang mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Dia menuliskan sesuatu diatas sebuah kertas kecil lalu meletakkan kertas itu didepan Amira.
"Ini cek senilai 1M dariku. Bisa kamu gunakan untuk biaya kuliah, rumah dan kebutuhan lainnya ".
" Ayah, Amira tidak mau uang ini. Bukan ini yg Amira minta " ucap Amira menolak pemberian ayahnya.
Bukan harta yg Amira inginkan, bukan ini.
"Lalu apa maumu sebenarnya.
Ini adalah bentuk kasih dariku yg kamu inginkan "!!! bentak ayahnya sambil menggebrak meja.
Bu Tati dan Amira sama-sama terkejut saat ayahnya menggebrak meja di depan mereka. Amira bahkan kembali meneteskan airmatanya.
" Tidak ayah, bukan begitu maksud Amira. Amira... Amira ingin kasih sayang ayah. Perhatian dari ayah ".
Amira memberanikan diri melihat wajah ayahnya. Dia menggigit bibirnya kuat saat ayahnya lagi-lagi membuang wajahnya kesamping.
__ADS_1
" Amira ingin tinggal dengan ayah. Apa boleh "?? tanya Amira.
" Tidak "!!!.
" Ayah, Amira hanya minta itu. Amira hanya ingin dekat dengan ayah. Amira tidak akan merepotkan ayah. Amira akan patuh pada semua perintah ayah. Ayah, berilah satu kesempatan pada Amira. Hanya itu keinginan Amira ayah ".
Ayahnya tampak berpikir. Amira harap-harap cemas sambil meremas tangannya. Salah satu kebiasaannya jika sedang gelisah.
Bu Tati yg melihat itu mencoba menguatkan Amira sambil mengusap punggungnya.
" Baiklah, kamu boleh tinggal denganku " jawab ayahnya.
"Benarkah?????
Alhamdulillah, terima kasih ayah " ucap Amira senang.
"Tapi kamu tinggal sebagai pelayan. Aku tidak mau keluargaku terganggu dengan kedatanganmu "!!.
" Astagfirulloh, apa anda sadar dengan perkataan anda tuan "?????
Amira adalah anakmu, tega-teganya anda menjadikan putrimu sendiri sebagai pelayan. Dimana hati nuranimu "!!!! bentak Bu Tati.
Pak Iwan berusaha menenangkan majikannya yg terbawa emosi. Dia juga ingin marah, tapi dia sadar diri dengan posisinya sekarang.
" Kalau dia menolak itu tak jadi masalah untukku, dia yg memintanya sendiri untuk tinggal bersamaku.
Dan dia hanya pantas menjadi seorang pelayan jika ingin tinggal di rumahku "!! jawab ayah Amira tegas.
Sama sekali tidak ada keraguan dimatanya saat melihat putrinya begitu sedih di depannya.
" Tapi tidak harus jadi pelayan di rumah anda. Dia masih putrimu, anak dari wanita yg anda cintai !!" ucap Bu Tati masih berusaha membela Amira.
"Cukup "!!!!
__ADS_1
Jangan ikut campur masalahku. Kamu tidak tau apa-apa "!! bentak ayah Amira sambil menunjuk wajah Bu Tati.
" Ayah sudah, jangan marah lagi " bujuk Amira yg melihat ayahnya begitu marah pada Bu Tati.
"Tidak bisa begitu Amira "..
" Bu, tidak apa-apa kok Amira jadi pelayan dirumah ayah. Yang penting Amira bisa dekat dengan ayah ".
Bu Tati tercengang mendengar ucapan Amira.
Bu Tati lalu memeluk Amira dengan erat. Harus seperti inikah gadis ini mengemis kasih sayang dari ayahnya????.
" Ayah, tiga hari lagi Amira ulang tahun. Bisakah ayah menjemput Amira ke panti asuhan "?? tanya Amira.
" Tunggu di gubuk dekat persimpangan. Jam 4 sore " jawab ayah Amira lalu beranjak pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Ayah, apapun yg terjadi Amira akan menunggu kedatangan ayah. Aku menyayangimu ayah !!" teriak Amira sebelum ayahnya benar-benar keluar dari ruangan itu.
Tubuh Amira jatuh lunglai ke lantai. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Mengeluarkan semua airmata kesedihan yg sudah dia tahan sejak ayahnya memintanya tinggal sebagai pelayan. Sesulit itukah untuk mendapatkan perhatian dari ayahnya?????................
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment ya di novelku ini.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1