
" Saat kami terbangun dari pingsan, kami melihat Neng Rara terbaring di sebelah kami dengan berlumuran darah dari luka di kepalanya.
Yanto yg masih dendam ke Eneng, mencabut pisau yg dia bawa berniat untuk membunuh Neng Rara.
Tapi saat melihat bagian tubuh Neng Rara yg terbuka, nafsu kami kembali datang. Kami berdua lalu menyeret tubuh Neng Rara ke semak-semak ".
Semua orang membatu di tempat duduk masing-masing.
Keanu menatap ayahnya Jimmy untuk memastikan keadaannya.
Dave yg mengerti arti tatapan mata Keanu tersenyum sambil menganggukkan kepala.
" Apa yg kalian lakukan pada Amira selanjutnya "??.
" Kami,, kami berdua memperkosa Neng Rara di sana.
Kami menjamah semua bagian tubuh Neng Rara hingga malam. Setelah kami puas menikmatinya, Yanto menendang perut Neng Rara kemudian menusukkan pisau yg dia bawa berulang-ulang ke wajah dan perut Neng Rara.
Setelah itu kami berdua kembali menyeret tubuh Neng Rara kemudian menimbunnya dengan bebatuan lalu kami pergi dari sana ".
" Ya Allohhhh "!! teriak Bu Fatimah kemudian jatuh pingsan.
Anita yg sudah sangat syok sejak tadi akhirnya juga ikut pingsan. Beberapa warga yg juga berada di sana segera berlari untuk membantu Anita dan Bu Fatimah. Mereka ada yg memijit lalu mengoleskan minyak di tubuh keduanya sambil menangis.
" Ka,, kalian saat melecehkan Amira da,, dalam kondisi masih hidup a,, atau su,, sudah men,, meninggal "?? tanya Pak Burhan dengan suara terputus-putus.
" Neng Rara sudah meninggal sebelum kami memperkosanya. Mungkin karena kehabisan darah akibat benturan di kepalanya " jawab lelaki itu sambil menundukkan kepalanya.
" Astagfirullohaladziimmm,, Ya Alloh,, Ya Alloh nduk. Astagfirullohaladziim "!!!.
Tiba-tiba saja Pak Burhan berdiri sambil berteriak sangat kencang.
Tangannya terkepal kuat sambil bergetar. Dia yg biasanya tenang kini terlihat seperti orang yg hilang kesadaran.
Dia terus berteriak sambil beristighfar.
" Bapak "!! teriak Dewi lalu berlari kearah bapaknya.
Hendi yg tidak jauh dari sana segera mengguncang-guncang tubuh bapaknya supaya sadar.
__ADS_1
" Eling Pak, istighfar Pak " ucap Hendi terus berusaha menyadarkan bapaknya.
" Ya Alloh bapak kenapa bisa begini Mas "?? tanya Dewi sambil menangis.
Dia tidak pernah melihat bapaknya sampai seperti ini.
Dia sangat khawatir sekarang.
" Mas Hen juga nggak tau dek, bapak langsung seperti ini setelah lelaki itu menjawab pertanyaannya " jawab Hendi.
" Sadar Pak, eling sama Gusti Alloh " ucap Dewi lalu memeluk tubuh bapaknya yg terus bergetar.
" Ya Alloh nduk, Ya Alloh. Pangapurone Ya Gusti Alloh.
Astaghfirullohaladziimm,, astahfirullohaladziim " ucap Pak Burhan sambil memeluk erat tubuh Dewi seperti tidak sadar.
Warga semakin banyak yg berdatangan saat mendengar suara teriakan Pak Burhan yg sangat kuat.
Mereka saling berbisik-bisik dengan warga yg sudah terlebih dulu berada di ruangan ini sejak polisi datang.
" Dasar kalian binatang. Teganya kalian membunuh Neng Rara kami.
Polisi panik saat semua warga mengamuk akibat perbuatan pelaku pada Amira. Mereka lalu berusaha melindungi pelaku dari amukan warga.
Wajah pelaku pucat pasi melihat warga mengatakan ingin membakarnya. Pelaku semakin ketakutan saat warga berlari ke arahnya dengan sangat marah.
" Bakar,, bakar,, bakar "!!!! teriak warga sambil mendorong polisi yg masih berusaha melindungi pelaku dari amukan mereka.
Polisi yg kalah jumlah di tambah warga yg marah akhirnya sudah tidak mampu lagi melindungi pelaku.
Salah satu dari mereka segera menghubungi kantor polisi meminta bantuan.
" Sa,, saya minta ma,, maaf, saya khilaf. To,, tolong jangan bunuh saya "!! ucap lelaki itu ketakutan.
" Dasar kamu binatang Komar. Tidak cukup apa kamu dan Yanto meresahkan warga di desa ini. Kenapa kamu dan temanmu itu tega sekali sama Eneng. Eneng itu gadis yg sangat baik pada semua warga. Kalian benar-benar iblis, setan kalian ini "!! bentak salah satu warga dengan sangat marah.
" Tolong ampuni saya, saya benar-benar khilaf. Saya menyesal, tolong jangan bakar saya "!! ucap lelaki itu sambil menangis.
" Kami tidak akan mengampunimu. Binatang iblis sepertimu harus di kembalikan ke tempat tinggalmu sebenarnya. Yaitu di kerak neraka bersama para iblis dan setan lainnya. Ayo bapak-bapak ibu-ibu, kita bakar hidup-hidup pembunuh Eneng ini "!!!.
__ADS_1
" Bakar,, bakarrrrrrrr "!!!!!.
" Tolong jangan bakar saya "!!.
Lelaki itu masih berusaha meminta tolong di tengah-tengah kerumunan massa yg semakin membludak.
Para warga yg sudah sangat marah dengan brutal memukuli lelaki itu.
Mereka tak mempedulikan lagi suara teriakan polisi yg meminta mereka berhenti.
Hendi yg saat itu menjadi satu-satunya orang yg masih sadar dari berita buruk itu hanya berdiri kebingungan.
Dia tidak tau harus bagaimana saat ini. Dia hanya bisa bergidik ngeri melihat warga yg begitu banyak sedang memukuli satu lelaki dengan membabi buta.
Hendi tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya jadi lelaki yg saat ini sedang menjadi bulan-bulanan warga yg sangat marah.
Keadaan mengerikan ini baru bisa diatasi setelah puluhan polisi datang ke sini. Mereka menghentikan aksi main hakim sendiri para warga yg tersulut emosi.. Para polisi tiba tepat waktu sebelum lelaki itu di seret keluar untuk di bakar hidup-hidup.
Seluruh tubuh Hendi merinding saat melihat kondisi tubuh pelaku yg sudah sangat rusak. Dia tidak tau lelaki itu masih hidup atau sudah mati. Karena ada beberapa warga yg terlihat membawa senjata tajam yg berlumuran darah dari tubuh pelaku.
Na'uzubillahimindzaliikkkk..
( Baca Bab 14-15: Tragedi 1 & Tragedi 2 biar nggak gagal paham 😅)
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, votee, vootteee, like, commeny, rate dan share novel ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1
Jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman??