Airmata Dendam

Airmata Dendam
Teror ( Bayangan dalam cermin )


__ADS_3

Setelah puas menikmati kejutan dari kekasihnya, Nadya kembali kerumah diantar oleh Jimmy.


"Kapan kamu akan melepaskan genggaman tanganmu Jim "?? tanya Nadya.


Sejak memasuki mobil, Jimmy terus saja menggenggam tangannya sambil mengemudi. Mereka sebenarnya sudah sampai sejak tadi tapi Jimmy belum juga mau melepaskan tangannya.


" Aku tidak rela melepaskan tanganmu sayang " jawab Jimmy lalu mencium tangannya.


Nadya tersenyum mendengarnya.


Dia lalu menyentuh pipi kekasihnya yg tiba-tiba berubah menjadi sangat manja.


"Tapi ini sudah malam. Kamu masih harus mengemudikan mobilmu Jim. Masih ada banyak waktu untuk kita bertemu nanti " bujuk Nadya.


Jimmy tampak masih begitu enggan melepaskan tangannya. Dia terus saja menciumi jari-jari tangan Nadya.


"Ternyata seperti ini yg namanya jatuh cinta. Kalau tau rasanya begini indah, sudah sejak dulu aku menjadikan kamu kekasihku sayang "ucap Jimmy sambil tersenyum.


Nadya tertawa mendengar perkataan Jimmy. Dia sebenarnya juga baru merasakan hal seperti ini untuk pertama kalinya .


" Sudah, sekarang biarkan aku masuk. Kamu juga perlu pulang untuk istirahat ".


" Hmmmmm,, baiklah " jawab Jimmy malas.


Jimmy keluar terlebih dahulu lalu membukakan pintu mobil untuk Nadya. Jimmy melepaskan jas miliknya lalu memakaikannya pada tubuh Nadya.


"Angin malam tidak bagus untukmu. Aku tidak ingin melihatmu sakit " ucap Jimmy lalu menarik Nadya ke pelukannya.


"Terima kasih. Sekarang pulanglah " sahut Nadya lalu melepaskan pelukannya.


Jimmy mencium kening Nadya lama sebelum masuk kembali kedalam mobilnya.


Nadya tersenyum sambil melambaikan tangannya begitu mobil Jimmy bergerak pergi dari kediamannya.


Wussshhhhhhh.......

__ADS_1


Tubuh Nadya merinding saat angin dingin tiba-tiba berhembus. Dia segera masuk ke dalam rumah.


Saat Nadya sedang membersihkan wajahnya didepan cermin, tiba-tiba dia melihat sekelebat bayangan putih yg lewat di belakangnya.


"Ahhhhh "!!! pekik Nadya kaget.


Nadya segera berbalik melihat kearah bayangan tadi. Tidak ada apapun di belakangnya.


" Apa aku hanya salah lihat saja ya "?? gumamnya lalu kembali melanjutkan kegiatannya.


Nadya memainkan busa yg ada wajahnya sambil bercermin.


Dia tersenyum mengingat kejutan yg di berikan Jimmy padanya. Pipinya memerah saat teringat ciuman romantis mereka setelah saling mengungkapkan perasaan.


"Kenapa aku jadi tidak tau malu begini. Aku seperti anak SMA yg sedang jatuh cinta saja " ucap Nadya sambil menepuk pipinya.


Dia lalu membasuh wajahnya. Air dingin terasa begitu menyejukkan begitu menyentuh kulitnya.


"Aaaaaaaaaaaaaa...... "!!!! teriak Nadya.


" Si.. siapa k. ka.. kamu... "??!! tanya Nadya gagap.


Sesosok wanita tengah menatapnya dari dalam cermin. Wajahnya sangat mirip dengannya. Pakaian yg dia pakai juga sama seperti yg Nadya pakai sekarang.


" Per.. gi. Ja.. jangan ganggu a.. aku " usir Nadya.


Seluruh tubuhnya gemetar ketakutan.


Tiba-tiba tangan wanita itu terulur keluar dari dalam cermin. Nadya semakin ketakutan saat tangan itu bergerak kearahnya. Wajahnya sudah sangat pucat.


"Ma.. mau apa k. kkamu. Jangan me.. nyentuhku "!! teriak Nadya lagi sambil menggeser tubuhnya mencoba menghindari tangan itu.


Nadya memejamkan matanya saat tangan itu sudah berada di lehernya. Yg dia pikirkan saat ini adalah wanita itu akan membunuhnya sekarang.


Aneh. Nadya tidak merasakan apapun di lehernya. Karena penasaran, Nadya membuka matanya takut-takut lalu melihat kearah cermin. Wanita itu sudah tidak ada lagi di sana.

__ADS_1


" Leherku baik-baik saja. Lalu, wanita itu tadi...


Nadya lalu berjalan kearah cermin. Dengan tangan yg masih gemetaran, dia menyentuh cermin itu.


"Mustahil manusia bisa masuk kedalam cermin ini. Lalu siapa wanita itu "?? tanya Nadya bingung.


Nadya segera keluar dari kamar mandi dengan berbagai macam pertanyaan. Dia duduk di pinggir ranjang memikirkan kejadian di kamar mandi.


" Ahhhhh "!!!!! tariak Nadya kaget sambil menarik tangannya.


Dia merasa ada tangan yg sangat dingin memegang tangannya.


" Ya Tuhan, siapa yg menyentuh tanganku barusan "?? ucap Nadya.


Nadya menjadi sangat gelisah. Malam ini terasa sangat aneh menurutnya.


" Tidak ada siapapun dikamar selain aku. Tidak mungkin kan aku berhalusinasi "??.


Nadya melihat seluruh penjuru kamarnya. Tidak ada yg aneh disini. Semua tampak seperti biasanya. Dia lalu menepuk-nepuk kedua pipinya.


" Huffffhhh.... Nadya, ayo tenangkan hati dan pikiranmu. Tidak ada apa-apa disini. Semua baik-baik saja ".


Setelah mengucapkan kata-kata untuk menenangkan dirinya sendiri, Nadya membaringkan tubuhnya perlahan. Dia lalu memejamkan matanya. Jujur, sekarang dia masih merasa tidak tenang. Tapi dia memilih untuk berfikir positif tentang kejadian tadi. Dia tidak mau hal negatif mengganggu pikirannya.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani


Fb: Nini Lup'ss

__ADS_1


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2