
# alam lelembut 1
Hari ini adalah hari pernikahan Jimmy dan Melati.
Sejak semalam, beberapa warga terus berdatangan kerumah Melati. Mereka membantu Jimmy untuk melakukan prosesi siraman sebelum pernikahan yg diadakan esok hari. Mereka juga menghias kamar yg akan di tempati oleh Jimmy dan Melati.
Jimmy yg tidak terlalu mengerti tentang adat pernikahan di desa ini,, hanya diam dan mengikuti arahan warga desa.
Saat ini, Jimmy sedang di bantu salah satu warga mengenakan baju yg akan dia pakai saat proses ijab qobul nanti.
Sebenarnya Jimmy ingin menanyakan sesuatu, tapi dia enggan karena warga yg membantunya terlihat sangat datar.
Jimmy mengenakan pakaian berwarna hijau bercampur warna emas. Bawahannya dia memakai sebuah kain berwarna putih dengan corak batik. Di pinggangnya terselip sebuah keris kecil dengan ukiran naga di kepalanya. Dia juga memakai penutup kepala sejenis blangkon khas suku jawa. Dan perhiasan yg dia kenakan adalah sebuah kalung dari bunga melati yg telah dirangkai dengan begitu apik.
" Sudah selesai a ' ".
Jimmy yg sedang melamun sedikit kaget saat warga yg membantunya bicara padanya.
" Ahh iya, terima kasih " jawab Jimmy.
" Mari kita keluar, semua orang sudah menunggu " ajaknya.
Jimmy berjalan di dampingi orang tersebut. Saat pintu rumah terbuka, Jimmy kaget melihat barisan warga yg berdiri rapi sedang menunggunya. Mereka mengenakan pakaian yg sangat aneh menurut Jimmy. Warga yg perempuan memakai baju berjenis kemben berwarna hijau tua dan rambutnya di cepol seperti seorang sinden. Sedangkan yg lelaki memakai pakaian yg mirip seperti yg Jimmy pakai, hanya saja warna pakaian mereka coklat tua.
" Mari a',, sudah waktunya kita pergi " ucap salah satu warga.
__ADS_1
Jimmy kemudian berjalan diikuti iringan warga desa. Salah satu warga memayungi Jimmy dengan sebuah payung bundar berwarna emas. Sepanjang jalan menuju kediaman kepala desa, warga melempari rombongan Jimmy dengan putik bunga melati dan butiran beras.
Meskipun aneh, Jimmy tetap berusaha menghargai apa yg mereka lakukan. Dia berfikir jika itu adalah tradisi di desa ini.
Tak lama, akhirnya iring-iringan yg membawa Jimmy sampai di rumah kepala desa.
Jimmy terpana melihat bagaimana mewahnya tempat resepsi pernikahannya. Di setiap sisi jalan menuju kursi pengantin di hiasi dengan bunga melati yg tertata rapi. Jalan yg akan dia lalui pun di penuhi taburan kelopak bunga melati. Bunyi suara gamelan mengiringi langkahnya menuju pelaminan. Tampak warga berdiri menyambut Jimmy dan warga yg lainnya. Mereka juga mengenakan pakaian yg sama seperti warga yg datang menjemputnya.
" Kenapa tidak ada bunga lain selain bunga melati di sini pak "?? tanya Jimmy.
Dia heran karena tempat ini hanya di penuhi oleh satu jenis bunga saja. Bahkan udara di tempat ini juga beraroma bunga tersebut. Selintas Jimmy merasa tidak asing dengan wangi bunga ini. Akan tetapi dia tidak bisa mengingatnya.
" Karena Eneng sangat menyukai bunga ini a'.
Seperti namanya, Melati ".
Pantas hanya ada bunga melati di sini. Kalau boleh tau Eneng dimana ya pak "??.
Sejak dia datang, dia belum melihat wajah Melati. Jimmy sangat penasaran akan seperti apa penampilan calon istrinya itu. Dia yakin calon istrinya pasti akan sangat cantik.
" Eneng sedang di rias oleh warga desa yg lain a'.
Hari ini dia akan menjadi ratu, tentu saja harus di rias secantik mungkin. Aa' pasti sudah tidak sabar bertemu calon istri ya "?? ledek warga desa.
Pipi Jimmy bersemu merah saat mendengar ledekan warga tersebut.
__ADS_1
Memang benar jika dirinya sudah sangat ingin melihat calon istrinya. Dia sudah berpisah dengan Melati sejak kemarin pagi.
Sementara itu di dalam kamar, beberapa warga tampak sibuk merias wajah cantik Melati.
Melati mengenakan pakaian yg warnanya sama dengan Jimmy. Hanya saja pakaiannya berbentuk kemben dengan selendang yg di lilit membentuk sebuah untaian di pinggangnya.
Rambut panjang Melati di sanggul bundar dengan sebuah mahkota di kepalanya.Di sisi sebelah kanan telinga Melati terjuntai rangkaian bunga melati yg memanjang sampai setengah dadanya.
Kedua lengannya di hiasi gelang berwarna emas. Sementara lehernya memakai hiasan kalung dari bunga melati.
Bibir tipisnya terlihat merona setelah di poles lipstik berwarna merah darah dan di keningnya di pasang butiran berlian kecil.
Melati hari ini terlihat seperti seorang ratu. Tubuhnya sangat serasi dengan riasannya. Di tambah paras ayunya semakin membuat aura di tubuhnya terpancar nyata.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
__ADS_1
Wa: 0857-5844-6308