Airmata Dendam

Airmata Dendam
Kandang ayam


__ADS_3

Takk,, takk,, takk,,


Sore ini, Jimmy sedang berada di belakang rumah. Dia sedang membuat kandang ayam. Tangannya dengan lincah memukul paku dengan palu di tangannya.


Jimmy beberapa kali berhenti untuk mengelap keringat. Cuaca sore ini sedikit panas dari biasanya.


" Minum dulu a' " ucap Dewi sambil membawakan segelas air putih. Dia meletakkannya di sebelah Jimmy.


" Terima kasih Neng " jawab Jimmy lalu segera meminumnya.


Tenggorokannya langsung terasa sejuk.


" Aa',, Eneng mau pamit keluar sebentar " ucap Melati.


Jimmy memperhatikan penampilan Melati. Dia mengenakan rok pendek selutut lalu atasannya memakai tantop putih yg di tutup dengan jaket warna senada. Rambut panjangnya di kepang dua, membuatnya terlihat sangat cantik alami khas gadis desa.


" Memangnya kamu mau pergi kemana Neng "?? tanya Jimmy.


" Mau mengantar telur ke warung a'.


Dirumah telurnya sudah terkumpul banyak ".


Bebek yg di pelihara oleh Melati setiap pagi rajin bertelur. Terkadang ada beberapa warga desa datang kerumah untuk membeli telur-telur itu. Kadang Melati sendiri yg pergi menjualnya ke warung untuk di tukar dengan keperluan lain.


" Mau diantar tidak Neng "??.


Jimmy merasa sedikit tidak rela membiarkan Melati pergi sendirian. Dia sedikit cemburu melihat penampilan imut Melati, takut ada yg meliriknya di jalan.


" Tidak usah a',, kan warungnya dekat " jawab Melati.


" Ya sudah, kamu hati-hati.


Langsung pulang kalau sudah selesai Neng "!!.

__ADS_1


" Iya "!!.


Melati lalu masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian dia keluar dengan membawa sekantong telur bebek di tangannya.


" Eneng pergi dulu ya a' "?? pamit Melati.


" Iya Neng " jawab Jimmy.


Setelah Melati pergi, Jimmy kembali melanjutkan pekerjaannya. Sejak dua hari kemarin Melati memintanya membuatkan kandang ayam untuk yg baru menetas. Tapi baru sore ini dia sempat membuatnya karena sibuk membantu warga membetulkan rumah warga lain yg roboh terkena angin ribut.


" Wahh,, wahh,, wahh,, Rajin sekali aa' Jimmy ini " ucap seseorang.


Karena terlalu serius dengan pekerjaannya, Jimmy tidak menyadari jika ada seseorang yg mendatanginya.


Dia baru sadar kalau ada orang lain saat orang itu menegurnya.


" Eh Pak kepala desa. Maaf saya tidak tau kedatangan bapak "!! ucap Jimmy lalu segera meninggalkan pekerjaannya.


Dia bersalaman dengan kepala desa kemudian mengajaknya masuk ke dalam rumah.


" Terima kasih a ' "!!.


Jimmy kemudian pergi ke dapur mengambil segelas air putih untuk tamunya. Kemudian dia menyuguhkannya diatas meja.


" Si eneng dimana ya a ' "??.


" Eneng sedang pergi ke warung Pak. Barusaja dia keluar " jawab Jimmy.


" Ohh ".


" Ada apa ya Pak "?? tanya Jimmy penasaran.


" Ini, saya mau membicarakan pernikahannya yg akan segera di laksanakan tiga hari lagi.

__ADS_1


Dulu orangtuanya meminta saya untuk menikahkan Eneng di rumah saya. Jadi saya kemari ingin menanyakan pendapatnya Eneng.


Siapa tau eneng tidak mau kalau resepsinya di rumah saya ".


Jimmy menganggukkan kepalanya. Dia sudah pasrah kalau gadis desa yg sempat masuk ke hatinya menikah dengan orang lain. Bagaimanapun mereka sudah di jodohkan sejak dulu. Jadi dia tidak memiliki hak apapun pada gadis itu meskipun hatinya sedikit kecewa.


" Kalau begitu lebih baik bapak tunggu eneng pulang saja.


Dia cuma pamit pergi sebentar ".


" Ya sudahlah saya tunggu dia pulang saja.


Ngomong-ngomong,, aa' sedang membuat apa di belakang sampai tidak tau saya datang"??.


" Itu si eneng minta di buatkan kandang ayam pak " jawab Jimmy.


" Wahh, a' Jimmy ini ternyata serba bisa ya. Kemarin ikut membantu warga, sekarang sedang sibuk membuat kandang ayam. Padahal aa' dari kota "!!.


" Itu bukan hal yg sulit Pak. Saya rasa semua orang juga bisa melakukannya ".


Jimmy dan kepala desa terus mengobrol sampai akhirnya Melati pulang dari warung.


Jimmy melanjutkan pekerjaannya yg sempat tertunda tadi. Membiarkan kepala desa dan Melati berbicara di dalam rumah.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani

__ADS_1


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2