
Sore ini, Bu Tati mengajak semua keluarganya datang ke panti asuhan.
Mereka sengaja datang untuk mengganti tawaran makan malam yg sempat di tolak oleb Bu Tati. Dan kebetulan sore itu Amira sedang berada di panti.
Setelah semuanya menyelesaikan ibadah sholat maghrib, Amira membantu menyiapkan makan malam untuk semua orang.
" Viola kemana Bunda "?? tanya Amira sambil menata piring di atas meja.
" Sepertinya di kamar Ra. Gadis kecil itu jadi aneh sekarang.
Setiap kamu datang dia pasti selalu bersembunyi dan tidak mau keluar " jawab Bu Fatimah.
" Iya Bun, Amira juga merasa aneh ".
" Mungkin anak itu marah ke kamu Ra " timpal Bu Tati.
" Marah kenapa ya bu "?? tanya Amira bingung.
" Marah karena kamu pindah dari panti. Dia mungkin merasa kehilangan seperti Miko, cuma caranya berbeda " jawab Bu Tati lagi.
Amira diam memikirkan perkataan Bu Tati. Mungkin memang benar seperti itu.
" Ya sudah Ra biarkan saja. Nanti juga tidak merajuk lagi. Biar nanti bunda antarkan makan malamnya ke kamar saja " sela Bu Fatimah.
" Iya bunda "!! jawab Amira sedih.
" Sudah sana kamu panggil adik-adikmu kemari ".
" Saya saja yg memanggil keluarga saya, Bu Fatimah " ucap Bu Tati.
" Iya Bu " .
Setelah semua orang berkumpul di meja makan, mereka segera menyantap makan malam. Mereka makan diselingi dengan candaan. Membuat suasana terasa begitu hangat. Cucu Bu Tati langsung akrab dengan anak-anak panti yg lain. Mereka saling mengejek sambil terus tertawa. Membuat para orangtua ikut tersenyum melihatnya.
" Bunda, Amira mau mengajak Miko melukis di kamar " ucap Amira setelah selesai makan.
" Ya sudah sana. Jangan terlalu malam kalian berdua tidur " ingat Bu Fatimah.
__ADS_1
" Iya Bunda sayang ".
Fatimah dan Miko berpamitan pada keluarga Bu Tati sebelum meninggalkan meja makan.
" Amira menginap lagi Bu "?? tanya Bu Tati.
Setelah makan malam, Bu Fatimah mengajak keluarga Bu Tati untuk bersantai di ruang tamu.
" Iya Bu, sudah dua malam ini dia datang menginap " jawab Bu Fatimah.
" Lalu bagaimana kabar hubungan Amira dan ayahnya "??.
Bu Fatimah menarik nafasnya mendengar pertanyaan Bu Tati.
" Saya tidak berani bertanya terlalu banyak mengenai masalah itu pada Amira.
Setiap kali saya bertanya, Amira selalu terlihat sedih. Jadi saya memutuskan untuk tidak pernah bertanya apapun lagi yg berhubungan dengan ayahnya " jawab Bu Fatimah sedih.
Bu Tati merasa begitu prihatin. Bu Tati pernah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri seperti apa kejamnya perilaku ayah Amira. Meskipun sudah seperti itu perlakuan yg diterima, Amira masih tetap menyanyangi ayahnya dengan begitu besar. Bahkan Amira rela di jadikan pelayan hanya karena sangat ingin tinggal bersama ayahnya.
" Saya juga begitu setiap mau tidur Bu. Tidak tau harus bagaimana ".
Mereka berdua terus membicarakan Amira sampai akhirnya dua buah mobil masuk ke halaman panti.
Bu Fatimah segera berjalan keluar untuk melihat siapa yg datang.
Bu Fatimah tercengang saat melihat laki-laki yg barusaja keluar dari dalam mobil. Matanya berkaca-kaca saat lelaki dari masa lalunya berdiri di hadapannya.
" Selamat malam Fatimah ".
" Mas Dave "!! panggil Bu Fatimah lirih.
Bu Fatimah menahan tangis sambil bersalaman dengan lelaki yg dipanggil Mas Dave. Bu Fatimah kemudian mengalihkan pandangannya kepada orang-orang yg datang menghampirinya.
" Fatimah, ini Anita, istriku ".
" Halo Fatimah, saya Anita ".
__ADS_1
Bu Fatimah menerima uluran tangan wanita bernama Anita itu. Kemudian Bu Fatimah juga saling mengenalkan diri dengan yg lainnya.
Saat mereka sedang berkenalan, tiba-tiba Miko datang sambil menangis.
" Huhuhuhu,,, bunda "?? panggil Miko sambil menangis.
" Kenapa sayang "??.
" Kak Amira pergi bunda,, hikss " jawab Miko sambil terisak-isak.
Bu Fatimah kaget mendengar perkataan Miko. Dia bingung kenapa tiba-tiba Amira pergi.
" Memangnya kak Amira pergi kemana sayang "??.
" Katanya kak Amira harus segera pulang.
Nanti ayahnya marah ".
Semua orang yg baru datang saling melempar pandangan. Mereka hanya diam sambil terus mendengarkan perkataan anak kecil itu.
Bu Fatimah segera menatap tajam kearah lelaki di depannya. Ada sorot kemarahan di matanya.
" Fatimah, bisakah kita bicara "??.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1