Airmata Dendam

Airmata Dendam
Hati yg retak 2


__ADS_3

"Ayah... ".


Amira memberanikan diri memanggil ayahnya begitu dia melihatnya.


Setelah menunggu hampir 1 jam, ayahnya akhirnya keluar dari dalam restauran.


Amira sebelumnya sudah mengatakan pada Bu Tati jika ayahnya berada didalam restauran yg sama.


Dan mereka akhirnya memutuskan menunggu di dalam mobil saja.


" Ayah apa kabar "?? tanya Amira.


Amira berusaha sekuat mungkin menahan laju airmatanya. Dingin. Itulah yg Amira rasakan dari ayahnya. Amira meremas kuat jari tangannya, menunggu jawaban dari ayahnya.


" Untuk apa kamu kemari "??.


Tes..........


Satu airmata lolos dari mata Amira begitu mendengar suara ayahnya.


Bukan sebuah jawaban, melainkan sebuah penolakan. Tanpa Amira sadari, kulit tangan Amira mengelupas akibat kuku tangannya. Dirinya bahkan tidak merasakan perih sama sekali.


"Amira... Amira rindu ayah " jawab Amira lirih.


Retak.


Hatinya retak.


"Pergilah "!!.


Amira tertegun mendengar kalimat ayahnya. Begitu teganya memintanya pergi. Bahkan mengucapkan kata itu tanpa menampakkan wajahnya di depan Amira.


" Sebenci itukah ayah padaku?? " tanya Amira pelan mulai terisak.


".............. "


"Sebesar apa kesalahan Amira pada ayah "?? tanya Amira lagi.


" Kamu penyebab istriku meninggalkanku " jawab ayahnya.


"Ya Alloh ayah, Amira tidak pernah meminta Alloh untuk mengambil ibu.

__ADS_1


Amira juga menyayangi ibu meskipun Amira tidak pernah bertemu ibu "??.


" Kalau kamu memang menyayanginya, seharusnya kamu tidak lahir ke dunia ini "!! bentak ayahnya.


Tubuh Amira bergetar mendengar bentakan ayahnya. Apakah ayahnya barusaja mengatakan bahwa kehadirannya benar-benar tidak diinginkan. Benarkah??!!!.


Sejenak sunyi. Ayah dan anak itu sama-sama terdiam. Bu Tati yg berdiri tidak jauh dari mereka menutup mulutnya kuat.


Airmata mengalir deras dikedua matanya. Sungguh tidak menyangka seorang ayah tega mengatakan hal yg begitu kejam pada darah dagingnya sendiri. Bahkan Pak Iwan yg seorang laki-laki ikut meneteskan airmata mendengar ucapan itu.


"Ayah, maafkan Amira telah membuat ibu meninggalkan ayah. Amira tidak bermaksud seperti itu. Amira hanya....


" Cukup..!!!!


Hentikan sandiwaramu dan cepat pergi dari sini "!!!.


Amira berlutut dibawah kaki ayahnya. Meskipun sadar dirinya sudah sangat tak diinginkan, Amira masih berharap ada sedikit celah untuk mendapat kasih sayang dari ayahnya ini.


" Ayah Amira mohon, tolong beri Amira satu kesempatan. Amira janji akan patuh pada ayah. Amira mohon ayah ".


Amira mengatupkan kedua tangannya. Berharap ayahnya luluh dan mau menerimanya. Dia bahkan tidak mempedulikan tatapan heran orang-orang yg datang ke restauran.


" Ayah, Amira mohon " ucap Amira terisak.


Terlihat tangan ayahnya terkepal kuat.


"Ayah, tidak bisakah ayah mencintaiku sedikit saja "???.


" Tidak bisa "!!.


" Tapi kenapa....


Kenapa ayah bisa menyayangi anak ayah yg lain sedangkan padaku ayah tidak bisa. Kenapa ayah, kenapa "??? tanya Amira sedikit menaikkan suaranya.


Hatinya begitu iri melihat kebersamaan ayahnya dan keluarganya satu tahun yg lalu. Terkadang bahkan timbul rasa benci pada anak lelaki ayahnya meskipun dia belum pernah bertemu dengannya.


" Karena dia anakku "!!.


" Amira juga anak ayah. Kenapa ayah tega seperti ini "!!?? teriak Amira histeris.


Sudah, Amira sudah tidak sanggup lagi. Dadanya sangat sakit. Dia bahkan sudah sampai berlutut di bawah kaki ayahnya. Jangankan membantunya berdiri, menatap kearah Amira pun tidak.

__ADS_1


Bu Tati yg sudah tidak tahan melihat kondisi Amira segera berlari menghampiri. Dia menarik Amira kedalam pelukannya. Membiarkan gadis malang ini menumpahkan seluruh airmatanya.


" Pergilah, jangan pernah menemuiku lagi ".


Amira tersentak saat ayahnya bicara seperti itu. Dengan cepat Amira mendorong Bu Tati yg masih memeluknya.


Amira memeluk kedua kaki ayahnya yg hendak pergi dari hadapannya. Dia menggelengkan kepalanya sambil menangis.


" Tidak ayah, jangan berkata seperti itu. Maafkan Amira, Amira salah yah. Ayah jangan marah ya " ucap Amira ketakutan.


"Sudahlah, aku tidak akan bisa menerimamu. Pergilah sekarang ".


" Tidak mau yah. Amira mau ayah, jangan buang Amira yah. Amira tidak mau "??...


Sungguh, siapapun yg melihat keadaan ini pasti akan sangat tersayat hatinya. Seorang anak sedang berlutut dibawah kaki ayahnya yg dengan begitu tega membuangnya.


Anak yg tak memiliki kesalahan apapun, kini sedang menangis ketakutan dibawah kaki ayahnya.


" Lepaskan "!!.


" Tuan, sebaiknya anda dan putri anda bicara baik-baik.


Jangan seperti ini.


Meskipun anda membencinya, dia masih putri anda.


Dia terlahir juga karena ada campur tangan anda. Jangan limpahkan semua kesalahn pada putri anda yg tidak bersalah. Bicaralah, kasihanilah putri anda.


Meskipun anda menolak kehadirannya, setidaknya selesaikanlah semuanya dengan bijaksana.


Jangan menyiksa putri anda seperti ini. Dia tidak salah apapun "!!!.


Hallo para reader's tercinta..


Jangan lupa untuk vote, like dan comment ya di novelku ini.


Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.


Jangan lupa juga untuk vote akun medsos author bagi yg berkenan.


Ig: nini_rifani

__ADS_1


Fb: Nini Lup'ss


Wa: 0857-5844-6308


__ADS_2