
Sore ini, Amira berencana kembali kerumah ayahnya.
Dia sudah memberitahu pada supir ayahnya kalau dia hanya menginap selama tiga hari di panti.
"Apa semuanya sudah beres Ra. Jangan sampai ada yg ketinggalan " ucap Bu Fatimah yg sedang duduk diatas kasur milik Amira.
"Sudah bunda. Insyaalloh tidak ada yg ketinggalan " jawab Amira.
Bu Fatimah memandang wajah Amira lama. Sekarang dia harus kembali berpisah dengan putrinya.
Ingin sekali rasanya Bu Fatimah menahan kepergian Amira.
"Amira.. " panggil Bu Fatimah pelan.
"Ya bunda. Ada apa "?? jawab Amira lalu menghentikan tangannya yg masih memasukkan beberapa barang ke dalam tasnya.
" Tidak apa-apa sayang " jawab Bu Fatimah.
Bu Fatimah tidak jadi bertanya pada Amira. Dia takut Amira merasa sedih karena Bu Fatimah ingin menanyakan tentang keluarga ayahnya.
Fatimah tersenyum melihat bundanya yg terlihat bingung.
Dia tau kalau bundanya ingin menanyakan sesuatu padanya.
"Katakan saja bunda, jangan di tahan. Amira tau bunda sedang menyembunyikan sesuatu " ucap Amira lalu duduk di sebelah bundanya.
Bu Fatimah terlihat ragu-ragu untuk bertanya. Amira yg melihat hal itu lalu menggenggam tangan bundanya, meyakinkan bundanya untuk mengatakan apa yg ada di hatinya.
"Tidak apa-apa bunda, katakan saja " bujuk Amira lembut.
"Apa benar tidak apa-apa Ra.
Bunda takut kamu merasa tak nyaman dengan pertanyaan bunda " ucap Bu Fatimah ragu.
"Amira tau apa yg ingin bunda katakan. Pasti itu berhubungan dengan ayah kan "?! tanya Amira.
Serapat apapun dia menutupinya, bundanya pasti akan mengetahui juga kalau dirinya tidak baik-baik saja berada disana.
" Iya Ra, bunda sangat khawatir padamu. Apa mereka jahat padamu sayang "??.
Amira tersenyum simpul mendengar pertanyaan bundanya.
Dia sendiri bingung mengartikan sifat keluarga ayahnya.
" Bunda, terima kasih sudah mengkhawatirkan Amira.
Tapi Amira baik-baik saja disana.
__ADS_1
Meskipun mereka belum sepenuhnya menerima kehadiran Amira, Amira yakin suatu saat mereka akan menyayangi Amira seperti bunda.
Semua butuh waktu dan juga proses yg panjang bunda. Mereka pasti terkejut karena Amira yg tiba-tiba datang sebagai putri kandung ayah " jawab Amira panjang lebar.
Sebisa mungkin Amira menjaga perasaan bundanya.
Dia tidak mungkin menceritakan perlakuan keluarga ayahnya pada bundanya.
"Amira, kamu yg tabah ya. Bunda hanya bisa mendoakan kamu dari sini.
Seandainya bunda memiliki kuasa, bunda pasti akan membantumu.
Maafkan bunda Ra " ucap Bu Fatimah sambil menunduk sedih.
"Bunda tidak perlu meminta maaf dan merasa bersalah pada Amira.
Ini semua sudah menjadi keputusan Amira. Jadi bunda jangan sedih ya.
Do'a dari bunda jauh lebih penting dari segalanya.
Karena hanya doalah yg bisa membuka mata hati ayah untuk Amira ".
Mereka berdua lalu berpelukan. Bu Fatimah memeluk erat tubuh kurus Amira.
" Jangan lupa makan yg banyak disana Ra. Tubuh kamu kurus sekali. Kamu juga jangan lupa istirahat " pesan Bu Fatimah.
"Kamu ini, bunda sedang sedih kamu malah bercanda ".
" Hehe, maaf bunda. Sudah, bunda jangan sedih lagi.
Amira pasti baik-baik saja disana.
Amira juga akan pulang seminggu sekali. Nanti Amira akan coba meminta izin ke ayah ".
Bu Fatimah mengangguk mengiyakan ucapan Amira. Dia berdoa dalam hati untuk kebahagyaan putrinya ini.
" Amira lanjut siap-siap dulu ya. Takut kesorean nanti.
Kasian supirnya ayah kalau terlalu lama menunggu " ucap Amira lalu kembali melanjutkan membereskan barang-barangnya.
"Ya sudah kamu selesaikan dulu. Bunda mau melihat adikmu ke depan ".
" Iya bunda ".
Amira menatap Bu Fatimah yg sedang berjalan keluar dari kamarnya. Sorot matanya memperlihatkan kesedihan yg teramat sangat.
Setelah selesai, Amira bergegas untuk mandi. Dia tidak mau membuat supir ayahnya kesal karena menunggunya.
__ADS_1
🍁🍁🍁
" Kakak... "!!!!.
Amira yg baru selesai mandi tersenyum saat melihat adiknya sudah menunggu di kamar.
" Iya sayang, sini peluk kakak " jawab Amira sambil merentangkan tangannya.
Miko segera turun dari tempat tidur lalu berlari masuk kedalam pelukan kakaknya.
Dia belum mengetahui kalau kakaknya akan pergi.
Dia hanya diminta bundanya untuk datang ke kamar kakaknya.
"Kakak mau kemana kok sudah wangi "?? tanya Miko curiga.
" Sini kakak kasih tau Miko " jawab Amira lalu membisikkan sesuatu ke telinga adiknya.
Adiknya lalu mengangguk sambil tersenyum kearah Amira.
"Ya sudah Miko tunggu diluar ya kak "?? ucap Miko.
Tak lupa dia mencium pipi kakaknya sebelum pergi.
Amira termenung sebentar lalu segera bersiap-siap. Setelah itu dia segera keluar menghampiri bunda dan adik-adiknya yg sudah menunggu didepan panti.
" Bunda, Amira pergi dulu ya. Jaga diri bunda baik-baik disini " pamit Amira lalu mencium tangan bundanya.
"Miko ingat pesan kakak ya. Jangan nakal dan harus menurut apa kata bunda " pesan Amira sambil menciumi adiknya.
"Iya kak " jawab Miko.
Setelah berpamitan, Amira segera berangkat menuju jalan besar tempatnya menunggu supir ayahnya datang.
Hallo para reader's tercinta..
Jangan lupa untuk vote, like dan comment di novelku ini ya.
Saran dan kritik dari kalian sangat berarti bagi author.
Jangan lupa juga untuk follow akun medsos author bagi yg berkenan.
Ig: nini_rifani
Fb: Nini Lup'ss
Wa: 0857-5844-6308
__ADS_1