
Jimmy dan kedua orangtuanya saat ini sedang menikmati makan malam.
Setelah membersihkan diri di apartment miliknya, Jimmy bergegas pulang kerumah orangtuanya. Dia memiliki janji untuk makan malam bersama mereka.
"Bagaimana perusahaan Jim "?? tanya ayahnya di sela-sela makan malam mereka.
" Semua lancar Pa. Hanya ada sedikit masalah tapi sudah aku selesaikan " jawab Jimmy.
"Baguslah. Apa kamu mengikuti perkembangan kasus perusahaan T&J milik Antoni juga "??.
" Iya Pa.
Perusahaan itu sepertinya sudah tidak bisa di harapkan lagi.
Saham mereka terus menurun sejak skandal itu terbongkar di media ".
" Kenapa tidak kamu akuisisi saja perusahaan itu Jim???
Sepak terjang mereka dalam berbisnis tidak buruk yg Papa tau. Mereka hanya salah menempatkan orang di perusahaan mereka ".
" Awalnya aku juga sempat memikirkan untuk mengambil alih langsung perusahaan itu Pa. Sebenarnya perusahaan itu masih memiliki potensi yg bisa memberikan keuntungan yg cukup besar.
Tapi skandal mereka terlalu beresiko untuk perusahaan kita sekarang " jawab Jimmy sambil menyeka mulutnya.
"Sudah, lanjutkan nanti saja. Kalian ini, saat makan pun hanya bisnis yg terus di bicarakan ".
Jimmy dan ayahnya tersenyum saat melihat wanita cantik disebelah ayahnya mulai mengeluh.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, mereka bertiga duduk diruang keluarga. Seorang pelayan datang membawa teh dan irisan buah segar.
" Terima kasih bi " ucap ibunya sambil tersenyum.
Jimmy selalu menyukai kelembutan ibunya. Tak ada tingkatan pada siapa ibunya harus berlaku sopan. Meskipun itu pada pelayan dirumahnya.
"Lalu apa rencanamu Jim terhadap perusahaan Antoni "??.
Jimmy yg tadi sedang memperhatikan ibunya sambil melamun, sedikit kaget mendengar pertanyaan ayahnya.
" Oh, itu. Aku memilih untuk menunggu kekacauan itu sedikit redup dulu Pa.
__ADS_1
Baru nanti aku akan mengakuisisi perusahaan itu " jawab Jimmy.
"Bagaimana jika ada perusahaan lain yg berani membeli saham mereka sekarang ini "??.
" Itu tidak mungkin terjadi Pa.
Tidak akan ada perusahaan yg berani mengambil resiko turunnya harga saham milik mereka.
Kecuali perusahaan tersebut memiliki bantuan yg jauh lebih kuat dari perusahaan kita ".
Ayahnya tersenyum puas mendengar perkataan Jimmy.
" Kamu memang anak Papa " ucap ayahnya bangga.
"Jimmy memang anak kita Pa. Jadi wajar saja kalau dia begitu pintar melihat kondisi yg menguntungkan untuk perusahaan kita. Mama bangga padamu sayang " timpal ibunya lalu mencium pipi Jimmy.
Jimmy tersenyum saat mendapat perlakuan hangat dari kedua orangtuanya.
"Malam ini kamu menginap disini saja sayang.
Sudah lama kamu tidak pernah sarapan pagi lagi bersama Mama dan Papa. Iyakan Pa "?? tanya ibunya.
"Baiklah Ma, Pa. Aku akan menginap disini ".
Ibunya begitu senang saat anak semata wayang mereka akan menginap disini. Mereka bertiga mengobrol hingga larut malam.
Karena kesibukan Jimmy di kantor, membuat Jimmy hanya memiliki sedikit waktu untuk sekedar berbincang seperti ini bersama kedua orangtuanya.
"Sudah malam, sebaiknya kita segera istirahat. Anakmu sepertinya juga sudah mengantuk Pa " ucap ibunya saat melihat beberapa kali Jimmy menguap menahan kantuk.
"Cepat sekali sudah malam. Padahal Papa masih ingin mengobrol bersama kalian " jawab ayahnya yg seperti tidak rela mengakhiri kebersamaan mereka.
"Kasihan Jimmy Pa. Dia pasti kelelahan setelah bekerja seharian " bujuk ibunya.
"Ya sudahlah ".
" Sayang, pergilah istirahat di kamar. Kamu pasti sangat lelah " ucap ibunya.
" Kalau begitu aku ke kamar dulu Ma, Pa. Kalian juga harus istirahat sekarang " pamit Jimmy lalu mencium pipi kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Selamat malam sayang ".
" Selamat malam juga Ma, Pa ".
Jimmy meninggalkan orangtuanya yg masih menatapnya. Jimmy tau kalau mereka masih merindukannya. Tapi tubuhnya saat ini benar-benar memaksa untuk segera tidur. Tidak biasanya Jimmy merasa begitu lelah seperti ini.
Setelah sampai dikamarnya, Jimmy segera melemparkan tubuh kekarnya diatas ranjang.
" Ahhh, akhirnya ".
Jimmy memejamkan mata menikmati kasur empuknya.
Saat dia mulai terpejam, lagi-lagi Jimmy mencium wangi yg sama seperti saat di dalam mobil tadi. Matanya segera terbuka lebar. Dia menatap setiap sudut kamarnya.
" Siapa kamu sebenarnya "?? tanya Jimmy pelan.
Jimmy merasakan sebuah hembusan angin di wajahnya. Dia memejamkan matanya seperti terbius dengan wangi malam yg dibawa oleh angin tersebut.
" Kita akan segera bertemu ".....
Sebuah bisikan singgah di telinga Jimmy yg membuatnya tersadar dari bius wangi yg membuatnya memejamkan mata.
" Aku akan menunggu hari itu " ucap Jimmy mencoba menjawab bisikan misterius itu.
Senyumnya terus tersungging di bibirnya sampai akhirnya dia benar-benar terlelap ditemani aroma wangi yg memenuhi seluruh kamar.
Tanpa dia sadari, sepasang mata sedang mengawasinya dibalik jendela kamarnya.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308