
" Ken cepatlah sadar. Jangan terlalu lama berada dialam mimpi ".
Setelah memastikan kondisi ayahnya baik-baik saja, Jimmy dan Nadya pergi meninggalkan rumah orangtuanya.
Nadya kembali ke kantornya sedangkan dia menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Keanu.
" Maafkan aku belum bisa menangkap orang yg sudah mencelakaimu Ken " ucap Jimmy sedih.
Dia melihat wajah Keanu yg masih sedikit pucat. Beberapa alat medis tampak menempel di tubuhnya.
"Ku mohon cepatlah sadar "!! desah Jimmy parau.
Saat dia sedang berada di ruangan Keanu, salah satu pengawalnya masuk memberikan informasi padanya.
" Tuan, keberadaan wanita itu sudah berhasil kita temukan "!!.
Jimmy menaikkan sudut bibirnya begitu mendengar kabar baik itu.
" Dimana wanita itu sekarang "?? tanya Jimmy datar.
" Wanita itu kembali kerumah orangtuanya di desa sejak kemarin pagi ".
" Berapa jauh jarak tempat itu dari sini "!!??.
" Kurang lebih sekitar 4 jam dari sini Tuan ".
Jimmy melihat jam di tangan kirinya. Sekarang masih jam empat sore, berarti sekitar jam delapan malam mereka baru tiba di tempat itu.
" Kita berangkat sekarang "!!.
Jimmy dan beberapa pengawalnya segera berangkat. Jimmy sudah tidak sabar untuk mengintrogasi wanita itu.
Setelah beberapa jam perjalanan, mobil mereka memasuki area pedesaan. Jimmy terus memperhatikan tempat ini sampai akhirnya mereka berhenti di depan sebuah rumah.
" Ini rumah wanita itu Tuan " ucap salah satu pengawalnya.
"Temui wanita itu. Minta dia untuk datang menemuiku. Paksa saja jika dia menolak "!!.
" Baik Tuan ".
*********
Dewi dan keluarganya yg saat itu sedang menonton televisi tiba-tiba mendengar suara deru mobil dihalaman rumah mereka. Ibunya lalu mengintip melalui jendela.
" Pak, kok di depan banyak orang ya "?? tanya ibunya heran.
Tiba-tiba pintu rumah mereka di ketuk. Ibunya yg sempat mengintip keluar merasa was-was.
__ADS_1
"Duh Pak bagaimana ini. Jangan-jangan mereka mau berbuat jahat sama kita " ucap ibunya cemas.
"Jangan berpikiran buruk dulu Bu, siapa tau mereka cuma mau bertanya.
Biar Dewi saja yg buka " sahut Dewi lalu berjalan untuk membuka pintu.
Dewi menatap bingung kearah empat orang lelaki berbadan besar yg berdiri di depan pintu rumahnya.
"Selamat malam Nona ".
" Selamat malam. Maaf, ada apa ya "?? tanya Dewi.
Kakaknya datang lalu berdiri di sebelah Dewi. Kakaknya juga bingung melihat kedatangan empat lelaki ini.
" Bos kami ingin bicara dengan Nona. Silahkan ikut kami ".
" Tunggu. Siapa bos kalian dan dimana aku harus menemuinya "??.
" Bos kita bernama Tuan Jimmy Anderkson. Dia berada di dalam mobil menunggu Nona ".
Dewi melihat kearah mobil yg berjejer rapi di halaman rumahnya. Dewi menyipitkan mata saat kaca mobil terbuka dan dia langsung tau siapa orang yg ingin menemuinya.
" Baiklah, aku akan menemui bos kalian " ucap Dewi.
Hendi menahan tangan adiknya saat akan keluar menemui bos keempat lelaki ini.
" Nggak apa-apa mas. Dewi kenal sama orang yg di sana " ucap Dewi sambil menunjuk kearah mobil.
"Bagaimana kamu bisa mengenal orang seperti itu dek. Lihat, pengawalnya saja sangat menyeramkan " bisik Hendi.
"Mas, orang yg di dalam mobil itu adalah orang yg Dewi ceritakan semalam.
Mungkin saja ada sesuatu yg terjadi sampai dia mau datang kesini menemui Dewi ".
" Benarkah???? Ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati dek ".
Dewi mengangguk lalu segera menuju ke tempat lelaki itu berada.
Salah satu pengawal membuka pintu mobil lalu memintanya masuk kesana.
" Ikut aku kembali ke kota sekarang "!! ucap Jimmy begitu Dewi masuk ke dalam mobil.
" Kenapa aku harus kembali bersamamu Tuan "?? tanya Dewi bingung.
" Kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu pada Ken "!!.
" Memangnya apa yg sudah aku lakukan sampai aku harus bertanggungjawab pada Ken "??!!.
__ADS_1
" Ken kecelakaan saat pulang dari rumahmu. Sampai sekarang dia belum sadar "!!.
Dewi menutup mulutnya tak percaya begitu mendengar berita ini. Jantungnya berdebar sangat kencang.
" Tunggu sebentar Tuan, aku akan berpamitan dulu pada keluargaku ".
Dewi segera berlari keluar dan masuk kedalam rumahnya. Jimmy menjadi bingung melihat respon wanita itu yg sangat kaget saat tau kalau Ken mengalami kecelakaan.
Dewi segera mengemasi barang-barangnya. Kakak dan kedua orangtuanya menjadi kebingungan melihat Dewi yg terlihat panik.
" Ono opo to nduk (ada apa si nduk), siapa orang-orang itu "?? tanya bapaknya.
" Pak, orang yg di mobil bilang temannya kecelakaan setelah pulang dari tempatnya Dewi. Sekarang Dewi sengaja di jemput untuk ikut mereka pulang ke kota " jawab Dewi sambil terus memasukkan pakaiannya ke dalam tas.
"Innalillahi... La terus keadaannya bagaimana??? Apa hubungannya sama kamu nduk "??.
" Pak, orang yg diluar itu yg di bicarakan adek semalam. Mungkin saja kecelakaan yg dialami temannya ulah iblis jahat itu " jelas Hendi.
"Astagfirullohaladziim,, "!! ucap kedua orangtua Dewi bersamaan.
" Ya sudah Pak, Bu, mas Dewi pamit dulu. Keadaannya sangat mendesak sekarang ".
" Dek inget pesen Mas Hen. Jangan sekali-kali membuka mulut tentang iblis itu. Apapun yg terjadi, jangan pernah menjawab pertanyaan mereka.
Kalau kamu melanggar, kamu dan mereka bisa celaka.
Ingat bener-bener pesan Mas Hen dek "!!.
" Iya mas. Ya sudah Dewi pergi dulu.
Assalamualaikum ".
" Waalaikumsalam ".
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1