
Sudah seminggu sejak kepergian Amira dari panti asuhan.
Miko yg terus saja mencari kakaknya akhirnya jatuh sakit.
Bu Tati yg mendengar kabar itu segera datang ke panti untuk menengok keadaan Miko.
Saat Bu Tati mengetahui keadaan Miko yg sakit dan selalu murung, akhirnya Bu Tati meminta izin untuk membawa Miko pulang ke rumahnya.
Dengan berat hati akhirnya Bu Fatimah mengizinkan Miko dibawa pergi.
Di satu sore, tampak seorang lelaki melewati jalanan dengan mengendarai sebuah motor.
Di bagian belakang motornya tersusun dua karung beras dan barang sembako lainnya.
Sesaat sebelum orang tersebut sampai di ujung jalan, dia tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya.
"Astagfirullohaladzim... La haulawalaquwwataillaaabillahhhh..... " !!
ucap orang tersebut seraya mengusapkan kedua telapak tangan di dadanya.
Mata orang tersebut terus menatap keujung jalan.
Bibirnya terus menggumamkan doa-doa. Membentengi tubuhnya dari hadirnya sesosok makhluk tak kasat mata yg mungkin saja sengaja muncul untuk mengganggunya.
"Ya Alloh, lindungilah hamba dari godaan syetan yg terkutuk "!!!.
Sesosok perempuan tampak berdiri diam diujung jalan tak jauh dari tempat orang itu berdiri. Matanya merah menyala menatap kosong kearah jalan.
Kabut berwarna hitam tampak mengelilingi tubuhnya.
" Assalamualaikum ".. ucap orang tersebut.
Lelaki ini ternyata memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk ghaib.
Dia mencoba berbicara dengan makhluk yg terlihat begitu mengerikan di depannya.
Lelaki itu bisa merasakan adanya sebuah amarah dendam yg melingkupi tubuh sosok itu.
__ADS_1
" Dendam bukanlah hal yg baik. Itu hanya akan menyulitkan kehidupanmu disana. Maafkan lah kesalahan orang-orang yg telah menyakitimu semasa hidup.
Jangan biarkan setan menguasai hatimu ".
" Jangan ikut campur urusanku. Manusia-manusia kejam seperti kalian tidak pantas untuk di maafkan "!!!.
Suasana tampak mencekam di tempat itu. Jika mata orang biasa yg melihatnya, mereka pasti akan menganggap gila lelaki yg terus menggelengkan kepalanya sambil berbicara sendiri.
" Astagfirullohaladzimm,,, Tidak pantas makhluk sepertimu mengutuk manusia. Sadarlah, dendammu hanya akan membawa sengsara untukmu kelak ".
" Menyingkirlah manusia, jangan menggangguku "!!!.
" Aku tidak akan pergi sebelum kamu melepaskan ruh tidak bersalah itu "!! tegas lelaki itu.
" Baiklah jika kamu menantangku. Jangan salahkan aku "!!!.
Didalam penglihatan tak kasat mata, saat ini sedang terjadi perkelahian antara sosok mengerikan itu dengan lelaki yg mencoba menyadarkannya.
Keringat dingin tampak menetes dikening lelaki itu. Beberapa kali tampak lelaki itu seperti sedang menahan sesuatu.
Uhukkkkkkkk.......
Namun, dia tidak menyerah. Dia segera duduk bersila disamping motornya. Dengan menahan rasa sakit di dadanya, lelaki itu membacakan doa untuk mengalahkan sifat angkuh sosok tersebut.
"AAA AAAAA AAAAA... Ampuun.. Panas.. panas.. Ampuunnnn "!!!!!!!
Sosok wanita itu berteriak kesakitan saat lelaki itu membacakan ayat-ayat Alloh. Sosok itu terus menjerit, membuat suasana semakin mengerikan.
Jeritan itu terus terdengar sampai lelaki itu akhirnya berhenti membaca ayat-ayat tersebut.
" Ampuunnn.... panas "!!!.
" Ikhlaslah, jangan biarkan hatimu dikuasai iblis. Jangan biarkan amarah menyesatkanmu.
Maafkanlah mereka semua ".
Tiba-tiba, sosok itu menangis.
__ADS_1
Suara tangisnya terdengar begitu menyayat hati lelaki itu.
" Kenapa, kenapa kalian tega. Apa salahku pada kalian "!!????
Lelaki itu mendekati sosok yg melayang tak jauh darinya. Mata kosongnya memperlihatkan rasa keputus asaan di dalamnya. Membuat hati lelaki itu menjadi sedih. Dengan membaca doa, lelaki itu mencoba melihat masa lalu dari sosok ini.
Airmata keluar dari mata lelaki itu. Suasana yg mencekam tadi berubah menjadi sangat sedih. Hujan rintik tiba-tiba turun seolah ikut merasakan kesedihan dari dua orang yg berbeda dunia.
"Ya Alloohhhh......
Lelaki itu menengadahkan wajahnya kelangit. Setelah beberapa saat melihat masa lalu sosok itu, lelaki itu berungkali beristighfar. Entah masa lalu seperti apa yg di lihatnya.
" Aku tidak bisa merelakan kematianku. Aku ingin mereka pergi bersamaku ".
" Kamu dan mereka sudah berada didunia yg berbeda.
Kamu harus ikhlas dengan kematianmu. Semua itu sudah takdir dari Alloh.
Kita ciptaannya tidak di perkenankan untuk melawan takdir yg sudah di gariskan. Lepaskanlah dendammu supaya kamu mendapatkan tempat yg layak disisi Alloh. Kamu orang baik semasa hidup, jangan sia-siakan semua itu hanya karena sebuah dendam ".
Sosok yg masih menangis itu perlahan mulai menghilang disertai suara gelak tawa yg sangat mengerikan.
Lelaki itu hanya menatap pasrah sosok yg sudah pergi dari hadapannya.
" Ya Alloh, lindungilah hamba dari sifat dendam. Sungguh, dendam adalah suatu hal yg sangat mengerikan " ucap lelaki itu lalu pergi dari tempat tersebut.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308