
Hari demi hari terus berganti. Keadaan Jimmy juga semakin membaik. Kepalanya sudah tidak pusing lagi sekarang. Melati dan warga desa merawat Jimmy dengan begitu baik. Mereka memperlakukan Jimmy seperti keluarga mereka sendiri.
Pagi ini, Jimmy sedang membantu Melati mengambil air dari sebuah mata air yg tidak jauh dari rumahnya.
Jimmy menyapa dengan ramah saat bertemu warga yg juga ingin mengambil air sepertinya.
" Selamat pagi pak "!! sapa Jimmy.
" Selamat pagi juga a' Jimmy.
Mau menimba air ya a' "??.
" Iya pak, bapak juga mau kesana "??.
" Iya a'. Tinggal mengambil air yg buat mandi keluarga saya a' "!!.
" Oh begitu. Kalau begitu kita pergi bersama saja pak "!!.
" Iya,, mari a' "!!.
Jimmy berjalan beriringan dengan warga desa yg lain.
Warga desa yg tadi mengobrol dengan Jimmy tampak sangat lihai menghindari jalanan yg berkelok-kelok.
" Desa ini terasa sangat tenang ya pak. Damai sekali " ucap Jimmy sambil berdiri menunggu gilirannya mengambil air.
Sudah ada beberapa warga desa yg datang lebih dulu untuk mengambil air sebelum Jimmy.
Jimmy lalu memilih untuk menunggu sambil menikmati pemandangan desa ini yg sangat asri.
" Iya a',, desa ini masih sangat alami. Kami warga sini sangat menjaga kelestarian desa supaya bisa di turunkan untuk di nikmati anak cucu kami nanti ".
__ADS_1
" Benar sekali itu pak.
Sudah sangat jarang ada tempat yg masih alami seperti desa ini " ucap Jimmy kagum.
Dia sangat senang bisa mendapatkan kesempatan menikmati suasana damai pedesaan yg masih sangat alami. Selama ini dia tinggal dikota yg sangat panas dan penuh polusi. Bahkan pepohonan pun sangat jarang dia temukan di kota. Tidak seperti desa ini. Banyak pohon-pohon besar tumbuh dengan subur. Membuat udara di desa ini sangat menyegarkan begitu masuk kedalam paru-paru.
" Kepala desa sangat menentang kedatangan orang-orang dari kota yg ingin merusak alam desa ini. Mereka ingin mendirikan bangunan-bangunan besar di desa ini. Untungnya kepala desa tegas lalu mengusir mereka keluar dari desa "!!!.
" Yg di lakukan kepala desa sudah sangat benar pak.
Kalau kita tidak bisa me jaga kelestarian alam ini, lalu bagaimana nasib keturunan kita kelak ".
" Betul a' Jimmy "!! jawab warga desa yg mendengar perkataannya.
Jimmy terus berbincang dengan warga sampai akhirnya tiba gilirannya untuk mengambil air.
Setelah kedua embernya terisi penuh, Jimmy segera pulang ke rumah.
" Ahhhh, akhirnya sampai juga ".
Jimmy menyeka keringat di keningnya. Berjalan sambil membawa ember yg berisi air rupanya cukup melelahkan. Apalagi dirinya sudah cukup lama tidak melakukan olahraga.
" Capek ya a' "?? tanya Melati yg baru keluar dari rumah.
" Sedikit neng " jawab Jimmy lalu membawa air itu masuk ke rumah.
" Letakkan di dekat rak piring saja dulu a'.
Nanti biar eneng yg memindahkan airnya ke dalam gentong ".
" Iya neng ".
__ADS_1
Jimmy meletakkan ember berisi air di samping rak. Dia kemudian menuangkan air minum kedalam gelas lalu meminumnya.
" Ahh, air minum disini sangat segar " ucap Jimmy sambil menyeka bibirnya.
" Aa' mau sarapan dulu apa mau mandi sekarang "?? tanya Melati yg tiba-tiba sudah berdiri di sebelah Jimmy.
" Mau mandi dulu neng, gerah " jawab Jimmy sambil mengibaskan bajunya yg sedikit basah karena berkeringat.
" Ya sudah, eneng ambilkan baju dulu buat aa' "!! ucap Melati lalu melangkah kearah kamar Jimmy.
Selama Jimmy berada di desa ini, dia menggunakan pakaian milik almarhum ayahnya Melati. Beberapa warga juga memberikan pakaian mereka pada Jimmy.
" Ini bajunya a' "!! ucap Melati sambil menyodorkan pakaian yg baru saja diambilnya.
" Terima kasih Neng "!!.
Jimmy bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tubuhnya langsung merasa sejuk begitu air mengguyur tubuhnya.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308