
Sudah hampir 5 bulan hubungan Dave dan Kamila terjalin.
Selama itu pula Dave belum pernah sekalipun mendatangi panti asuhan tempat tinggal kekasihnya.
Bukan dia tidak mau, hanya saja waktunya sedikit terbatas. Dia lebih memilih menghabiskan waktu berdua dengan Kamila di gubuk sambil melihat Kamila melukis.
Hari ini Dave rencananya akan datang ke panti asuhan.
Dia sengaja tidak memberitahu kedatangannya pada Kamila.
" Permisi Bu numpang tanya, Panti Asuhan Harapan Bunda ada di sebelah mana ya "?? tanya Dave pada salah satu penduduk yg sedang duduk di depan rumah.
" Oh, di depan sana Den. Nanti Aden jalan lurus ke sana lalu ada pohon besar di depan kemudian Aden tinggal belok ke kiri.
Panti asuhannya tepat di seberang jalan pohon itu " jawab penduduk itu sambil menunjuk arah menggunakan jari jempolnya.
" Kalau begitu saya permisi. Terima kasih banyak ya Bu " pamit Dave.
" Sama-sama Den ".
Dave kemudian mengemudikan mobilnya mengikuti arah yg di tunjukkan penduduk tadi.
Setelah mobilnya sampai di dekat pohon besar, Dave melihat kearah seberang jalan.
Nampak sebuah papan bertuliskan nama panti asuhan yg sedang dia cari.
" Aku datang, Kamila " gumam Dave sambil tersenyum.
Dave melajukan mobilnya masuk ke halaman panti asuhan itu.
Begitu dia keluar dari dalam mobil, anak-anak kecil yg tadinya sedang bermain berlari kearahnya.
Untungnya tadi Dave membeli banyak makanan. Jadi dia bisa memberikan makanan itu oleh-oleh untuk mereka.
" Jangan rebutan ya adik-adik, semua pasti kebagian kok "!!.
Dave dengan sabar membagikan makanan yg dia bawa.
Ada perasaan hangat saat melihat kebahagyaan di wajah mereka yg begitu gembira setelah mendapatkan makanan darinya.
" Terima kasih Om " ucap anak-anak itu serempak.
" Sama-sama. Cuci tangan kalian dulu sebelum memakannya ya "?! jawab Dave.
" Iya Om ".
Dave memandangi mereka yg berlari meninggalkannya.
Suara tawa anak-anak kecil itu membuat perasaan Dave menjadi begitu tenang. Dia sampai lupa dengan tujuannya datang ke panti asuhan ini.
" Maaf, kamu siapa ya "??.
Dave membalikkan tubuhnya kearah belakang saat seseorang bertanya padanya.
Seorang gadis tampak berdiri disana sambil menatap bingung kearahnya.
" Saya Dave, teman Kamila ".
__ADS_1
Dave tersenyum saat gadis itu mengangguk-anggukkan kepalanya.
" Kalau boleh tau, Kamila-nya ada atau tidak "? tanya Dave.
" Kak Mila sedang di dapur memasak makan siang.
Mari Kak masuk dulu ke dalam " ajak gadis itu ramah.
Dave kemudian mengikuti gadis itu masuk ke dalam rumah.
Bangunan panti ini belum terlalu tua. Kondisinya masih terlihat begitu rapi dan bersih.
" Silahkan duduk Kak, biar Fatim panggilkan Kak Mila dulu ".
" Terima kasih ".
Fatim kemudian masuk ke dalam meninggalkan Dave sendiri di ruang tamu.
Dave mengedarkan matanya memperhatikan ruangan ini.
Dia tersenyum saat melihat foto-foto Kamila yg tergantung rapi di dinding.
" Kak Dave, kok datang tidak kasih kabar ".
Kamila yg masih mengenakan celemek berwarna pink langsung berlari ke ruang tamu saat Fatim memberitahunya kalau Dave datang ke panti asuhan.
" Aku sengaja ingin memberimu kejutan, Mila " jawab Dave.
" Tadi kamu tersesat tidak, Kak. Kamu belum pernah datang kemari sebelumnya "! tanya Kamila lalu duduk di sebelahnya Dave.
" Benarkah "??.
Kamila kaget sampai-sampai matanya terbuka sangat lebar.
Hal itu membuat Dave tertawa terbahak-bahak melihat ekpresi di wajahnya.
" Hahhahaaa,, kenapa wajahmu seperti itu Mila.
Aku hanya bercanda saja " ucap Dave di sela-sela tawanya.
" Kak Dave, kamu ini jahil sekali "!! sahut Kamila lalu mencubit pinggang Dave.
" Hahahaa, maaf-maaf. Lagipula, kenapa kamu langsung percaya begitu saja.
Di sini kan banyak penduduk, jadi tadi aku bertanya pada mereka alamat panti asuhan ini ".
" Lain kali jangan jahil seperti ini lagi Kak. Aku kaget sekali tadi " rajuk Kamila.
" Iya-iya, maaf ya " bujuk Dave.
Kamila tersenyum saat Dave meminta maaf padanya.
" Siapa gadis tadi itu, Mila "?? tanya Dave penasaran.
" Namanya Fatimah Kak, dia adik angkatku. Sejak bayi dia sudah tinggal bersamaku di sini " jawab Kamila.
" Oh begitu, pantas saja wajahnya tidak mirip denganmu.
__ADS_1
Berapa usianya "?.
" Fatim sekarang berusia 21 tahun Kak. Aku lebih tua 3 tahun darinya.
Dia yg membantuku merawat anak-anak yg tinggal di sini " jawab Kamila.
" Apa semua anak-anak itu tidak memiliki orangtua lagi "?.
Kamila mengangguk. Dia lalu menatap anak-anak yg sedang bermain di halaman sambil memakan cemilan.
" Kamu yg memberikan makanan pada mereka, Kak "? tanya Kamila.
" Iya, sebelum kesini aku berhenti dulu di supermarket untuk membeli sedikit makanan untuk mereka.
Kamu pernah bilang kalau banyak anak kecil yg tinggal di sini. Jadi ya, sekalian saja aku belikan untuk mereka.
Untukmu juga ada, paling special dariku " ucap Dave sambil mengedipkan mata.
" Terima kasih, Kak Dave baik sekali ".
" Apa kamu senang "? tanya Dave sambil mengelus rambut Kamila.
" Iya, melihat mereka semua bahagya, aku juga ikut bahagya Kak " jawab Kamila.
" Syukurlah kalau kamu bahagya. Lain kali aku akan membawa barang-barang yg kalian butuhkan di sini.
Jangan menolak, aku ikhlas melakukannya untuk mereka "!! ucap Dave cepat saat Kamila akan menolak pemberiannya.
Mata Kamila berkaca-kaca. Dia sangat beruntung memiliki kekasih yg begitu peduli dengan semua yg ada di panti asuhan.
" Sekali lagi terima kasih banyak Kak. Aku sangat beruntung bisa mengenal orang sebaik Kak Dave ".
Dave mengangguk lalu mencium kening gadis yg sedang terharu di sebelahnya. Dia juga beruntung memiliki kekasih yg hatinya begitu hangat dan baik seperti Kamila.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa vote, vvoottee, vvvooottteee, like, comment, share dan rate bintang lima novel ini.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti untuk author. Tapi yg wajar-wajar aja ya.
Follow juga akun medsos milik author.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
Oh ya, mohon dukungannya untuk novel baru dari author.
Jangan lupa di vote, like, comment dan kasih bintang lima ya.
Terima kasih, jangan lupa pakai masker dan rajin cuci tangan ya teman-teman"!!.
__ADS_1