
Keanu dan Hendi berjabat tangan dengan beberapa polisi yg menangani kasus kematian Amira.
" Semoga pelakunya segera tertangkap "!! ucap Keanu.
" Polisi sudah mengantongi identitas pelaku pembunuhan Ken.
Kasusnya pasti akan segera terungkap " timpal Hendi.
" Apa kamu mengenal Amira sebelumnya Hen "?? tanya Keanu.
Mereka kemudian duduk di salah satu kursi depan rumah. Hujan rintik tampak masih setia menghiasi malam penuh airmata ini.
" Tidak,, tapi aku pernah bertemu dengan sosoknya di ujung jalan dekat hutan tadi.
Sepertinya tempat itu yg di maksudkan oleh Pak Dave saat meminta Amira untuk menunggu kedatangannya " jawab Hendi.
Keanu mendesah,, dadanya masih terasa sakit sampai sekarang.
" Sosok itu terus menunggu disana,, beberapa warga pernah melihatnya menjelang maghrib.
Amira saat itu tidak sadar jika dirinya sudah meninggal.
Dia terus menunggu kedatangan Pak Dave disana dan dia tidak tau kalau dirinya sudah berubah menjadi sosok iblis yg mengerikan " cerita Hendi.
Keanu terus menyimak perkataan Hendi. Banyak pelajaran hidup yg dia dapatkan di balik kejadian memilukan ini.
Sementara di dalam,, jenazah Amira yg sudah selesai di bersihkan segera di bungkus dengan kain kafan.
Karena jasad Amira yg hanya tertinggal tulang belulangnya saja,, warga hanya membungkusnya seperti buntalan kemudian meletakkannya di atas meja.
Di samping meja itu, duduk Bu Fatimah dan Anita yg sudah tersadar dari pingsannya.
Ada juga Bu Tati dan keluarganya serta beberapa warga yg sedang membaca surat Yasiin di sebelah jenazah Amira.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
#Dave
" Amira "!! panggil Dave lirih.
Untuk pertama kalinya, Dave menyebut nama putrinya.
Dadanya begitu sesak saat panggilannya tidak mendapat jawaban. Dia terus menatap buntalan kain kafan yg berada di depannya.
Terbayang saat dimana dia mengawasi tumbuh kembang Amira dari kejauhan. Dave tidak pernah mendekat,, dia tidak mau.
Hatinya terasa sakit saat melihat wajah Amira yg sama persis seperti mendiang istrinya.
__ADS_1
Dengan egoisnya,, Dave mengatakan pada Amira jika Amira-lah penyebab kematian istrinya.
Dave tidak pernah memikirkan perasaan Amira saat mengatakan hal itu.
Dave hanya peduli dengan perasaannya saja. Dia lupa,, jika Amira juga merasakan rasa sakit yg sama sepertinya,, bahkan lebih sakit darinya.
Dave tidak pernah mempedulikan Amira yg menangis memohon padanya.
Dave mengabaikan Amira yg bersujud meminta kasih sayang darinya.
Dave mengabaikan semua itu,, dia tidak peduli. Baginya,, kehadiran Amira yg telah membuatnya berpisah dengan wanita yg sangat di cintainya.
Tapi sekarang keadaan seperti berbalik padanya. Dave menangis di depan putrinya yg hanya berbentuk bungkusan tulang.
Dave menyesal,, sangat amat menyesal. Seandainya waktu bisa di putar,, dia akan memilih untuk membesarkan Amira.
Sekarang,, Dave sudah tidak bisa lagi melihat senyum manis putrinya.
Dave tidak bisa lagi mendengar suara lembut putrinya yg selalu memanggilnya ayah saat bertemu.
Dave bahkan sudah tidak akan pernah bisa lagi mendengar dan melihat Amira yg selalu menangis dan meminta padanya.
Tidak bisa lagi.
Karena semua itu sekarang hanya tinggal penyesalan.
" Amira "!! panggil Dave lagi kemudian jatuh bersimpuh di depan bungkusan jasad putrinya.
" Maafkan ayah Amira,, ayah salah. Ayah selama ini tidak pernah peduli padamu. Ayah tau ayah sangat jahat padamu.
Tolong ampuni kesalahan ayah sayang,, tolong maafkan ayah.. Ayah sangat menyesal Amira,, ayah benar-benar menyesal "!!.
Tangis Dave yg sejak tadi di tahannya akhirnya pecah.
Dia menangis tersedu-sedu di hadapan jenazah anaknya yg selama ini dia abaikan.
" Jika bisa mengulang waktu,, ayah tidak akan pernah menyia-nyiakanmu.
Ayah akan menyayangimu sepenuh hati ayah. Ayah akan memberikan semua kasih sayang ayah yg selalu kamu minta.
Ayah akan memberikan segalanya untukmu Amira.
Ampuni semua kesalahan yg telah ayah lakukan padamu Amira,, ayah menyesal "!!.
Anita yg melihat Dave tengah menangis menyesali kesalahannya,, berjalan menghampirinya.
Warga yg melihat itu segera berjaga-jaga disebelah Anita.
__ADS_1
Mereka takut Anita kesetanan seperti tadi.
" Kau sudah terlambat untuk meminta maaf pada putriku,, Dave.
Airmatamu terlambat datang.
Seharusnya airmata itu menetes saat putrimu bersujud mengemis cinta darimu.
Sekarang apa gunanya kau menangis seperti ini di depan jenazahnya????
Itu hanya membuatmu terlihat bodoh dan menjijikkan "!! cibir Anita dengan sangat kejam.
" Anita,, aku tau aku bersalah. Aku menyesali semua perbuatanku pada Amira.
Aku minta maaf " ucap Dave parau.
" Aku tidak akan pernah memaafkan kesalahanmu Dave,, tidak akan pernah.
Aku tau aku bukanlah wanita yg melahirkan Amira.
Tapi aku sangat menyayanginya. Aku mencintainya dari jauh selama ini Dave.
Apa kau tau,, aku selalu menunggumu membawa Amira pulang ke rumah.
Aku sudah berjanji diatas makam Kak Mila kalau aku akan menerima Amira dengan kedua tanganku. Aku akan menyayanginya seperti anakku sendiri.
Jika aku tau akan seperti ini jadinya,, aku sudah membawa Amira dengan tanganku sendiri masuk ke keluarga kita sejak dulu "!!.
Dada Dave semakin sesak mengetahui kebenaran jika Anita sudah lama tau keberadaan istri dan anaknya.
Seandainya saja dia tidak menjadi seorang pengecut,, mungkin sekarang Amira hidup dengan sangat bahagya bersama dengan keluarganya.
Tapi sekali lagi waktu tidak bisa di putar kembali.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1