Airmata Dendam

Airmata Dendam
Sudah di jodohkan


__ADS_3

Setelah berperang lumpur, Jimmy dan Melati membersihkan tubuh mereka di sungai.


Warga yg tadi ikut menyaksikan perang lumpur mereka berdua hanya menggelengkan kepala kearah mereka seraya tersenyum.


" Ini semua gara-gara aa' "!! omel Melati sambil berbisik.


" Kok aku si Neng,,??


Kan Eneng duluan yg ngerjain aku " jawab Jimmy.


" Nggak kok a ' "!! elak Melati sambil menundukkan wajahnya.


" Terus siapa coba yg memintaku mengambil keong "??.


" Tapi kan kita ke sawah memang untuk mengambil keong aa' "!!.


" Ya sudah iya "!!.


Jimmy hanya tersenyum tipis saat melihat Melati terus beralasan tidak mengerjainya. Dia kemudian menenggelamkan kepalanya ke dalam sungai supaya lumpur di rambutnya hilang.


" Ahhhh,,, segarnya "!! ucap Jimmy sambil mengibaskan rambut.


Jimmy melihat kearah Melati yg sudah duduk di pinggir sungai. Rambut panjangnya tampak masih meneteskan air. Wajah polos gadis desa itu membuat Jimmy terpesona.


Jimmy menggelengkan kepalanya saat pikiran-pikiran erotis muncul karena melihat tubuh basah milik Melati.


" ingat Jimmy kamu sudah memiliki Nadya yg menunggumu pulang ".


Jimmy mengusap wajahnya pelan. Imannya sedang di goda oleh kecantikan alami gadis desa ini.


" Sudah selesai belum a' "?? tanya Melati.


" Sudah Neng ".


" Ayo kita pergi kesana "!! ajak Melati.


Mereka berdua berjalan meninggalkan sungai. Sesekali mereka berhenti untuk mengambil keong di sela-sela batang padi.


" Aa' sudah punya pacar belum "?? tanya Melati. Tangannya terjulur kebawah untuk mengambil keong.


" Sudah Neng, namanya Nadya " jawab Jimmy.


Jimmy memegang lengan Melati saat dia hampir terpeleset.


" Hati-hati Neng "!!.


" Iya a',,,, ".

__ADS_1


" Kalau eneng sendiri sudah punya pacar kah "?? tanya Jimmy.


" Sudah a',, Eneng sudah di jodohkan sebelum bapak meninggal " jawab Melati.


Jimmy terkejut saat mengetahui kalau Melati ternyata sudah di jodohkan oleh orangtuanya.


" Oh,, di jodohkan dengan siapa Neng "??.


" Sama orang kampung sebelah a'.


Anaknya juragan Keling, namanya Rama "!! jawab Melati.


Lagi-lagi tangannya terjulur mengambil keong yg sedang bergerombol bersama keluarganya.


" Tapi aku tidak pernah melihat calon suamimu datang ke rumah neng "!!.


" Itu karena kita sedang di pingit a' ".


" Di pingit, apa itu "?? tanya Jimmy.


" Di pingit itu merupakan tradisi sebelum menikah a '.


Calon pengantin di larang bertemu sampai hari pernikahan "!!.


Jimmy terkejut mendengarnya. Mulutnya sampai terbuka lebar saking kagetnya.


" Iya a' "!! jawab Melati.


" Kapan Neng "?? tanya Jimmy penasaran.


" Minggu depan aa "!!! jawab Melati.


Jimmy terdiam. Entah kenapa hatinya sedikit tidak rela saat mendengar kalau Melati akan menikah dengan orang lain.


" Aa',, ayo kita mengambil sayur dulu disebelah sana. Setelah itu kita makan siang "!! ajak Melati sambil menunjuk kearah sawah yg di tumbuhi sayuran hijau.


Jimmy terus mengikuti langkah kaki Melati. Dia memperhatikan Melati dari belakang yg sangat riang sambil bernyanyi.


" Hati-hati Neng, nanti terpeleset "!!.


" Iya "!!.


Melati lalu turun ke sawah memetik sayuran. Jimmy menunggunya sambil duduk di pematang sawah. Dia agak aneh melihat sayuran yg sedang di petik oleh Melati.


" Sayur apa ini Neng "?? tanya Jimmy.


" Ini namanya sayur genjer a'..

__ADS_1


Memangnya aa' belum pernah lihat ya "?? jawab Melati sambil melihat kearah Jimmy.


" Belum Neng ".


" Memangnya di kota tidak ada "??.


" Aku tidak pernah melihat sayur seperti ini di sana Neng.


Ini pertama kali aku melihatnya ".


" Ooh begitu "


Jimmy terus melihat Melati yg begitu lincah memilih sayur genjer ini.


Sampai akhirnya Melati naik ke daratan dengan seikat sayuran yg masih sangat segar.


" Sudah selesai Neng "?? tanya Jimmy lalu mengambil sayuran itu dari tangan Melati.


" Sudah,, Ayo kita kembali ke gubuk.


Perut eneng sudah lapar a ' "!!.


Jimmy mengangguk kemudian pergi darisana.


Sesekali Melati masih mengambil keong yg dia lihat saat kembali ke gubuk.


Setelah sampai, Melati meminta Jimmy untuk mencuci tangan. Dia menggelar tikar yg ada di gubuk ini kemudian menata makanan.


" Lauknya sambal, lalapan sama ikan goreng. Tidak apa-apa kan a kita makan dengan lauk seadanya "?? tanya Melati sambil menyendokkan nasi untuk Jimmy.


" Tidak Neng, ini saja sudah terlihat sangat enak " jawab Jimmy menerima piring dari Melati.


Mereka makan dengan sangat lahap. Meskipun seadanya, makanan itu benar-benar terasa nikmat di mulut mereka. Apalagi tenaga mereka cukup banyak terkuras setelah berperang lumpur, mencari keong dan memetik sayuran. Sungguh, nikmat mana yg bisa engkau dustakan 😉.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


__ADS_2