
Hari berganti minggu, minggu pun terus berganti bulan.
Tidak terasa usia kandungan Anita kini telah memasuki bulan terakhir. Hari-hari menjelang persalinan pun semakin dekat.
Kamila yg barusaja menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri tampak terkulai lemas di pelukan suaminya. Dia tersenyum mengingat suaminya yg seperti tidak memiliki rasa lelah sedikitpun jika sudah menyentuhnya.
" Kak "..
" Iya sayang ".
" Kapan Anita akan melahirkan "?.
" Perkiraan dokter sekitar tiga minggu lagi sayang.
Ada apa "??.
" Tidak, aku hanya sedikit cemas dengan mereka berdua.
Semoga persalinan Anita berjalan lancar ya Kak "!.
Dave tersenyum sambil mengusap punggung polos istrinya.
Dave begitu kagum dengan ketegaran istrinya ini. Selama Anita mengandung, Kamila yg paling antusias di sini.
Tidak henti-hentinya dia memberikan wejangan supaya tidak teledor menjaga anak dan istrinya. Sering juga Kamila menitipkan makanan sehat untuk Anita.
" Iya, semoga semuanya di lancarkan oleh Alloh " timpal Dave.
" Apa kamu dan Anita sudah tau jenis kelamin bayi kalian Kak "?? tanya Kamila ingin tau.
" Belum sayang. Kami berdua sepakat untuk menjadikan itu sebuah kejutan setelah bayinya lahir nanti " jawab Dave.
Kamila mengangguk. Ingin sekali rasanya dia memberikan nama untuk anak suaminya.
Tanpa sepengetahuan siapapun, diam-diam Kamila telah menyiapkan beberapa nama bayi laki-laki dan perempuan.
Tapi dia tidak berani menyampaikan keinginannya itu pada suaminya. Kamila sadar kalau bayi itu bukanlah miliknya.
Dave tiba-tiba menyadari kenapa istrinya menanyakan jenis kelamin calon anak mereka.
Bibirnya tersenyum.
" Apa kamu ingin memberikan nama untuk calon anak kita, sayang "?.
Kamila kaget saat suaminya bertanya seperti itu.
Bagaimana suaminya bisa tau apa yg sedang dia pikirkan sekarang, pikirnya.
" Apakah boleh "?? tanya Kamila ragu.
" Tentu saja boleh. Bayi itu nantinya juga akan menjadi anakmu, sayang.
__ADS_1
Jadi sekarang katakan padaku, apa kamu sudah menyiapkan sebuah nama untuk anak kita "??.
" Sebenarnya beberapa minggu ini aku sudah menyiapkan nama-nama untuk anak kita, Kak.
Tapi aku tidak tau kamu dan Anita akan setuju atau tidak dengan pilihanku " ucap Kamila sendu.
" Apapun nama yg akan kamu berikan, aku dan Anita pasti akan menerimanya.
Sekarang katakan seperti apa nama yg sudah di siapkan oleh istriku yg cantik ini " sahut Dave sambil mencubit pipi istrinya gemas.
Kamila tersenyum manis. Hatinya bahagya sekali saat melihat suaminya mengetahui keinginannya.
" Kalau anak kalian lahir berjenis kelamin laki-laki, aku ingin memberinya nama Jimmy Anderkson.
Kalau bayinya perempuan, namanya Amira Anderkson.
Bagaimana Kak, apa kamu suka dengan nama itu "? tanya Kamila dengan wajah yg penuh harap.
" Jimmy dan Amira ya "??.
Dave pura-pura terlihat bimbang di depan Istrinya.
Dia melirik kearah Istrinya yg terlihat gelisah sambil menatap kearahnya.
" Nama itu jelek ya Kak "?? tanya Kamila dengan raut wajah kecewa.
Melihat kediaman suaminya, sepertinya suaminya tidak suka dengan nama yg dia sebutkan tadi.
" Hei, kenapa kamu bersedih sayang. Aku kan belum bicara apa-apa "! ucap Dave kaget melihat mata istrinya yg berkaca-kaca.
Nanti kalian bisa mencari nama untuk bayi kalian sendiri ".
Kamila kemudian beranjak dari pelukan suaminya.
Dia sudah sangat ingin menangis sekarang.
Belum sempat Kamila memakai pakaiannya, tubuhnya sudah di tarik ke ranjang lagi oleh suaminya.
Kamila bingung melihat suaminya yg sedang tersenyum aneh diatas tubuhnya.
" Jimmy dan Amira adalah nama yg paling bagus yg pernah aku dengar.
Aku dan Anita pasti akan sangat menyukai nama itu sayang ".
" Benarkah "?? tanya Kamila dengan mata berbinar.
Dave mengangguk senang melihat istrinya yg sudah tersenyum lagi sekarang.
" Tapi kenapa kamu diam saja tadi Kak "? tanya Kamila.
" Aku hanya ingin menggodamu saja sayang. Siapa yg tau istriku ini malah merajuk " jawab Dave terkekeh.
__ADS_1
" Aku tidak merajuk Kak. Aku,, aku hanya sedikit sedih saja ".
" Baiklah, apapun itu aku pasti akan memakai salah satu nama yg telah susah payah kamu siapkan untuk anak kita setelah dia lahir nanti.
Tapi sayang, kenapa kamu memilih nama Jimmy dan Amira untuk anak kita "? tanya Dave.
Jakun di leher Dave bergerak naik turun melihat pemandangan di bawah tubuhnya. Istrinya tidak sadar kalau selimut yg menutupi tubuhnya yg polos kini telah merosot ke pinggangnya.
" Jimmy memiliki arti seorang anak lelaki yg adil dan pekerja keras.
Aku ingin dia tumbuh seperti ayahnya yg selalu bersikap adil pada kedua istrinya dan pekerja keras dalam menyelesaikan tanggungjawab dalam pekerjaannya. Sedangkan Amira memiliki arti seorang putri yg berhati mulia.
Aku ingin dia tumbuh menjadi seorang putri yg manis dan baik hati " jawab Kamila dengan wajah berseri-seri.
" Iya, baik hati dan cantik sepertimu " timpal Dave dengan suara yg terdengar serak.
Matanya terus menatap mata istrinya penuh arti.
Pipi Kamila merona melihat tatapan mata suaminya.
Dia paham betul apa yg akan terjadi selanjutnya jika suaminya sudah seperti ini.
" Apa kamu tidak merasa lelah Kak?? Kita barusaja selesai melakukannya "? tanya Kamila dengan wajah memerah.
" Aku tidak pernah merasa lelah dan bosan padamu sayang.
Salahkan saja dirimu yg terlalu mempesona " jawab Dave lalu mulai melaksanakan misinya yg entah sudah ke berapa kalinya.
Kamila hanya bisa pasrah menerima perlakuan lembut dari suaminya. Dia juga tidak mampu untuk menolak kenikmatan yg selalu dia rasakan setiap kali tubuhnya di sentuh oleh tangan-tangan nakal suami yg sangat di sayanginya ini.
🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk selalu vote, vvoottee, like, comment dan rate bintang lima di novel ini.
Jangan lupa juga follow akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Oh ya, mohon dukungannya untuk novel terbaru author.
Judulnya "History of Liang Zhu (REINKARNASI KEDUA).
Jangan lupa di vote, like, comment dan rate bintang lima ya.
__ADS_1
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman "!!.