Airmata Dendam

Airmata Dendam
Di antara pilihan


__ADS_3

"Apa yg harus kulakukan ??Apa aku harus menolongnya "??.


Seorang gadis tampak sedang merenung di sebuah kamar kost.


Pikirannya menerawang pada suatu kejadian.


Namanya Dewi. Dia datang ke kota ini sekitar 8 bulan yg lalu untuk mencari pekerjaan.


Dia menyewa sebuah tempat kost untuk menjadi tempat tinggalnya disini.


" Lebih baik aku bertanya ke bapak saja ".


Dewi lalu menghubungi orangtuanya yg tinggal di desa.


" Halo assalamualaikum pak "?? sapa Dewi begitu telfonnya diangkat.


" Waalaikumsalam warohmatulloh " jawab bapaknya.


"Bapak lagi apa. Sampun dahar dereng (sudah makan belum) "?? tanya Dewi.


" Alhamdulillah sudah nduk. Bapak lagi duduk di belakang sama ibu mu. La kamu lagi apa. Wes maem "??.


🌺✅( nduk: panggilan untuk anak perempuan jawa )


" Sampun pak (sudah pak ). Gini lho pak, Dewi ini lagi bingung, nggak reti kudu pye ( gk tau harus gimana) ".


" Bingung pye nduk. Ono opo to ( bingung gimana nduk, ada apa ) "??? tanya bapaknya.


" Ngoten lho pak ( gini lho pak ). Dewi nggak sengaja melihat orang sedang di ikuti ruh. Tapi ruh itu aneh pak , auranya itu nggak baik. Hitam. Dewi tu ngerasa seperti ada perasaan dendam dan iri pak. Dewi tu kasian sama orang itu lho pak " jelas Dewi sambil berbaring di kasurnya.


"Astagfirullohaladzim.. Ruh yg menyimpan dendam itu bisa mencelakai manusia jika manusianya sendiri tidak memiliki iman yg kuat. Para setan dan iblis itu sangat menyukai manusia yg meninggal dengan membawa dendam. Mereka akan berlomba-lomba untuk menyesatkan ruh mereka, menghasut mereka untuk membalas dendam kepada yg masih hidup. Naudzubillahimindzaliikkk "...


Dewi diam mendengarkan ucapan bapaknya. Dia semakin kasihan dengan nasib orang yg sedang diikuti ruh jahat itu.


" Terus saiki Dewi kudu pye pak. Mesakne mas e lho ( terus sekarang Dewi harus gimana pak. Kasihan mas-nya ) "??.


" Lha karepmu kepiye nduk ( lha kamu maunya bagaimana ) "??.


Dewi bingung harus menjawab bagaimana. Dia ingin menolong laki-laki itu. Tapi dia sedikit takut, terlebih mereka tidak saling kenal.


" Dewi ingin menolong orang itu pak. Tapi Dewi nggak yakin " jawab Dewi pelan.

__ADS_1


" Nduk, elingono pesene bapak ( Nduk, ingat pesan bapak ).


Yen awakmu wani, ojo wedi-wedi. Tapi,, yen awakmu wedi, ojo wani-wani ( Kalau kamu berani, jangan takut-takut. Tapi kalau kamu takut, jangan berani-berani ). Kalau kamu ndak yakin, jangan di coba. Itu bisa membuat kamu sama orang itu cilaka. Paham nduk "??.


" Nggeh pak ( iya pak ) ".


" Sholat malam nduk. Minta petunjuk sama Gusti Alloh ".


Dewi mendengarkan dengan begitu khidmat pesan dan nasehat dari bapaknya. Apa yg dikatakan bapaknya benar, hanya Alloh lah sebaik-baik jawaban disaat hambanya berada diantara pilihan.


Setelah mendapatkan banyak pencerahan, Dewi akhirnya berpamitan kepada orangtuanya untuk menutup telfonnya.


" Ya sudah pak telfonnya Dewi tutup dulu. Nanti Dewi telfon bapak sama ibu lagi ".


" Yo wes, kamu ati-ati di situ. Jangan lupa sholat yo nduk " pesan bapaknya.


"Nggeh pak. Assalamualaikum " pamit Dewi sopan.


 "Waalaikumsalamwarohmatulloh ".


 


Dewi tersenyum setelah mematikan panggilan itu. Dia mengangkat kedua tangannya keatas.


Setelah Dewi memanjatkan doa untuk kedua orangtuanya, tiba-tiba hembusan angin datang menerpa wajahnya. Dewi yg memiliki indra keenam sangat paham angin apa yg baru saja berhembus.


Seseorang telah datang mengunjunginya.


"Assalamualaikum.... Kamu datang " ucap Dewi menyambut kehadiran sosok yg kini berada diluar jendela.


Dewi berjalan kearah jendela lalu membukanya.


Tidak ada siapapun diluar sana kecuali hembusan angin yg terasa begitu dingin sampai menembus tulang. Tapi tidak didalam penglihatan Dewi.


Sesosok perempuan tampak berdiri membelakanginya.


"Aku tau maksud kedatanganmu. Aku tidak berniat mengganggumu. Tadi aku hanya meminta nasehat dari orangtuaku ".


Dewi sadar jika pembicaraan dengan bapaknya telah membuat sosok ini terpanggil. Memang benar beberapa kali Dewi menyebut sosok ini saat di telefon. Wajar jika sekarang sosok ini datang menemuinya.


" Kamu dan dia sudah berada dialam yg berbeda. Kamu tidak bisa memilikinya. Dia hanya milik Alloh. Ikhlaskan hatimu " ucap Dewi menjawab sosok itu.

__ADS_1


Dewi melafadzkan beberapa doa saat tiba-tiba sosok itu memunculkan amarahnya. Sosok itu begitu marah saat Dewi memintanya untuk merelakan apa yg dia inginkan.


"Aku tidak takut padamu. Derajat manusia jauh lebih tinggi daripada iblis sepertimu "!!.


Terdengar suara tawa seorang perempuan diiringi angin yg cukup kencang. Dewi terus membaca doa sampai suasana kembali tenang seperti semula.


" Alhamdulillah " ucap Dewi lalu mengusapkan telapak tangan pada wajahnya.


Dia lalu menutup jendela yg tadi sempat di bukanya untuk menyambut kehadiran sosok wanita yg kini sudah pergi dari tempat ini.


"Bismillahirrohmannirrokhiim,, Ya Alloh izinkanlah aku untuk menolong ciptaanmu yg tengah berada didalam jeratan mata iblis. Lindungilah hamba dari segala sifat dendam dan dengki yg dibawa para iblis laknat itu ".


Dewi memutuskan untuk menolong laki-laki yg dia temui beberapa waktu lalu. Dia sudah yakin dengan keputusannya malam ini.


*


*


*


*


*


 


🍀( maafkan author jika ada beberapa kata yg menggunakan bahasa jawa tidak sesuai pada tempatnya. Author tidak begitu faham dengan bahasa jawa yg setiap daerahnya memiliki aksen dan cara bicara yg berbeda. Harap maklumi kebodohan author ya readers tercinta. amicuuuuuuuu)🍀.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308

__ADS_1


 


__ADS_2