
Malam ini, Jimmy sengaja mengantarkan Nadya pulang ke rumah.
Dia sadar telah mengabaikan kekasihnya karena sibuk dengan pekerjaannya. Untungnya dia memiliki kekasih yg sangat mengerti dengan posisinya sekarang.
" Sayang, aku ingin lebih serius dengan hubungan kita " ucap Jimmy sambil menggenggam tangan Nadya.
" Maksudmu selama ini kita hanya main-main "?? tanya Nadya tak mengerti.
" Bukan sayang, bukan itu maksudku. Aku ingin segera meresmikan hubungan kita ke jenjang yg lebih serius lagi.
Kamu mengerti kan apa maksudku "??.
Pipi Nadya memerah. Dia bukanlah anak kecil yg tidak faham kemana arah pembicaraan kekasihnya ini.
" Maksudmu sebuah pernikahan "?? tanya Nadya pelan.
" Iya sayang. Aku ingin menikahimu. Menjadikanmu milikku seutuhnya, dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak ".
Mata Nadya berkaca-kaca mendengar lamaran kekasihnya.
Meskipun tidak ada bunga dan cincin, dia sudah merasa sangat bahagya.
" Iya Jim aku mau menjadi ibu dari anak-anak kita nanti ".
Jimmy segera memeluk Nadya. Dia tau lamaran ini sangat tidak romantis.
Dia hanya ingin segera mengutarakan keinginannya pada kekasihnya.
" Terima kasih sayang. Besok malam aku akan datang kerumahmu dengan keluargaku. Katakan itu pada calon mertuaku " ucap Jimmy.
" Baiklah " jawab Nadya.
Nadya lalu turun dari dalam mobil Jimmy. Dia tersenyum manis sambil melambaikan tangan kearah Jimmy sebelum Jimmy meninggalkan halaman rumahnya.
" Aku harus segera bicara dengan Mama Papa " ucap Nadya lalu segera masuk ke dalam rumah.
Dia tidak menyangka hubungannya dengan Jimmy akan secepat ini sampai ke pelaminan.
" Bi, Mama mana "?? tanya Nadya pada pelayannya.
" Nyonya di kamarnya Non ".
Nadya segera berlari menaiki tangga menuju kamar ibunya. Dia sudah tidak sabar ingin menyampaikan berita bahagya ini pada orangtuanya.
__ADS_1
ceklek
" Mama "?? panggil Nadya lalu berjalan menghampiri ibunya.
" Kamu sudah pulang, sayang "?? sahut ibunya yg sedang duduk di depan meja rias kamarnya.
Nadya mengangguk kemudian memeluk tubuh ibunya. Bibirnya terus tersenyum mengingat lamaran Jimmy di mobil tadi.
" Ma, Nadya bahagya sekali malam ini " ucap Nadya masih memeluk ibunya.
" Memangnya ada apa Nad. Kamu habis menang tender lagi "?? tanya ibunya.
" Bukan Ma. Ini jauh lebih membahagyakan dibandingkan memenangkan tender bernilai ratusan milyar " jawab Nadya.
" Lalu apa sayang "?? tanya ibunya bingung.
" Ma.... ".
" Iya.. Ada apa sebenarnya Nad. Kamu bahagya karena apa "??.
" Jimmy melamar Nadya " jawab Nadya malu-malu.
" Benarkah????
Wahh, ini kabar yg sangat baik sayang. Kapan dia melamarmu "?? tanya ibunya kaget.
Dia bilang besok malam akan datang kerumah bersama kedua orangtuanya " jawab Nadya.
" Akhirnya kamu akan menikah sayang.
Sekarang cepat panggilkan Papamu kemari. Mama harus segera membicarakan dengan Papa persiapan menyambut keluarga Anderkson itu besok malam " ucap ibunya sangat antusias.
Nadya mengangguk lalu keluar dari kamar untuk bertemu ayahnya.
Saat dia menutup pintu kamar, seorang pelayan datang dan bicara padanya.
" Maaf Non Nadya, Tuan dan Nyonya sedang menunggu Non Nadya di meja makan " ucap pelayan itu kemudian meninggalkannya.
Nadya terbelalak mendengar perkataan pelayannya. Bukankah ibunya meminta dia memanggil ayahnya ke kamar, lalu kenapa pelayannya bilang kalau ibu dan ayahnya sedang menunggunya di meja makan.
" Lalu siapa yg bersamaku di dalam kamar tadi "?? gumam Nadya.
Jantung Nadya berdebar sangat kencang. Perasaan takut tiba-tiba datang di pikirannya. Dia menatap kearah pintu kamar ibunya sambil menelan ludah.
__ADS_1
" Apa pelayan itu salah melihat kalau Mama berada di bawah ya "?? gumam Nadya.
" Lebih baik aku cek dulu di dalam kamar ".
Tubuh Nadya sangat tegang saat tangannya memegang gagang pintu kamar ibunya.
Setelah pintunya terbuka sedikit, Nadya mengintip ke dalam kamar.
Bola matanya melebar saat melihat ibunya masih berada di depan meja rias sambil menyisir rambut menggunakan jarinya.
" Kenapa bisa ada dua Mama di rumah ini. Satu di meja makan dan satu lagi di dalam kamar "?? bingung Nadya.
Tiba-tiba ibunya melihat kearah Nadya. Nadya membeku begitu ibunya berbalik menatapnya.
Ternyata orang yg berada di dalam kamar bukanlah ibunya.
Wajah itu adalah wajah kepala yg muncul di kantornya beberapa hari yg lalu.
Sosok itu tersenyum dengan sangat mengerikan kearah Nadya.
Nadya yg tersadar segera menutup pintu kamar ibunya.
Dia segera berlari menuruni tangga.
Saat dia baru melewati tiga anak tangga, tiba-tiba sebuah tangan muncul lalu menarik kakinya.
" Aaaaaaaaaaaaaaaa... "!!!!!!!!.
Tubuh Nadya jatuh terguling dari atas tangga. Sebelum pingsan, Nadya melihat seorang wanita sedang berdiri diatas tangga sambil tersenyum padanya.
Pelayan dan orangtuanya yg mendengar suara teriakan Nadya segera datang kearah tangga. Mereka berteriak kaget melihat Nadya yg terbaring dibawah tangga dan berlumuran darah.
" Nadya "!!!!.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
__ADS_1
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308